38. Dua Permintaan El

16.2K 843 13
                                        

Update😁
Jangan lupa vote dan commentnya
Happy Reading 😊

***

"Gue mau putus dari Vita" kata-kata itu terngiang-giang dengan jelas di kepala Lea.

El dan Nea sudah berpacaran selama 3 tahun dan akan bertunangan setelah Nea lulus SMA. Lalu ada masalah apa diantara keduanya hingga El mau putus dari Nea?

"Kak! Lo bercanda kan?" Lea menatap wajah El tanpa berkedip, Lea tidak bisa percaya akan apa yang El katakan.

El terlihat menghela nafas, jujur ini juga terasa berat baginya "Gue serius Le!"

Lea terdiam ditempatnya, otaknya terus mencerna perkataan El. Selama ini Lea tak pernah melihat atau mendengar jika El dan Nea berantem.

Hubungan keduanya terlihat harmonis dan penuh cinta, lalu apa masalahnya?

"Ka-kapan kak El mau putusin kak Nea?" Entah kenapa Lea tidak bisa terima jika El memutuskan hubungannya dengan Nea.

Nea terlihat bahagia jika bersama El.

"Besok"

"Kak El masih cinta kan sama kak Nea? Lalu apa masalahnya hingga kak El mau putus dari kak Nea?"

El terlihat mengeram lalu mengusap rambutnya kasar "Ini terlalu berat buat gue! Gue nggak bisa kasih tau alasannya! Yang gue mau lo bantu gue!"

Kedua telapak tangan Lea mengepal, gigi Lea bergemeletuk marah "Kakak minta gue bantu untuk mutusin kak Nea?! Itu sama aja kak El nyuruh gue nyakitin kak Nea secara nggak langsung!!"

"Apa sih yang buat kak El minta putus dari kak Nea?! Kak Nea itu bener-bener sayang dan cinta sama kak El, selama ini gue nggak pernah liat kak Nea bener-bener bahagia, tapi semenjak kak El ada kak Nea berubah, dia jadi sering tersenyum tak tertutup seperti dulu lagi!" Lanjut Lea.

Tangan kanan El terulur menggenggam tangan Lea "Ini yang terbaik untuk Vita percaya sama gue, jika gue masih di samping Vita itu justru akan membuat dia semakin terluka"

"Jika itu yang terbaik menurut kakak lalu apa alasannya?"

El terlihat putus asa, sorot matanya yang bisanya terlihat tajam kini berubah menjadi  sendu "Pliss Le.. bantuin gue kali ini aja" El benar-benar memohon kepada Lea.

Kemarahan Lea sedikit mereda saat melihat  tatapan mata El. Lea terlihat menarik nafas panjang "Apa yang harus gue lakuin?"

Kepala El yang tadinya menunduk kini terangkat "Lo serius?"

Walaupun berat akhirnya Lea mengangguk kecil, Lea dapat melihat El menghembuskan nafas lalu memejamkan matanya singkat.

"Gue mau lo penuhin dua permintaan gue"

Lea menatap El dengan sebelah alis terangkat meminta penjelasan "Permintaan pertama! Gue mau besok lo bawa Vita ke tempat kita jadian dulu"

🥑🥑🥑

El telah pergi satu jam yang lalu katanya ada urusan mendadak, sedangkan Lea masih duduk termenung di meja sudut kafe.

Satu masalah belum selesai dan masalah lain datang. Lea tak sanggup melihat kakaknya nanti bersedih hati jika putus dari El.

Walaupun Lea tak begitu menyukai Nea bukan berarti Lea akan bahagia jika melihat Nea sedih.

Mereka terlahir kembar identik namun dengan berbagai perbedaan sifat. Yang Lea tahu Nea tak seceria kelihatannya.

Kakaknya itu terlalu tertutup dan pendiam, tak seperti dirinya yang bisa terbuka walaupun hanya dengan sahabat.

"Lea!"

Lea yang tengah sibuk melamun tak menyadari jika ada yang memanggilnya, membuat orang yang memanggilnya berdecak kesal.

"Oy!!" Levin mengebrak meja didepan Lea membuat Lea telonjak kaget.

"Maaf maaf" kata Levin menyesal setelah melihat tatapan amarah dari Lea.

Levin menarik kursi yang semula diduduki El dan mendaratkan pantatnya di sana "Gue pikir lo ilang! Habis dua hari lo nggak kelihatan di sekolah" kata Levin mencoba bercanda dengan Lea namun Lea tak menanggapinya.

Levin menatap piring yang ada dimeja "Habis ketemu siapa?"

Mengabaikan pertanyaan Levin, Lea mengangkat tangannya memangil pelayan "Bil! Bersihin ini meja terus bawain gue jus alpukat" perintah Lea setelah Nabila, pelayan di kafe Levin mendatanginya.

Dengan cepat Nabila mengangkat piring kotor dan gelas di hadapan Lea "Bil! Sekalian gue buatin jus jeruk" tambah Levin.

Nabila mengangguk mengerti kemudian berjalan kearah dapur kafe.

"Nggak nyangka kafe lo bakalan berkembang seperti sekarang"

Levin tersenyum bangga "Siapa dulu pemiliknya" Lea berdecih melihat Levin yang membanggakan dirinya.

"Tapi tumben lo muji gue? Biasanya aja suka hina!"

"Sengaja biar lo seneng"

"Ckckck btw lo kesini ketemu siapa? Terus lo tadi nggak berangkat sekolah juga kenapa? Lo masih sakit? Tapi kelihatannya Lo baik-baik aja!"

Lea menyandarkan punggungnya ke kursi lalu melipat kedua tangannya di dada "Tanya satu-satu bisa?!"

"Hehehe nggak bisa"

"Ini jusnya mbak Lea dan yang ini untuk mas Levin" kata Nabila seraya menaruh jus alpukat dihadapan Lea dan Jus jeruk dihadapan Levin.

"Makasih Bil!" Kata Levin, Nabila mengangguk kemudian meninggalkan Lea dan Levin.

"Oh ya! Tadi disekolah gue mau kenalin lo sama pacar baru gue namanya Dera tapi lo nggak masuk"

Lea meminum jus alpukat didepannya hingga tersisa setengah "Jadi udah move on? Gimana orang?"

"Kalau soal move on belum sepenuhnya tapi gue bertekad untuk melupakan dia dengan bersama Dera"

"Jadi cuma pelampiasan?"

Levin terlihat tak terima mendengar pertanyaan Lea "Enak aja! Gue nggak Setega itu sama anak orang!"

"Nggak setega itu tapi suka mainin perasaan anak orang!" Ledek Lea yang sukses membuat Levin mengerucutkan bibirnya kesal.

"Jangan buka aib" Lea tertawa lepas setelah mendengar perkataan Levin barusan ditambah wajah tampan Levin yang terlihat kesal dengan bibir mengerucut.

Seulas senyum mengembang di wajah Levin yang melihat Lea tertawa, sungguh pemandangan yang jarang terjadi.

🥑🥑🥑

Hargai kerja keras author
Jangan lupa vote dan commentnya okayyy 😘

Maaf bila ada typo 😁

Salam sayang 🥰

Kang Halu 😎

Interesting Girl [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang