6. Chat Nyasar

21.4K 1.3K 50
                                        

Hargailah sebuah kaya. Jangan lupa vote dan commentnya ya.

***

Arial mengacak rambutnya kasar saat melihat pesannya lagi-lagi hanya dibaca. Arial berfikir apakah ada yang salah dengan chat-nya, namun berulang kali dia membacanya tak ada yang salah dalam isi pesannya.

Mengabaikan itu semua Arial lebih memilih berjalan kearah kamar mandi, memikirkan pesannya yang hanya dibaca membuat Arial gerah. Arial berfikir sepertinya Nea tak nyaman dekat dengannya.

Buktinya sudah lebih dari dua tahun Arial mencoba mendekati Nea namun reaksi yang Nea berikan selalu sama. Jika Arial menyapa Nea, Nea hanya kan membalasnya singkat atau bahkan hanya tersenyum.

Betul kata Topan, Nea itu orangnya mudah bergaul namun dia sangat tertutup berbeda dengan Lea yang dingin namun lebih terbuka, walau hanya kepada Levin.

Arial juga bingung tentang Nea dan Lea yang tak pernah menjalin hubungan dengan seorang cowok pun, padahal jika mau mereka akan dengan mudah mendapat pacar terlebih Lea.

Banyak cowok yang mengincar keduanya, selain karena mereka berdua cantik, anak orang kaya, mereka juga pintar dalam bidang akademik. Namun bukan itu alasan Arial menyukai Nea.

Ada masa lalu yang membuat Arial menyukai Nea, tentang sifat Nea yang baik hati, lemah lembut dan perhatian.

Arial mengusap rambutnya yang basah karena sehabis keramas, bulir-bulir air menetes dari dahi Arial membuatnya kelihatan seksi. Arial memang tak dicap tampan namun dia memiliki senyum yang teramat manis. Itulah kelebihannya selain mempunyai badan yang tinggi dan sedikit berotot.

Setelah memakai kaos putih dan celana kolor selutut Arial membaringkan badannya di atas kasur mengamati langit-langit kamarnya sejenak sebelum panggilan bundanya menghentikan lamunannya.

"Ar! Makan dulu!" teriak Dinda dari lantai bawah, rumah yang tak terlalu besar membuat teriakan Dinda terdengar cukup kencang dari kamar Arial.

"Iya bun!" balas Arial lalu bangun dari tidurnya, meraih ponsel yang dia letakkan begitu saja di atas kasur.

Mata Arial seketika melotot saat melihat notifikasi dari Nea, jari Arial bergerak dengan cepat membuka isi pesan tersebut.

Sweat Heart
Hem

Hanya satu kata namun sudah sanggup membuat sebuah senyum terbit di wajah Arial. Melihat pesan tersebut sudah dikirim sekitar lima menit yang lalu membuat Arial bergerak cepat membalasnya, tak ingin membuat Nea menunggu lebih lama lagi.

Lea yang baru selesai mandi berjalan mendekati ponselnya yang berada di nakas samping tempat tidur saat mendengar ponselnya berdering. Melihat siapa pengirimnya membuat Lea teringat tingkah konyolnya yang mau membalas pesan tersebut.

Tadinya Lea hanya penasaran apa niat cowok yang sempat membuat Lea marah karena menumpahkan kuah bakso yang panas ke seragam-nya itu. Dan demi mengetahui niat cowok tersebut Lea membalas pesannya, walaupun harus berfikir beberapa menit dulu hanya untuk membalas pesannya.

Lea bingung tadi ingin menjawab apa, setelah pusing berfikir akhirnya Lea hanya membalas dengan deheman.

62+**********
Lagi apa Ne?

Lea mengangkat sebelah alisnya saat melihat pesan dari Arial. Ini mata Lea yang bermasalah atau Arial aja yang salah ketik?

"Nih cowok bego pa gimana? Nama gue kan Lea! Gimana bisa dia manggil gue Ne?" gumam Lea. Mengabaikan panggilannya yang salah, Lea bergegas mengetik balasan untuk Arial.

To 62+**********
L dpt nmr gw dr mna?

Belum lama muncul balasan dari Arial.

62+**********
Makan yang banyak Ne,biar cepet gede

"Nggak nyambung nih orang," gumam Lea, Lea duduk di atas kasur king size-nya. Menatap pesan Arial yang lagi-lagi memanggilnya dengan sebutan Ne. 'Atau jangan-jangan nih orang ngira gue Nea kali ya? Makanya dari tadi manggil Ne, Ne,' batin Lea.

62+*********
Ne
Nea kok cuma di read sih?

Dan pesan masuk baru saja dari Arial membuat tebakan Lea benar, Arial menganggap nomor ini adalah nomor Nea. "Tapi dari mana coba dia dapet nomor gue?" tanya Lea pada dirinya sendiri, frustasi memikirkan kemungkinan yang ada.

Sudut bibir Lea terangkat saat sebuah ide keluar dari otaknya, ide yang tentu saja Lea sadari itu adalah ide gila dan konyol. Lea memberi nama kontak Arial dengan nama 'Dolce'. Lea sepertinya benar-benar tertarik dengan Arial.

🥑🥑🥑

Maaf bila ada typo😁
Jangan lupa vote dan commentnya
See you again

Salam sayang
Si tukang halu 😎😎

Interesting Girl [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang