40. Arial Tampan?

14.5K 839 10
                                        

Sesuai janji doble update👌
Jangan lupa Vomentnya

Bantu koreksi typo ya 😁

Happy Reading 😊

***

"Hah capek banget gue!" Arial menghempaskan tubuhnya ke sofa setelah tiba dirumah.

Lea yang memperlihatkan tingkah Arial memutar bola matanya kesal tak lupa decakan kecil keluar dari bibirnya.

Lea berjalan kearah dapur dan menaruh dua plastik barang belanjaan di atas meja dekat kulkas.

Dengan perasaan dongkol Lea menata sayuran dan daging kedalam kulkas. Tak memerlukan waktu yang lama Lea telah menyelesaikan kegiatannya.

"Ar! Mandi sana udah mau magrib!" Teriak Lea dari arah dapur.

"Bentar!"

Menghembuskan nafas lelah Lea memilih pergi ke kamar. Seharian ini Lea benar-benar sangat lelah, pagi harus ribut dengan Arial, siangnya dengan El lalu pergi jalan-jalan dengan Levin dan sorenya pergi berbelanja dengan Arial.

Kalau sekedar belanja tak masalah, yang jadi masalahnya adalah selalu ada saja yang jadi bahan perdebatan Lea dan Arial saat memilih belanjaan.

Jika Lea ingin membeli ini maka Arial akan menolaknya jika Arial ingin membeli itu makan Lea akan melarangnya.

Banyak sekali perbedaan diantara Lea dan Arial soal kebutuhan rumah tangga. Lea cenderung membeli barang yang memang dia perlukan sedangkan Arial lebih tertarik dengan barang yang berharga murah walaupun dia tak memerlukannya sama sekali.

Alhasil Lea dan Arial terus saja berdebat saat di supermarket tadi.

Lea menggelengkan kepalanya pelan, mengusir segala bayangan Arial di kepalanya.

"Ada baiknya gue mandi sekarang dari pada mikirin hal-hal yang nggak jelas"

🥑🥑🥑

"Le lo uda-" Arial mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Lea. Arial pikir Lea masih di dapur makanya dia mencari Lea disini.

"Kok nggak ada?" Tak menemukan keberadaan Lea di dapur Arial berjalan kearah tangga, hendak mencari Lea di kamarnya.

Ting tong

Arial yang baru menaiki beberapa anak tangga menghentikan langkahnya.

'Siapa?' batin Arial

Terpaksa Arial membalikkan badannya dan pergi membukakan pintu.

Arial mengerjapkan kelopak matanya saat melihat siapa yang berkunjung ke rumahnya.

Gladis berdiri didepan pintu rumah Arial dengan wajah ditekuk. Arial yang melihatnya ingin sekali tersenyum.

Saat ini Gladis nampak seperti anak kecil yang sedang merajuk, celana selutut, baju pendek bergambar Doraemon yang kebesaran, rambut di kuncir kuda ditambah wajahnya yang nampak kesal membuat Arial gemas melihatnya.

"Ini kenapa wajahnya ha? Nggak dibolehin Tante makan eskrim lagi?" Dengan gemas Arial mencubit kedua pipi Gladis.

Masih dengan wajah yang nampak kesal Gladis menarik paksa tangan Arial dari pipinya.

"Nggak usah sok tau deh!" Gladis memalingkan wajahnya dari Arial.

"Terus kenapa hem?" Suara Arial terdengar sangat lembut ditelinga Gladis membuat gadis itu diam-diam tersenyum.

Tak ingin Arial melihatnya tersenyum Gladis kembali memasang wajah masam "Kamu lupa sama janji kamu?"

Dahi Arial berkerut membuat Gladis semakin menunjukkan wajah masamnya "Tuh kan kamu lupa!" Katanya kesal.

Beberapa detik kemudian Arial ingat dengan janjinya pada Gladis tadi pagi yaitu mengerjakan tugas kelompok.

"Udah ah mendingan aku pulang!"

"Eheh tunggu dulu dong!" Arial menghadang Gladis yang hendak pergi dari rumahnya.

"Jangan ngambek gitu dong! Nanti cantiknya ilang loh!"

"Tetep nggak aku maafin"

"Yah sia-sia dong aku mujinya" kata Arial pura-pura kecewa mendengar Gladis tak ingin memaafkannya.

"Ck kamu nyebelin tau nggak! Besok aku nggak mau tau pokoknya kamu datang ke rumah aku! Kalau enggak aku musuh'in kamu satu Minggu!!

Setelah itu Gladis pergi meninggalkan Arial yang tengah tersenyum ditempatnya.

"Gue nggak yakin lo bisa musuh'in gue selama itu, satu hari aja kita nggak ketemu lo bilang kaya satu tahun" Arial terkekeh dia akhir kalimatnya.

"Ngapain lo berdiri di situ?"

Arial membalikkan badannya dan melihat Lea tengah celingukan "Lo ngomong sama siapa?"

"Enggak ada"

Kedua alis Lea terangkat "Lo nggak gilakan?!"

Sebuah senyum mengembang di bibir Arial, dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya Arial berjalan mendekat kearah Lea.

"Gue masih waras tau"

Badan Lea mematung saat tangan Arial mengacak pelan rambutnya. Lea merasakan darahnya berdesir kencang.

"Le nggak masuk? Diluar dingin loh!"

Masih dengan kesadaran yang minim Lea mengerjabkan kelompok matanya. Arial sudah masuk kedalam rumah sejak beberapa detik yang lalu namun Lea masih bisa merasakan Arial didepannya.

Lea masih saja membayangkan senyum manis Arial saat mengacak rambutnya tadi, membuat Arial terlihat tampan? Atau sangat tampan? Entahlah tapi menurut Lea, Arial terlihat sangat berbeda dari biasanya.

'Sadarkan diri lo goblok' batin Lea lalu memutuskan masuk kedalam rumah.

🥑🥑🥑

Thanks buat 8K lebih pembaca 🥰🥰

Sayang kalian deh yang sering-sering vote sama comment😂

Buat yang cuma baca gak papa aku juga ngucapin terima kasih sudah membaca cerita receh aku ini

Salam sayang 🥰

Kang Halu 😎

Interesting Girl [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang