27. Kedatangan zahra

245 23 0
                                        


Happy reading:')

🐋🐋🐋

Saat zahra keluar dari parkiran, ia masih melihat rifqi berdiri di tempatnya. Saat ia melewati rifqi ia langsung melesat pergi tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.

"Zahra kenapa dah? Apa dia marah sama gue ya? Trus kenapa juga dia bawa motor segala, dia kan udah jarang nggak pake motor. Nggak biasanya dia kek gini, mana gak ngucap sepatah katapun sama gue" batin rifqi.

"Rif! Ayo! Kenapa malah ngelamun sih, katanya tadi mau cepet pulang" ucap riska dari balik jendela mobil.

"Ah, iya iya" ucap rifqi tersadar dari lamunannya.

"Kenapa?" tanya riska pada rifqi saat sudah berada di dalam mobil.

"Apanya?".

"Tadi zahra?".

"Hah, enggak kok, nggak papa".

Saat sudah di pertengahan jalan, mobil rifqi berhenti. Ya iya lah berhenti kan lampu merah. Tepat saat rifqi berhenti, di samping mobilnya juga ada sebuah motor yang berhenti.

Saat ia menengok ke samping ternyata yang berhenti adalah motor milik zahra. Ia mengenakan helm full facenya dengan kaca yang dibuka. Dan rifqi dapat melihat dengan jelas bahwa zahra sedang menangis.

"Zahra..!" teriak rifqi dari balik kaca mobilnya.

Zahra yang merasa ada yang memanggil namanya pun menoleh mencari sumber suara yang memanggilnya. Dan saat itu juga tatapan mata mereka bertemu.

"lo kenapa ra?".

Namun zahra yang ditanya pun tidak menanggpinya, ia langsung mengalihkan pandangannya sambil menutup kaca helm nya dan langaung menjalankan mesin motornya karna lampu sudah menyala warna hijau.

"Rifqi..! lo kenapa sih? Dari tadi ngelamun mulu? Udah cepetan jalan, tuh dibelakang pada nglakson!" ucap riska dengan kesal.

Rifqi yang tersadar pun langsung menjalankan mobilnya.

🍭🍭🍭

"assalamualaikum..." ucap rifqi saat  sudah sampai di rumahnya.

"Waalaikumsalam.." jawab lia dari dalam rumah sambil membuka pintu.

"Eh, anak bunda udah pulang".

"Iya bun" ucap rifqi sambil menyalami tangan sang bunda.

"Eh, ini siapa rif?" ucap lia saat menyadari bahwa rifqi pulang tidak sendirian.

"riska tan" ucap riska.

"Calon pacar bun" ucap rifqi dengan pelan tepat di telinga lia.

"Nggak salah tuh rif?".

"Iiihh bunda apaan sih, nggak dipersilahkan masuk nih bun? Cuma disuruh berdiri di depan pintu?".

Azzahra [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang