Selamat malam buat kalian yang setia nunggu'in cerita author😉
Jangan lupa Voment 👌
Happy Reading 😊
***
Lea mengikuti Arial yang berjalan didepannya menuju kamar mereka. Kamar yang akan mereka tempati bersama mulai sekarang.
Setelah sampai didalam kamar Lea menatap bingung ke arah Arial yang mengambil selimut serta satu bantal yang berada di atas ranjang.
"Mau ngapain?" bingung Lea saat melihat Arial merentangkan selimut dan menaruhnya di atas lantai.
Arial menghentikan kegiatannya "Tidur lah" dengan santai Arial merebahkan tubuhnya di atas selimut yang dia gunakan sebagai alas tidur.
"Kok dilantai?"
Arial berdecak kesal "Terus lo mau gue tidur dimana?"
Lea mengerutkan dahinya "Ya di kasurlah" Arial mengeram pelan 'Nih cewek pura-pura bego apa emang bego sih?' batin Arial.
"Terus lo?"
"Ya gue tidur di kasur lah" jawab Lea dengan santai lalu berjalan kearah ranjang.
Lea mendudukkan tubuhnya ditepi ranjang Arial yang lumayan nyaman "Maksud lo! Kita tidur berdua?" Tanya Arial sambil bangun dari tidurnya dengan kedua mata melotot.
"Emang kenapa kalo kita tidur berdua?"
'Fiks gila nih cewek!' batin Arial
"Ngapain bengong?"
"Siapa yang bengong? Lagian lo nggak gimana gitu tidur berdua sama gue?"
Lea menggeleng pelan bingung dengan sikap Arial "Gimana itu gimana maksud Lo?"
Melihat raut wajah Arial sekarang membuat Lea mendengus kesal "Jadi lo percaya kalau gue hamil?" Tanya Lea.
Dengan cepat Arial menggangguk "Iya, lagian lo kan emang hamil. Tenang aja gue nggak akan membeda-bedakan anak kita nanti"
Manik mata Lea melotot "Maksud lo apa ngomong kaya gitu? Emang siapa juga yang mau buat anak sama Lo?!!"
'Mampus salah ngomong lagi gue'
"Bukan gitu maksud gue!" bela Arial.
"Biar gue perjelas sama lo! Gue nggak hamil! Dan berhenti bersikap seolah-olah lo bisa jadi suami dan ayah yang baik. Karena gue yakin lo nikah sama gue juga karena Lo kasihan sama gue"
Ucapan Lea memang benar, Arial menikahnya memang karena rasa belas kasihan, namun tidak seratus persen. Sebagian hati kecil Arial menerima dengan ikhlas Lea menjadi istrinya.
Arial menghembuskan nafas panjang mencoba memahami sifat dan sikap Lea 'Apa sebegitu tertekannya Lea sampai tidak menganggap keberadaan anaknya?'
"Gue emang bukan cowok yang baik, tapi gue bakalan jadi suami dan ayah yang baik buat lo dan anak lo"
"Masih belum percaya kalau gue nggak hamil?" Lea heran kenapa begitu susah membuat orang percaya bahwa dia tidaklah hamil.
Diamnya Arial membuat Lea yakin bahwa Arial tak mempercayai omongannya.
"Serah deh lo mau percaya atau nggak! Yang penting gue nggak mau lo tidur dibawah. Lo sendiri yang bilang mau jadi suami yang baik, jadi lo tidur di ranjang sama gue" putus Lea.
"Lo ngga-" ucapan Arial terpotong karena deringan ponsel Lea yang berada di atas nakas.
Melihat nama yang tertera di layar ponsel membuat Lea memilih berjalan kearah balkon kamar Arial.
Menghela nafas lelah, Arial meraih selimut yang dia gunakan sebagai alas tidur dan bantal membawanya ke atas ranjang.
"Halo kak" sapa Lea pada si penelepon.
"Halo Le? Ganggu nggak?" Ucap si penelepon yang tak lain adalah kak El.
"Enggak kok kak. Ada apa?"
