53. Perjalanan ke Bandung

167 23 5
                                        

H A P P Y  R E A D I N G
.
.
.
.
.
.
.
🐿🐿🐿

Hari minggu sudah terlewatkan, dan sekarang sudah hari senin. Hari dimana siswa siswi kelas 10 dan kelas 11 akan study tour ke bandung. Zahra, adeva dan amel, mereka sedang duduk lesehan di depan aula. Sedangkan echa, anak itu belum kelihatan batang hidungnya. Padahal 20 menit lagi mereka akan berangkat.

"Echa mana sih, hobbi banget dah telat" ucap amel.

"Ngeramin telurnya kali" ucap adeva asal.

"Ngga ada jawaban yang lebih berfaedah gitu?" ucap amel ketus.

"Eh itu ada kak vero, kita tanya aja sama kak vero" ucap zahra.

"Kak vero...." teriak zahra.

Vero yang saat ini tengah berdiri di depan aula, memutar badannya, mencari sumber suara yang memanggilnya. Dan ternyata zahra yang memanggilnya. Lalu ia menghampiri zahra dan dua temanya.

"Kenapa?" tanya vero saat sudah didepan zahra.

"Echa mana, kok belum keliatan?" tanya zahra sambil mengedarkan pandangannya.

"Masih dirumah molor" ucap vero santai.

"Kok ngga dibangunin sih! Dasar abang laknat!" ucap amel sedikit berteriak.

"Ngga usah teriak nyet! Budek nih kuping gue!" ucap adeva kesal. Sebab ia berada disamping amel.

"Udah gue bangunin, tapi kagak bangun-bangun, ya udah gue tinggal" ucap vero. "udah ya, gue per..."

"DASAR ABANG KAGAK ADA AKHLAK!" teriak echa  mendekat ke arah mereka.

"Dasar mulut toa" ucap vero kesal.

"Kok lu kagak bangunin gue sih bang! Tega bener lu" ucap echa kesal.

"lu mau pindahan?" ucap vero tak mengubris ucapan echa.

"Buset, sampe bawa  koper gede segala lu cha, diusir dari rumah lo?" ucap amel.

"eh kambing, lu bertiga juga bawa koper kali" ucap echa pada ketiga sahabatnya.

"Mata lo rabun? Bandingin dong, lu bawa koper gede amat, masih bawa ransel lagi! Kita bertiga mah cuma bawa koper kecil" ucap amel.

"Udah stop! Lu berdua cepet baris sana" ucap vero.

"Lah kok cuma berdua, lah si zahra sama adev..." ucap echa terpotong.

"Udah pergi dari tadi! Kuping lo berdua aja yang budek sampe kagak denger perintah baris" ucap vero, lalu pergi dari hadapan mereka.

🐿🐿🐿

Setelah melakukan doa bersama, kini mereka semua sudah masuk ke dalam bus masing-masing. kondisi di bus 2 sangat gaduh. Dibagain kursi belakang, kevin tengah berterik- teriak seperti orang gila. Menyanyikan lagu dengan asal. Disana juga ada reza yang ikut bergabung beserta beberapa temanya yang lain. Dimas, ia hanya duduk, menatap mereka dengan malas. Sedangkan rifqi, ia duduk anteng bersama sang kekasih. Mereka berdua duduk tepat di sebelah kiri zahra dan echa.

"Kevinnnn bisa diem ngga sih! Kaya orang gila tau ngga!" teriak echa kesal.

"Bodoamat!" ucap kevin.

"Udah lah cha, biarin, ntar juga capek sendiri" ucap zahra.

Setelah itu ia memposisikan untuk tidur, earphone yang ia kalungkan di lehernya ia pakai, lalu ia menyandarkan kepalanya di dekat kaca. Baru saja ia menutup matanya, ada seseorang yang memanggilnya.

"Apaan sih vin! Gue mau tidur ngga usah ganggu deh!" ucap zahra kesal.

"Lu nyanyi dong ra, karaokean kuy, tuh musiknya udah diputer" ucap kevin.

"Gak" ucap zahra singkat, memejamkan matanya kembali.

"Ayo lah ra".

"Ngga mau ihh, udah sono lu pergi" ucap zahra sambil mendorong tubuh kevin sampai terjatuh.

"Sakit njir!".

"Bodoamat!".

"Ra, gue duduk ke belakang bentar ya" ucap echa.

"Mau ngapain?" tanya zahra.

"Mau ikut konser" ucap echa diakhiri dengan cengiran.

"Tadi aja lo nyuruh diem, lah sekarang lo malah ikut-ikutan" sahut amel yang duduk di depan mereka.

"Biarin lah, dari pada cuma diem, bisa-bisa ntar gue mabok" ucap echa, sambil berjalan ke belakang.

"Kak aldo" panggil echa saat sudah di kursi belakang.

"Apa?" sahut aldo dengan malas.

"Minggir dong, gue mau duduk sini''.

"Ogah, lu kan udah kebagian kursi, ngapain mau duduk disini?''.

"Ngga usah kebanyakan nanya deh kak, mending kakak pindah, noh duduk ama zahra".

"Ck, Bawel amat dah lu!" decak aldo kesal, lalu ia beranjak dari duduknya.

Saat aldo sudah menemukan kursi tempat zahra dan echa duduki tadi, ia melihat zahra yang sudah tertidur pulas, dengan kepala yang menyandar di kaca. Kemudian ia duduk disamping zahra, mengangkat kepala zahra dengan sangat hati-hati, lalu menyandarkan di bahunya.

"Tidur aja cantik" guman aldo sangat pelan, sambil mengacak pelan rambutnya, dengan bibir yang membentuk bulan sabit.

Tanpa aldo sadari, ada seseorang yang menatapnya tak suka.

🐿🐿🐿

Sekitar 6 jam melakukan perjalanan, kini bus yang mereka tumpangi sudah sampai di bandung.

"Ra, bangun, udah sampe!" ucap echa membangunkan zahra sambil menepuk pelan pipinya.

Eummm....

"Udah sampe ya?".

"Belom! Masih di jakarta!" ucap echa kesal. "udah dikasih tau malah tanya" lanjutnya.

"Amel sama adeva mana?".

"Udah diluar, ngambilin tas di bagasi".

🐿🐿🐿

"Anjir! Berat amat dah!" umpat echa Kesal sambil menyeret kopernya.

"Salah sendiri, bawa koper segede itu! Udah kaya orang yang diusir dari rumah" ucap amel.

"Bantuin dong!".

"Ogah! Bawa sendiri kagak usah manja!" ucap zahra.

Sekarang mereka tengah berjalan menuju kamar hotel. Lokasi hotelnya ternyata dekat dengan pantai. Dan 1 kamar ditempati oleh empat orang. Di dalam kamar tersebut terdapat 2 ranjang yang ukuranya muat untuk dua orang.

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih sekitar 6 jam, hari ini mereka disuruh istirahat terlebih dahulu. Dan kunjungan wisata akan dilakukan besok.


























**********
Bersambung______________

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian!!

||Thanks for reading||
🐿🐿🐿

Azzahra [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang