"Maaf aku menatapmu lagi." Ucap Carren sambil menatap ke arah lain.
"Tidak apa-apa, lagi pula ketika seseorang berbicara harusnya emang seperti ini." Jawab Axian kepada Carren."Oh, ya pertanyaanku masih sama seperti tadi. Apa yang membawamu kemari selain menjengukku, atau apakah ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan padaku?" Tanya Carren penasaran.
"Aah...tidak ada." Jawab Axian cepat."Kalau begitu bantu aku untuk mengambil air minum di atas meja itu." Ucap Carren sambil menunjukkan jarinya ke arah meja yang terletak di belakang Axian.
"Oke, akan aku ambilkan." Jawab Axian sambil berjalan dan mengambil air mineral yang terletak di atas meja dan memberikannya kepada Carren yang tertidur lemas di atas kasur."Terimakasih." Jawab Carren sambil meneguk air ke dalam mulutnya.
"Kelihatannya kamu begitu haus." Ujar Axian kepada Carren."Ya, begitulah. Oh ya kamu pasti tidak bisa merasakan kenikmatannya karena kamukan bukan manusia." Bisik Carren pelan sambil meletakkan botol air itu ke atas meja yang terletak di sampingnya.
"Mm..." angguk Axian pelan.
"Kasihan, jika kamu seperti aku nantinya aku akan berikan minuman dan makanan terenak nantinya. Janji!" bisik Carren kembali kepada Axian."Terimakasih, tapi mustahil bagiku untuk kembali ke wujud asliku nantinya. Karena aku di takdirkan akan selalu seperti ini, kecuali." Jawab Axian kepada Carren.
"Kecuali apa?" Tanya Carren sangat penasaran."Kecuali aku mendapatkan satu permintaan dari batu permata yang terletak di dalam kotak silver milikmu." Jawab Axian tanpa ragu.
"Oh jadi begitu, hah! Apa? Jadi kamu mengetahui isinya." Tanya Carren sambil menyandarkan dirinya ke dinding, sekarang posisinya adalah duduk dengan menatap Axian penuh rasa penasaran dan sangat-sangat serius."Benar aku sudah lama mengetahuinya semenjak aku menemukanmu di kuburan waktu itu." Jawab Axian menjelaskan.
"Ke...kenapa kamu tidak memberitahuku." Ujar Carren kepada Axian."Aku kira kamu sudah mengetahuinya, jadi aku tidak memberitahukannya kepadamu lagi." Ucap Axian kembali.
"Aku belum mengetahuinya sama sekali, bahkan aku baru mengetahuinya barusan ketika kamu mengatakannya tadi kepadaku." Jawab Carren kepada Axian."Oh, berarti kamu mengetahuinya barusan. Baguslah kalau begitu kamu dapat mengatakan satu keinginanmu dan itu akan terkabulkan." Ujar Axian.
"Benar apa yang kamu katakan, tapi aku sama sekali tidak dapat membukanya atau bahkan melihat sedikitpun di dalamnya aku tak bisa." Jawab Carren sambil menundukkan kepalanya ke bawah."Kenapa tidak dapat di buka?" Tanya Axian serius.
"Karena di kotak itu terdapat pin." Jawab Carren sambil menegakkan kepalanya kembali."Sebenarnya pin itu sebagai pengecoh saja, kotak silver itu akan terbuka jika seseorang yang memegang kotak itu atau yang mendapatkannya harus menemukan cinta sejatinya lalu menumpahkan tetesan darah di atas permukaan kotak itu secara bersamaan. menurut sejarah iblis yang ku baca." Ucap Axian menjelaskan.
"Cinta sejati! Apaan ini, mana mungkin jelas-jelas di sana terdapat pin yang harus di isi dengan nominal angka." Ujar Carren kesal."Benar apa yang kamu katakan, jika seseorang pasangan yang memegang kotak itu menumpahkan tetesan darahnya di atas permukaan kotak silver itu secaea bersamaan.
maka akan tertera beberapa nominal angka berbentuk bayangan sekilas dan angka itu yang akan kamu masukkan ke dalam pin itu, apakah kamu mengerti sekarang." Ujar Axian panjang lebar.
"Ooh jadi begitu, aku mengerti!" Ucap Carren semangat kemudian merebahkan dirinya kembali ke tempat tidur."Waktu kunjungan sudah habis." Ujar Keyza dari balik pintu.
"Baiklah kalau begitu aku akan pergi dulu." Ucap Axian sambil melangkah pergi menjauh.
"Bye." Sambut Carren kepada Axian yang melangkah pergi.***************************************
Nantikan kisah selanjutnya...
Terimakasih

KAMU SEDANG MEMBACA
DEVIL MAN AND SEAL BOX
Mystery / ThrillerAxian adalah seorang manusia berumur delapan belas tahun yang dikutuk menjadi iblis, Axian harus berjanji kepada raja iblis agar menjauhi dirinya dari keberadaan manusia. tetapi suatu hari ia melanggar janjinya saat bertemu dengan Carren, gadis yang...