"Tadi gue tungguin kok nggak muncul pulang sekolah? Mana ponsel lo nggak aktif"
Mampus. Lea lupa bahwa dirinya memiliki janji dengan El sepulang sekolah "Aduh maaf banget ya kak tadi siang gue ada acara keluarga makanya nggak berangkat sekolah dan soal ponsel tadi lowbet"
"Tumben lo ikut acara keluarga?" Kedua bola mata Lea bergerak ke sana kemari mencari alasan yang tepat, pasalnya El sangat mengetahui bahwa dia paling tidak suka ikut acara begituan.
"Ah itu-anu..gue dipaksa sama papa"
"Ouh" Lea menghela nafas lega saat El mempercayai ucapannya.
"Kalo diganti siang ini bisa?"
"Bisa-bisa!" Lea jadi heran kenapa El sepertinya ingin sekali bertemu dengannya.
"Ya udah gue jemp-" Lea langsung memotong perkataan El, bagaimana mungkin El akan menjemputnya saat dirinya sendiri tidak masuk sekolah.
Ya. Lea dan Arial mengambil libur dua hari, Jum'at dan Sabtu untuk acara pernikahan mereka.
"Nggak usah kak! Kita langsung ketemuan di kafe Levin aja gimana?"
"Oh ya udah. Sampai ketemu besok"
Tuttt
Panggilan terputus dan Lea memutuskan untuk masuk ke dalam kamar, namun langkahnya terhenti saat ponselnya kembali berdering.
"Kenapa Vin?"
"Harusnya gue yang tanya! Kenapa lo nggak masuk sekolah hari ini? Nea juga!" Lea memutar bola matanya malas.
"Le?!" Lea sedang memikirkan alasan yang tepat sekarang, tak mungkin dia menggunakan alsan yang sama saat membohongi El tadi. Jelas Levin tak akan percaya.
"Males" akhirnya satu kata itulah yang keluar dari bibir Lea setelah sekian lama berpikir keras.
"Lo masih sakit?"
"Udah langsung ke intinya aja! Tujuan lo apa hubungin gue?!"
Levin terkekeh di ujung telepon "Hehehe lo tau aja gue mau ngomong sesuatu. Sebenarnya gue mau ngenalin Lo sama pacar baru gue"
Lea mendengus "Itu doang?!" Ucap Lea seakan tak percaya Levin meneleponnya hanya untuk mengatakan hal itu.
"Kok lo gitu sih?! Bukanya seneng sahabatnya udah move on!!" Dari suaranya Levin terlihat sebal akan reaksi Lea.
"Oh kalo gitu selamat! Dah gue mau tidur ngantuk!!" Kesal Lea lalu menutup telepon walau sempat terdengar suara Levin yang tak terima teleponnya ditutup.
Setelah menutup pintu balkon, Lea berjalan kearah ranjang. Lea tersenyum melihat Arial yang tengah tertidur di atas ranjang.
Dengan gerakan pelan tak ingin membuat Arial bangun Lea menidurkan badannya di samping Arial.
Rasanya Lea ingin mengumpat sekarang, ranjang yang tadinya dia pikir cukup besar terasa sempit saat ditiduri oleh Arial dan Lea.
Lea bahkan bisa merasakan tangannya bersentuhan dengan tangan Arial.
'Tau gini gue biarin aja dia tidur dilantai' batin Lea sebelum memejamkan matanya
🥑🥑🥑
Author mau ngucapin banyak terimakasih buat yang udah baca, vote dan comment cerita author.
Author disini bukan apa-apa tanpa dukungan kalian☺️
Comment aja kalau ada typo👌
Salam sayang 🥰
Kang Halu 😎
KAMU SEDANG MEMBACA
Interesting Girl [END]
Romansa[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Kalau lo beneran nggak hamil lo mau minta cerai?" tanya Arial ragu. Arial melihat Lea mengangguk dengan antusias. "Kita bakalan cerai lalu gue bisa bebas." Entah mengapa Arial merasa takut berpisah dengan Lea sekarang padah...
![Interesting Girl [END]](https://img.wattpad.com/cover/211438047-64-k54803.jpg)