Ciuman Alga semakin dalam saat Danila mulai berani membalasnya. Punggung kecil Danila sudah menyentuh pohon sepenuhnya. Mata keduanya terpejam menikmati sensasi yang begitu memabukkan.
Jemari Alga menyentuh tengkuk Danila membuat gadis itu merinding. Tangan itu turun hingga pundak Danila, kemudian menyingkap blouse Danila yang menutupi bagian pundak itu. Memperlihatkan kulit cerah yang jarang sekali terekspos.
Danila sepertinya belum menyadari itu, ia masih sibuk menikmati ciuman mereka. Hingga bibir Alga berpindah pada pundaknya.
Alga didorong kuat oleh Danila hingga mundur beberapa langkah. Tangan gadis itu membenahi pakaiannya dan tertunduk malu.
Ia sudah kelewatan.
"What are you doing? Gue lagi bersenang-senang, tapi lo berani ganggu kesenangan gue hah?" Bentak Alga membuat mata Danila membulat.
"Bersenang-senang?" Batin gadis itu nanar.
"Lo diem aja, cantik."
"Kak Alga, enggak!"
"Sstt.. diem!" Alga meraih kedua lengan Danila dan mengunci tubuh itu ke pohon. Bibir Danila dikecup singkat tanpa aba-aba. Kemudian leher blousenya diturunkan lagi oleh Alga membuat gadis mungil itu memekik ketakutan.
"Gue suka sama rasa bibir lo."
"Dan juga rasa ini."
Alga juga mengecup pundak Danila. Gadis itu meronta dan menendang tulang kering Alga membuat laki-laki itu mundur lagi. Tidak terlalu sakit, tapi cukup menjengkelkan.
Gadis ini memang selalu jual mahal sejak pertama kali Alga dekati. Baiklah Alga akan mengalah kali ini, ternyata benar, Danila bukan wanita yang mudah digoda.
Danila terdiam cukup lama di tempatnya. Dadanya kembang kempis mengingat kejadian tadi. Ia masih belum mengerti apa-apa saja yang dia dan Alga lakukan. Tapi kemudian Alga mendekat dan menyadarkannya.
"Maaf, cantik." Kata itu yang akhirnya Alga pilih.
Gadis mungil itu masih diam. "Gue kelepasan, please maafin ya. Kalo gitu sekarang kita pulang aja." Tangan Danila menghentikan Alga yang akan menariknya.
"Sebentar Kak," ucapnya lirih.
"Gue seneng banget malem ini, karna sebelumnya gue belum pernah dapet kejutan seindah ini. Makasih Kak Alga, tapi.. apa sebenernya tujuan Kakak kasih ini semua?" Danila mencoba menatap mata Kakak kelasnya dengan berani. Dia ingin mencari ketulusan dari mata seorang berandal yang ditakuti banyak orang.
Sedangkan yang ditatap sedikit bingung. Ia yakin tujuannya sejak awal masih sama. Untuk menjadikan Danila mainan yang akan membuatnya senang.
Tapi wajah gadis mungil itu mengalihkan pikirannya. Aneh, dia lupa sejenak tentang mainan atau apapun itu.
"Gue pengen lebih dekat sama lo. Dan bikin lo nyaman." Jawaban Alga keluar begitu saja melihat tatapan Danila yang begitu menuntut kejujuran darinya. Apa mulutnya jujur? Atau justru ini kemauan hatinya?
Ah, memang sejak kapan Alga memakai hatinya?
Danila mulai tersenyum, "tapi gue tau, lo bakal tetep nolak kalo gue tembak, kan?"
"Iya." Keduanya tertawa ringan dan Danila mulai lupa dengan kejadian tadi.
"Oke, fine. Nanti kalo gue udah cinta sama lo, gue bakal minta lo buat jadi pacar gue lagi. Jadi lo tahan dulu cinta lo sekarang, karna gue tau lo itu udah cinta banget sama gue, ya kan cantik?"
"Ish! Apaan sih Kak enggak kok! Geer banget."
"Jangan bohong, cantik. Ntar idung lo panjang."
"Biarin."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Hot Girl (✓)
Teen FictionMasih tentang anak nakal tapi tampan seperti kebanyakan cerita remaja lainnya. Tapi Alga akan mengingatkan kalian tentang kesalahan seorang laki-laki dalam memperlakukan perempuan. Dan Danila akan memberi kalian pelajaran mencintai dengan tulus sert...
