Terimakasih untuk yang sudah baca cerita aku, vote dan comment 😊
Maaf bila ada typo 😁
***
Saat ini Lea tengah berada di perjalanan menuju rumah Arial menggunakan mobil yang disewa keluarga Arial.
Arial duduk tenang di samping Lea sedangkan Dinda, Bunda Arial duduk di samping kemudi.
Ya, hanya Dinda lah yang hadir dari pihak Arial, namun Lea tak mempermasalahkan hal itu, toh dia menikah juga terpaksa.
Lea sendiri tak tau apa-apa mengenai keluarga Arial. Sejauh mengenal Arial Lea hanya tau bahwa Arial orangnya nyebelin, pemaksa dan sangat mencintai kakaknya. Setidaknya itu yang Lea ketahui tentang Arial.
Tak lama mobil yang ditumpangi Lea berhenti di depan rumah minimalis dengan dua lantai.
Lea mengikuti Arial yang turun dari dalam mobil sedangkan Bunda Arial terlihat mengobrol dengan sopir.
"Ayo sayang masuk" Lea mengangguk singkat kemudian berjalan mengikuti Arial dan Bundanya.
Lea merasa sungkan dengan Bunda Arial, tentu saja Lea sungkan. Lea pikir mertuanya tak akan menyukainya mengingat alasan Arial menikahnya.
Namun sejak pertama kali bertemu, Bunda Arial sangat ramah kepadanya, dan detik itu pula Lea menyukai ibu mertuanya.
Arial menaruh koper Lea didekat kiri ruang tamu, manik mata Lea menjelajahi seluruh penjuru rumah Arial.
Menurut Lea rumah ini sangat nyaman walau tak sebesar rumah kedua orang tuanya.
Ruang tamu yang juga merangkap sebagai ruang keluarga, ada satu pintu di samping lemari tv yang Lea yakini sebuah kamar.
Dari tempat Lea berdiri Lea bisa melihat seluruh ruangan termasuk dapur mini yang hanya dibatasi oleh sekat yang tak terlalu tinggi.
Didekat dapur ada meja makan dengan empat kursi kayu, ah dan ada satu pintu kecil didekat dapur, kamar mandi.
"Ari antar Lea ke kamar dia pasti lelah" Arial mengangguk singkat mendengar perintah Bundanya.
"Ayo gue antar ke kamar"
"Makasih emm Tante" kata Lea ragu mau memanggil Bundanya Arial dengan sebutan apa. Dinda tersenyum mendengar panggilan Lea untuknya.
"Panggil saja Bunda, bagaimanapun kamu sudah jadi Putri Bunda" Lea tersenyum kaku kemudian mengangguk pelan.
"Ayo!"
Lea mengikuti Arial yang berjalan menaiki anak tangga hingga berhenti didepan pintu coklat dengan tulisan didepannya.
'Kamar Cogan' Lea berdecak membacanya, sungguh satu lagi yang Lea ketahui tentang Arial, yaitu sangat percaya diri.
Lea menggeleng pelan kemudian masuk kedalam kamar yang Arial masuki.
"Ini kamar gue, sorry kalo nggak sebesar kamar lo"
Lea memandang kearah Arial yang tengah menaruh kopernya di sebelah Lemari "Emang kenapa kalo nggak sebesar kamar gue?"
Arial berjalan kearah meja belajarnya dan mengambil handuk putih yang tersampir di kursi meja belajarnya.
"Kali aja lo merasa nggak nyaman"
Brak
Lea mengepalkan tangannya kesal setelah Arial masuk kedalam kamar mandi "Cihh! Sensian amat jadi orang"
Setelah mengumpat kesal Lea berjalan kearah kasur Arial "Nyaman. Walaupun nggak terlalu besar" gumam Lea.
Manik mata Lea menelusuri setiap jengkal kamar Arial yang sekarang juga menjadi kamarnya.
Ada satu buah lemari dengan dua pintu di samping pintu kamar mandi, meja belajar, ranjang yang tak terlalu besar, AC dan ya hanya itu.
Lea tak menangkap keberadaan benda lainya dikamar Arial seperti Tv, meja hias, sofa atau benda-benda lainya yang biasanya dijumpai di dalam kamar.
Lea merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan kaki menjuntai ke lantai. Lea yakin hidupnya akan berubah sekarang.
Sejenak Lea memejamkan matanya, berharap bisa menghilangkan sedikit beban di hati dan pikirannya.
Namun yang terjadi malah Lea kembali mengingat kejadian sebelum dia pergi ke rumah Arial.
Flashback on
Proses ijab qobul telah selesai, Arial dan Lea telah resmi menjadi sepasang suami istri. Hidup Lea benar-benar akan berubah mulai saat ini.
Setelah penghulu dan para saksi pulang, Lea langsung diboyong ke rumah Arial. Lea pun sudah mengemasi barang-barangnya semalam dibantu Nea.
Saat ini Lea, Arial, Nea, Dava dan Dinda tengah berdiri didepan pintu rumah.
Sedangkan Andin, mama Lea sudah masuk kedalam kamar setelah proses ijab qobul selesai tanpa mengantar kepergian Lea.
Lea langsung saja menghambur ke dalam pelukan Dava, tak ada air mata yang keluar dari mata Lea. Seolah air matanya telah habis karena menangis sejak kemarin.
"Jaga diri baik-baik" hanya kata itu yang keluar dari bibir Dava, tak ada permintaan maaf atau apalah yang membuat Lea berfikir Dava masih menyayanginya.
Sepertinya Lea tak akan menyesal meninggalkan rumah. Lea pikir Dava berbeda dengan Andin namun nyatanya mereka berdua sama saja.
Hanya sebentar dan pelukan itu terlepas tak lama ada tubuh lain yang merengkuh tubuh Lea "Jaga diri baik-baik, jaga kesehatan, jangan tidur larut malam dan jangan keseringan melamun atau menyendiri" Lea mengangguk dalam pelukan hangat kakaknya.
Dan hanya sampai disitu acara perpisahannya, Lea dan Bunda Arial langsung berjalan kearah mobil setelah selesai berpamitan.
Sedangkan Arial terlihat mengobrol sebentar dengan Nea, namun Lea tak memperdulikannya.
'Mungkin mau salam perpisahan' batin Lea. Huh! Beruntungnya Nea karena banyak orang yang menyayanginya.
Flashback off
🥑🥑🥑
Update menjelang buka puasa wkwkwkwk
Jangan lupa vote dan commentnya 👍
Salam sayang 🥰
Kang Halu 😎
KAMU SEDANG MEMBACA
Interesting Girl [END]
Storie d'amore[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Kalau lo beneran nggak hamil lo mau minta cerai?" tanya Arial ragu. Arial melihat Lea mengangguk dengan antusias. "Kita bakalan cerai lalu gue bisa bebas." Entah mengapa Arial merasa takut berpisah dengan Lea sekarang padah...
![Interesting Girl [END]](https://img.wattpad.com/cover/211438047-64-k54803.jpg)