9. Rencana

5.6K 183 8
                                        

Alga berdecak kesal saat gadis itu menarik dirinya menjauh. Laki-laki berseragam itu sungguh menyukai posisi Danila yang sangat dekat dengannya. Tubuh Danila juga terlihat makin seksi dari pandangannya.

"Ya! Iya!"

Mulut Alga menyeringai sangat lebar mendengar jawaban jujur Danila. Ternyata dia memang cemburu. Berarti misinya berhasil.

Alga segera mendekat lagi pada Danila yang sedang membekap mulut polosnya. Harga dirinya sudah jatuh dihadapan seorang Bintang Algalean.

"Cuma lo yang gue mau. Inget." Danila mendongak menatap mata Alga yang berdiri tepat di depannya. Sedang mengatakan sesuatu yang semakin membuat tubuhnya tergelitik sesuatu. Begitu menggelitik hingga Danila kesulitan mengendalikan dirinya. Bibirnya sudah melengkung tanpa dia sadari.

"Ada playboy naik kelas nih."

Dua orang yang sedang asik bertatapan itu menatap Dandi yang berdiri menyandar pada tiang koridor. "Kata-kata lo bikin nasi gue meronta minta dikeluarin dari perut nih Ga."

Alga menghampiri Dandi dan mendorong bahunya "mau gue tonjok lo?"

"Ga, udah kali," sela Karel disusul Beni dan Danda.

"Tau nih bocah, baperan amat semenjak gaul sama adek kelas itu." Balas Dandi menunjuk Danila.

"Namanya Danila."

"Iya iya. Udah buruan resmiin aja napa sih Ga? Jangan gombalin terus kayak tadi. Anak orang bisa mati kebaperan bego." Dandi menepuk pipi Alga sambil tertawa.

"Gue siap jadi saksi nih Ga," kata Beni "anggep aja bokap lo."

"Danda juga bisa jadi penghulu, atau jadi pendeta juga dia siap. Tinggal lo mau resmi dengan cara apa nih?"

"Lo berdua kapan sih sadarnya?" Ucap Karel pada Beni dan Dandi.

"Nah kalo Karel cocoknya jadi tukang salonnya. Aw cucok meong!" Karel yang merasa diejek segera menonjok perut Beni sampai laki-laki dengan dasi terikat di jidat itu meringis.

"Lo beneran suka sama nih cewek Ga?" Tanya Danda si serius. Tidak memperdulikan candaan receh sahabat-sahabatnya.

Mereka berlima menatap Danila bersamaan. Anak rambut Danila menutupi wajahnya saat dia menunduk malu. Ini adalah saat memalukan kedua baginya setelah beberapa hari lalu jatuh di hadapan kelima cowok tampan itu. Sial.

"Ngapain ditanya sih Nda. Ya enggak mungkin lah Alga suka beneran sama cewek. Dia kan nggak normal bego." Semua melotot ke arah Beni yang langsung membuat tanda peace.

"Kak, gue permisi ke kelas ya," ucap Danila sudah tidak tahan lagi berada di ruang lingkup seperti ini. Tapi tangan Alga mencegahnya.

"Wow."

"Lo serius Ga?"

"Dia?"

Tanya para sahabatnya heran dengan prilaku Alga. Biasanya dia tidak pernah peduli dengan para perempuan, tapi kali ini tampak aneh.

Alga menatap keempat orang itu, "kenapa? Masalah?" Kemudian dia membawa Danila pergi untuk mengantarnya ke kelas.

Dia akan terus berusaha mendapatkan Danila, dan sebelum itu terjadi Alga tidak bisa berhenti.

"Kenapa?" Tanya Alga setelah mereka berada di dalam kelas Danila yang ternyata masih kosong. "Malu."

Dinginnya suanana kelas akibat ac yang menyala membuat Danila menegang. Karena fasilitas di sekolah mereka memang lengkap mengingat mereka harus membayar mahal untuk bisa bersekolah di sini. Ditambah lagi dengan genggaman tangan Alga dan tatapan intens itu membuat Danila kaku.

My Hot Girl (✓)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang