(Judul awal "friendzone zahra & rifqi)
"Rifqiiiiiiiii......" teriak zahra. Saat itu juga rifqi langsung kabur meninggalkan zahra yang terjatuh kembali akibat dari ulahnya.
"rifqiiiii,, nyebelin banget si lo awas aja lo dasar nyebelin nyebelin nyebe...
"Lah kok gue ada di kamar? Perasaan tadi malem gue tidur di mobil dah, masa iya rifqi yang gendong gue ke kamar?".
"Ah, ya udah lah, bodoamat. Mending gue mandi trus belanja".
Sekitar 20 menit zahra melakukan ritual mandinya, setelah itu ia bersiap-siap untuk belanja ke supermarket. Ia mengenakan hoodie berwarna abu-abu dan mengenakan celana panjang hitam.
***
Ya kira kira seperti inilahpenampilanzahra.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sekitar 15 menit kini zahra sudah sampai di supermarket. Ia memilih bahan-badan makanan, camilan dan kebutuhan lainnya. Saat semuanya sudah cukup, lalu zahra pergi ke kasir untuk membayar.
"Anjir, banyak banget dah belanjaan gua mana dua kresek lagi, berat banget dah" guman zahra.
Ketika zahra hendak mengangkat belanjaannya, dari arah belakang ada seseorang yang mengagetkannya dengan menepuk bahunya. Tentu saja zahra sontak kaget dan langsung menghadap belakang untuk melihat siapa orang yang sudah mengagetkannya itu.
"Heh anjirr, babi lo, ngagetin gue aja ampe mau copot ni jantung" ucap zahra dengan sedikit kesal.
"Mana coba biar gue periksa jantung lo!" ucap rifqi sambil mendekat ke arah zahra.. Yapss orang itu adalah rifqi.
"Heh kutu aer, lu kira gue mau gigit lu apa? Emm, tapi ya nggak papa deh kalo boleh gigit, enak tuh kayaknya, gue mau gigit bagian yang enak, empuk ama yang banyak dagingnya, ada nggak tuh?" ucap rifqi dengan cengiran jahilnya.
"Rifqi ihhh..." ucap zahra dengan bibir cemberut.
"Awas tuh awas bibirnya mau jatoh tuh".
"Ehhh ni anak, disuruh bawain belanjaan malah godain cewek" ucap seseorang yang datang menghampiri mereka (bundanya rifqi)
Seketika itu zahra langsung berlari menghampiri lia sambil sembunyi di belakangnya lia.
"Itu tan, masa rifqi mau gigit zahra, katanya mau gigit bagian yang paling empuk dan yang enak kalo digigit".
"Heh, enak aja ya lu kalo ngomong, yang nyuruh kan lu sendiri".