Happy Reading 😊
***
Lea menghirup udara segar dengan kedua tangan yang memegang tas punggungnya Arial erat-erat.
Arial memilih jalan pintas agar cepat sampai dirumah Lea, walaupun jalan yang dipilih Arial bisa dibilang sepi.
Disepanjang jalan terdapat banyak pohon-pohon rindang dan beberapa bunga-bunga liar yang tumbuh. Pemandangan yang ditawarkan pun cukup indah.
"Yakin nggak nyasar-kan lo?" Tanya Lea khawatir bukanya pulang dengan cepat justru dia kan pulang terlambat.
Walaupun Lea menikmati perjalanan pulangnya tak membuat Lea berhenti mengoceh dari tadi.
"Bawel banget sih lo! Gue kan udah bilang percaya aja sama gue" balas Arial dengan suara agak kencang.
"Eh! Percaya sama lo itu musyrik ya!! Lagian gue khawatir aja lo bales dendam sama gue makanya lo lewat jalan sepi kek gini"
Arial tertawa "Ternyata Lo bisa khawatir juga? Gue pikir lo orangnya bener-bener cuek"
Lea memutar bola matanya malas "Le?!" Panggil Arial setelah sekian lama terjadi keheningan diantara mereka berdua.
"Apa?!"
"Pusing sama mual lo udah baikan?" Lea mengerutkan dahinya 'Kesambet apa ni cowok? Tiba-tiba perhatian' batin Lea.
"Udah" jawab Lea singkat, manik mata Lea menatap kearah kaca spion motor Arial dan bertepatan dengan Arial yang juga tengah menatap Lea dari kaca spion.
Lea segera mengalihkan pandangannya dan kembali menatap pemandangan di sekitar jalan yang sepi.
Arial pun sama, dia kembali menatap kearah depan, beberapa kali Arial terlihat menghela nafas.
"Berhenti! Berhenti!" Dengan suara kencang disertai tepukan pada bahu Arial bertubi-tubi, Lea menyuruh Arial menghentikan motornya.
"Lo bikin gue kaget tau!!" Kesal Arial setelah menepikan motornya dipinggir jalan.
Arial merasakan Lea turun dari motornya dan menyerahkan helm yang dia gunakan ke Arial yang masih duduk di atas motornya.
"Oy mau kemana Lo?!!" Tanya Arial saat melihat Lea berjalan ke balik pohon besar dipinggir jalan dengan sedikit berlari.
'Bego banget sih! Udah tau kakinya keseleo malah lari-lari' batin Arial
Lea tak menyadari bahwa ada benda yang terjatuh dari tasnya akibat berlari. Arial yang melihatnya langsung mengambil benda tersebut hendak dikembalikan namun Arial tak melihat Lea.
Arial tak bisa melihat Lea karena tertutup pohon besar. Takut terjadi sesuatu, Arial memutuskan mengikuti kemana Lea pergi setelah memasukkan benda yang ada ditangannya kedalam ranselnya.
Arial melihat Lea duduk di atas rumput yang terlihat hijau dengan danau kecil didepannya.
"Jangan main pergi gitu aja bisa kan?!" Arial memutuskan ikut duduk di samping Lea.
Jaket Arial yang semula Lea gunakan untuk menutupi pahanya kini beralih berada di pundak Lea. Arial sebenarnya kesal harus meminjamkan jaketnya kepada Lea lagi.
Namun sisi kemanusiaan Arial tak ingin paha mulus Lea menjadi tontonan.
Arial melihat Lea menutup matanya dan menghirup nafas dalam-dalam. Walau hanya dilihat dari sebelah saja wajah Lea sangat cantik.
Arial memutuskan mengalihkan pandangannya setelah merasakan jantungnya berdegup kencang hanya dengan melihat wajah Lea.
Danau yang berada didepan Arial tak terlalu besar namun sangat cantik dengan warna airnya yang cukup jernih. Pantulan sinar matahari sore turut menambah kecantikan danau itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Interesting Girl [END]
Romantik[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Kalau lo beneran nggak hamil lo mau minta cerai?" tanya Arial ragu. Arial melihat Lea mengangguk dengan antusias. "Kita bakalan cerai lalu gue bisa bebas." Entah mengapa Arial merasa takut berpisah dengan Lea sekarang padah...
![Interesting Girl [END]](https://img.wattpad.com/cover/211438047-64-k54803.jpg)