61. Dua Hati Yang Sama-sama Terluka

14.9K 902 157
                                        

Dobel update sesuai janji aku😁
Ini part sepesial ya, bacanya pelan-pelan aja kalau perlu dihayati 🤣

Terimakasih untuk 100K lebih pembaca, love kalian pokoknya 🙆🙆🙆

Jangan lupa dengerin lagu di mulmed oke👌

Happy Reading 😊

***

Mobil yang dikendarai Levin berhenti di depan salah satu club terkenal ibukota. "Gue harap Lea ada didalam," kata Levin sembari melepas sabuk pengamannya.

Dalam hati Arial tak sepenuhnya setuju dengan perkataan Levin, Arial memang ingin menemukan Lea tapi tak ditempat seperti ini.

Ini club terakhir yang mereka kunjungi, sebelumnya Arial dan Levin sudah mendatangi semua club yang pernah Lea datangi dan hasilnya nihil, Lea tak pergi ke sana.

Sekarang sudah jam delapan lebih dan club inilah harapan terakhir Arial dan Levin. Menurut Arial club ini cukup ramai dikunjungi walaupun ini bukan akhir pekan.

"Gue cari disebelah sana lo sebelah sana." Levin menunjuk dua arah yang berlawanan.

Setelah melihat Arial mengangguk, Levin mulai mencari Lea di setiap sudut club. Levin mulai frustasi setelah lima menit mencari namun tak kunjung menemukan Lea.

"Kak Levin." Levin mengalihkan pandangannya ketika mendengar suara seseorang tengah memanggilnya.

Levin melihat seorang perempuan tengah duduk di kursi bar, perempuan tersebut melambaikan tangannya kepada Levin tak lupa senyum manis terbit diwajahnya.

Levin berjalan menghampiri perempuan tersebut setelah berpikir cukup lama apakah dia mengenali perempuan itu atau tidak, dan Levin mengenali perempuan itu, yang tak lain adalah adik kelasnya.

"Kak Levin ngapain disini?" tanya Albinka adik kelas Levin.

"Lagi nyari Lea."

Albinka membulatkan mulutnya. "Kak Lea? Gue pikir kak Lea udah nggak pergi ke club lagi, soalnya sudah hampir seminggu dia nggak kelihatan. Ntar kalau ketemu gue kasih tau deh kak."

Levin mengangguk. "Thanks." Levin menatap adik kelasnya yang tengah meneguk satu gelas wine. "Lo sendirian?"

"Iya, tadinya sih berdua bareng Aleta tapi ya gitu, dia dipaksa pulang sama pacarnya. Nggak asyik emang."

Sekali lagi Levin mengedarkan pandangannya berharap menemukan keberadaan Lea namun yang terjadi selanjutnya adalah suara hembusan nafas yang terdengar dari hidung Levin.

"Gue pulang dulu deh." Albinka mengangguk singkat saat melihat Levin berdiri dari duduknya. "Makanya cari pacar biar ada yang jemput kalau lagi mabuk."

Albinka tertawa mendengar perkataan Levin. "Ya kalau Kak Levin mau, gue sih nggak masalah." Levin ikut tertawa.

"Udah gue cabut, jangan banyak-banyak minumnya." Levin segera pergi meninggalkan Albinka, Levin tau adik kelasnya itu hanya bercanda.

🥑🥑🥑

"Makasih Tan udah nganterin aku pulang." Lea menatap wajah Fely yang duduk di kursi kemudi.

Fely tersenyum hangat kepada keponakan itu. "Santai aja kali, udah masuk sana udah malem ini." Lea tersenyum singkat kemudian keluar dari dalam mobil.

"Hati-hati Tan." Lea sedikit membungkukkan badannya agar bisa melihat wajah Tantenya dari kaca.

Fely mengacungkan ibu jarinya kepada Lea, lalu menyalakan mesin mobilnya.

Interesting Girl [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang