12). Adit kemana?

102 9 1
                                        

Satu jam sudah pelajaran Mis Rindu akhirnya bell yang di tunggu-tunggu semua murid berdering nyaring.

"Cukup di sini dulu pelajaran Mis, nanti kita lanjut lagi jika Tuhan mempertemukan kita kembali, Assalamualaikum," ucap Mis Rindu.

"Waalaikumsalam Mis." jawab serentak.

Aurel, Aida dan Aness bergegas ke luar kelas. Mereka bertiga menuju kantin untuk mengisi perut yang sudah di demo sedari tadi.

"Kalian mau pesen apa, biar gue yang bayarin?" tanya Aurel.

"Tumben lo mau traktir kita, wah wah gue curiga nih," jawab Aness sambil menggelengkan kepalanya.

"Paling dia lagi bahagia, liat aja tuh dari tadi senyum-senyum sendiri aja," ucap Aida melirik Aurel.

"Cepetan kalian mau apa, kalau nggak mau yaudah," ucap Aurel berbalik badan.

"Ehh Rel ... gue mau mie goreng sama air mineral dingin ya," ucap Aida.

"Hmm kalo gue bakso mang oglek aja deh kayanya enak tuh sama jus alpukatnya ya mumpung gratis lah," ucap Aness.

"Oke kalian tunggu ya,"

Setelah beberapa menit mereka menunggu akhirnya Aurel datang bersama kedua bapak kantin.

"Ini mau di taro di mana neng Aurel?" tanya mang oglek.

"Sini pak biar aku aja," ucap Aness yang langsung mengambil bakso yang ada di tangan mang oglek.

Di sela-sela makan mereka, Aurel membuka suara.

"Gue mau ngomong nih kira-kira gue nemuin Aldi nggak ya?" tanya Aurel.

"Hahh Aldi, Aldi siapa? Gue baru denger tuh nama," ucap Aness sambil menyemburkan minumannya.

"Ya Rel siapa gue juga baru denger?" tanya Aida kembali.

"Itu loh temennya si Galen sepupu gue anak SMK Bakti,"

"SMK Bakti? kenalin dong Rel cowok-cowok di sana bila perlu sama sepupu lo lah," ucap Aness yang langsung mendapat cubitan di pipi oleh Aida.

"Cowok mulu yang ada di pikiran lo," ucap Aida. "Menurut gue sih ya Rel, terserah lo itu mah."

"Hmm iya juga sih, ada yang mau temenin gue?" tanya Aurel melihat kedua temannya itu.

"Kalau gue sih nggak bisa Rel, maaf ya," jawab Aida.

"Sama gue aja Rel, biar sekalian kenalan sama sepupu lo," ucap Aness.

"Oke, oh iya hari ini gue nggak ngeliat Kak Adit ya, tumben banget sih nggak ke kantin," ucap Aurel sambil menengok mencari keberadaan Adit.

"Iya ya gue juga, tapi tuh Kak Daffa sama Kak Rangga ada Rel," ujar Aida.

"Coba tanya aja ke mereka Rel," ucap Aness.

"Maluin lah gue, masa nyamperin mereka di kantin,"

"Lo inget nggak, kemarin-kemarin lo kan nyamperin Kak Adit ngasih bekal," ucap Aness dengan tawanya.

"Tapi ini beda gue ngga terlalu kenal mereka, mungkin nanti pulang sekolah aja lah gue samperin," ucap Aurel sambil melipat kedua tangannya.

***

Bell pulang berdering di seantero sekolah. Semua murid bergegas merapikan buku-buku mereka dan peralatan lainnya dan bersiap untuk pulang.

Aurel berlari cepat ke tempat parkiran ia berniat bertemu dengan Kaka kelasnya itu Kak Daffa atau ka Rangga untuk menanyakan kabar tentang Adit, karena hari ini ia tak menemukan sosok Adit dari tadi pagi.
Akhirnya Aurel menemukan Daffa yang tengah mengambil motornya.

"Ka Daff tunggu!" ucap Aurel ngos-ngosan.

"Loh Aurel, ada apa?" jawab Daffa.

"Ntar dulu ka .. aku mau nanya kalo ka Adit kemana ya ka ko aku nggak ngeliat ka Adit dari pagi?" tanya Aurel sambil mengatur nafasnya.

"Masa kamu nggak liat sih orang dia sekolah tadi,"

"Emang ngga Kak, kalau liat gue nggak bakal nanya sama Kakak, terus sekarang Kak Adit di mana?" ujar Aurel.

"Udah pulang lah dari tadi," ucap Daffa malas.

"Oh yaudah makasih ya Kak,"

"Hmmm." lirih Daffa sambil menaiki motornya dan meninggalkan Aurel.

"Ka Daffa kok jadi jutek sih, aneh." ucap Aurel bermonolog.

Yuhhuu aku kembali lagi:v

Votmentnya jangan lupa:)

Follow ig: trilistiani_07

AURELIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang