46. Aset Pribadi Tidak Untuk Umum

17.1K 811 52
                                        

Updatenya Sore hehehe
Happy Reading 😊

***

Pagi hari di hari Senin Lea disibukkan dengan kegiatan rutin memasaknya, jika biasanya Lea akan memasak beberapa macam makanan kini Lea hanya memasak satu menu sederhana yaitu nasi goreng.

Tentu saja Lea tak akan menghabiskan waktunya dengan berkutat di depan kompor untuk memasak beberapa macam makanan.

Lea sudah mengenakan seragam sekolahnya, seragam kesayangannya tentunya. Rok pendek, baju ketat dan dua kancing teratas tak dikaitkan.

"Ar! Turun cepetan makanannya keburu dingin!"

Lea menata dua piring nasi goreng dengan telur mata sapi di atasnya ke atas meja, tak lupa segelas susu hangat untuk Arial.

"Iya!" Lea melihat Arial menuruni tangga dengan terburu-buru dan itu membuat Lea geleng-geleng kepala.

"Turunnya hati-hati ntar jatuh gue yang disalahin"

Arial dan Lea duduk saling berhadapan "Cie yang perhatian" goda Arial sambil menaik-turunkan alisnya.

Lea memutar bola matanya "Lebay!" Arial diam-diam tersenyum senang merasa Lea sangat perhatian kepadanya walaupun secara tidak langsung.

Suapan demi suapan nasi goreng masuk kedalam mulut Arial, dia sangat menikmati masakan Lea yang tak jauh berbeda dengan Bundanya.

Satu keinginan Arial sewaktu kecil terkabul, keinginan memiliki istri yang bisa masak seenak masakan Bundanya.

"Biar gue aja!" Sela Arial saat melihat Lea hendak mengambil piringnya untuk dicuci.

Lea menatap ke arah Arial dengan dahi berkerut, tak lama Lea mengangguk merasa senang karena tak usah mencuci piring.

Lea menunggu Arial di sofa sembari memainkan ponselnya, jarum jam masih menunjukkan pukul enam lebih sepuluh menit.

Biasanya Lea baru akan berangkat ke sekolah pukul setengah tujuh lebih tapi kali ini berbeda.

Arial membangunkannya subuh tadi untuk menjalankan ibadah shalat subuh. Awalnya Lea menolak keras namun karena paksaan Arial akhirnya Lea bangun dan shalat berjamaah.

Sehabis shalat Arial kembali tidur sedangkan yang Lea lakukan hanyalah menggerutu, karena Lea sulit tertidur kembali jika sudah bangun.

Tak mau berdiam diri saja Lea memutuskan untuk mencuci pakaian saja, tentu saja menggunakan mesin cuci mana mau Lea mencuci menggunakan tangannya.

Selain membutuhkan waktu yang lama mencuci menggunakan tangan juga membuat badan Lea remuk.

"Ayo berangkat" mendengar ajakan Arial, Lea bergegas menyimpan ponselnya dan meraih tas punggungnya yang berada di atas meja.

"Katanya mau berangkat kok malah diem?" Tanya Lea saat  Arial hanya berdiam diri ditempatnya.

Lea yang sudah berada di depan pintu kembali mendekat ke arah Arial "Lo ngapain bengong disini?! Ayo berangkat elah!"

Lea merasa tak nyaman saat Arial menatapnya tanpa berkedip "Ari?! Lo ngapain sih?"

Bukanya menjawab pertanyaan Lea, Arial justru melangkah mendekati Lea.

Lea melotot saat jaraknya dengan Arial hanya tersisa satu jengkal, apalagi tatapan mata Arial yang tak lepas dari wajah Lea.

Lea tersentak kaget ketika kedua tangan Arial memegang baju seragamnya di bagian atas.

Selama beberapa detik yang Lea lakukan hanyalah menahan nafas dengan pandangan mata terarah ke wajah Arial.

Sedangkan Arial terlihat sedikit menunduk menatap tangannya yang tengah sibuk mengancingkan seragam sekolah Lea.

Setelah selesai Arial kembali menatap wajah Lea "Ini aset gue jadi jangan biarkan orang lain lihat"

Setelah berkata demikian Arial berjalan meninggalkan Lea yang berdiri mematung di tempatnya. Jantung Lea berkerja dua kali lipat sekarang.

🥑🥑🥑

"Kenapa berhenti?" Tanya Lea saat motor bebek Arial berhenti agak jauh dari gerbang sekolahnya.

"Turun"

"Hah?!"

Arial berdecak kemudian menatap Lea dari kaca spion motornya "Gue bilang turun"

Merasa kesal Lea turun dari atas motor Arial dengan wajah ditekuk "Kenapa turun disini sih? Kan di sekolah bisa!"

Arial menerima helm yang Lea sodorkan kepadanya "Gue cuma nggak mau lo dijadikan bahan gosip"

Lea memutar bola matanya malas, Arial seperti tak tau saja jika setiap hari Lea sudah menjadi bahan gosip.

"Tiap hari gue udah jadi bahan gosip kalau lo mau tau!"

"Gue tau. Tapi kali ini beda, gue nggak mau lo digosipkan yang nggak-nggak sama gue"

Sebelah alis Lea terangkat "Jadi lo malu nikah sama gue? Kalau gitu kenapa dulu Lo nggak no-"

Arial menaruh jari telunjuknya di depan bibir Lea "Gue nggak pernah malu nikah sama lo. Gue cuma nggak mau lo jadi bahan omongan orang kalau sampai tau kita udah nikah apalagi kalau mereka tau Lo hamil. Kita juga masih SMA, gue nggak mau baik lo ataupun gue dikeluarkan dari sekolah"

"Gini ya Ar. Pertama gue nggak hamil, kedua gue nggak masalah mereka mau ngomongin gue kaya apa, ketiga mereka nggak akan tau kalau nggak ada yang bocorin hal ini. Disekolah ini yang tau latar belakang kita menikah cuma, gue, lo, Nea dan Topan. Kalaupun rahasia ini terbongkar berarti salah satu dari kita berempat yang bocorin"

Lelah berbicara panjang lebar Lea membalikan badannya dan berjalan kearah gerbang sekolah yang belum ramai.

🥑🥑🥑

Selamat sore guys 👋

Author updatenya kecepatan yak?

Maklum aku lagi sedikit sibuk jadi updatenya di cepetin takut nantinya malah nggak bisa update.

Soalnya author lagi sibuk bikin surat lamaran kerja 😂

Doa'in semoga lancar ya👌

Maaf bila ada typo 😁

Salam sayang 🥰

Kang Halu 😎

Interesting Girl [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang