Budayakan vote sebelum membca ya😊👌
Semoga suka sama chapter ini :)
Happy reading💙💙
.
.
.
.
.
.
Dan tanpa ia sadari, ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya, namun sayangnya zahra tak mendengarnya. Karna tidak ada respon dari dalam kamar zahra, Lalu seseorang tersebut langsung memasuki kamar zahra, karena ia sangat khawatir.
Zahra tersentak kaget karena ada seseorang yang mengelus pundanknya dari belakang. Dan ia langsung segera mengelap air matanya. Namun sebelum zahra mengelap air matanya, mamanya sudah menyadarinya kalau putrinya sedang menangis. Yaps, seseorang yang memasuki kamar zahra itu adalah mamanya.
"Mama ngagetin!" ucap zahra sambil mengerucutkan bibirnya.
"Padahal tadi mama udah ngetok pintu loh".
"Hehe, maaf zahra ngga denger".
"Cerita sama mama!" ucap mila sambil mengelus pipi zahra.
"Cerita apa?" tanya zahra pura-pura tidak tau. Padahal ia tau maksud dari sang mama.
"Mama tau kalo hatimu sedang tidak baik-baik saja, cerita ya sama mama!" ucap mila dengan nada khawatirnya.
Zahra menghembuskan nafasnya dengan pelan. Sepertinya ia harus jujur kepada mamanya, ia begitu khawatir melihat keadaan zahra. Dan sepertinya zahra juga butuh pendengar yang baik. Ia siap untuk menceritakan semuanya. Ia menceritakan dari awal zahra Menyukai rifqi, sampai insiden yang terjadi siang tadi. Dan tanpa ia sadari air matanya jatuh kembali.
"Ma, mama jangan marah ya sama rifqi!" ucap zahra sambil menyeka air matanya. Namun sang mama hanya meresponya dengan senyum.
"Sayang....."
"Ha, iya ma?"
"Mama kasih tau ya sayang, jangan terlalu berharap lebih pada manusia, apalagi yang tak pasti! Karena pada akhirnya kita sendiri yang akan kecewa. Jangan nomor satukan cinta kita kepada makhluknya melibihi cinta kita kepada sang pencipta!" ucap sarah tersenyum sambil mengusap air mata zahra.
"Makasih ma, zahra sayang sama mama" ucap zahra sambil memeluk mila.
"Mama jauh lebih sayang sama kamu nak!".
"Em, oh iya ma, papa dimana?" tanya zahra mendongkrakan kepalanya.
"Papa kamu keluar kota, baru tadi siang berangkatnya, emang kenapa?".
"Ngga papa kok ma" Ucap zahra.
"Ma, jangan bilang ke papa ya!" ucapnya lagi. Dan lagi-lagi mamanya hanya merespon dengan senyumannya.
"Ma, zahra ngga mau ntar papa marah sama rifqi, cuma gara-gara memar di pipi zahra!" ucap zahra memohon.
"Iya sayang!".
"Ma, laper" rengek zahra pada sang mama.
"Abis nangis-nagis terus laper nih".
"Cepetan, ayo makan ma!" ucap zahra menarik tangan sang mama keluar Dari kamarnya.
"Mama belum masak" ucap mila enteng.
KAMU SEDANG MEMBACA
Azzahra [ON GOING]
Roman pour Adolescents(Judul awal "friendzone zahra & rifqi) "Rifqiiiiiiiii......" teriak zahra. Saat itu juga rifqi langsung kabur meninggalkan zahra yang terjatuh kembali akibat dari ulahnya. "rifqiiiii,, nyebelin banget si lo awas aja lo dasar nyebelin nyebelin nyebe...
![Azzahra [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/209572801-64-k840716.jpg)