PULANG BARENG

209 45 4
                                        







"Mau pakai masker yang Hijau atau Ungu Nay?" Balita menengok kebelakang dan bertanya kepada Naya.

Naya pun mengalihkan pandangan dari ponselnya,untuk menjawab pertanyaan Balita ."Hem gue pake warna.." belum selesai Naya menjawab Balita langsung memotong jawaban Naya.

"Mending pake yang Hijau biar lo refreshing supaya muka lo awet muda Nay," Balita pun tertawa.

Naya hanya memutar bola matanya,"apa hubungannya ya Restu Balita Khiel ? gak nyambung banget tau!"

"Abisnya gue pusing,ngeliat lo liatin hp mulu emang ada chat lo?setau gue lo kan gak doyan chat menye-menye."

"Gue gak chatan Bali, gue cuma keinget kejadian setahun yang lalu. Gua ngerasa ini salah gue kalau aja waktu itu gue bisa jelasin semua nya mungkin anak-anak gak bakalan sebenci ini sama gua, lo tau kan gua gak nerima Rafka. Gua tau Luna suka sama Rafka dan gue gak ada perasaan sedikit pun ke Rafka,lo tau kan Bali? " Naya pun menangis menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Nay,udah jangan nangis lagi, gue tau kok itu bukan salah lo. dan lo gak perlu khawatir dengan kejadian kemarin, lo tau mana yang benar-benar bisa lo anggap sahabat Tuhan sayang lo Nay."Balita mengusap punggung naya lembut.

"Gua bingung,gua udah nyari Luna kemana-mana. tapi gue gak tau dia dimana?dan gimana keadaannya,gue pengen minta maaf dan jelasin semuanya ke dia Balita."

Balita pun memegang kedua bahu Naya,"kalau udah waktunya lo pasti ketemu lagi sama dia." Naya pun mengangguk.

"Sekarang sedih-sedihannya cukup, karena gua bisa kemaleman buat perawatan wajah gua yang glowing kayak Jennie Blackpink ini." Balita pun mulai memakaikan masker diwajah nya, melihat itu Naya tertawa dalam hati dia selalu bersyukur, karena Tuhan masih memberi dia satu sahabat yang sangat baik yang mau mendengarkan keluh kesahnya. Balita masih mempercayainya,disaat semua orang menyalahkannya atas kejadian yang terjadi terhadap Luna. Tanpa mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.

BRUKK

"Ups.....sorry pengkhianat,"

Naya yang terjatuh pun mengangkat kepalanya,untuk melihat siapa yang menabraknya, ternyata Renata Adriana teman sekolah nya waktu SMP. Dan sekarang berlanjut ke SMA.

Tanpa menjawab ucapan Renata ,Naya pun bangun untuk berdiri saat hendak melangkah, " gua heran kenapa bisa Kak Keano mau jadiin lo pacar nya?gimana kalau dia tau lo itu pengkhianat sekaligus pembunuh sahabat lo sendiri,"bisik Renata di telinga Naya.

"Gue gak pernah khianatin siapapun! dan gua bukan pembunuh!" Naya pun berlari dari tempat tersebut,tanpa terasa airmata nya sudah mengalir dengan deras. kenapa semua orang selalu menyalahkannya tanpa tau kebenerannya.

"Renata Andriana."

Renata pun menengokkan kepalanya kebelakang,membuat dia terkejut lebih tepat tidak menyangka jika Keano memanggil namanya bahkan dengan lengkap.

Keano yang sudah berdiri dihadapan Renata pun mendekatkan diri untuk berbisik ditelinganya, "sekali lagi lo ganggu Kanaya,lo berurusan sama gue." Keano pun menegakkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Renata yang diam mematung karena ucapan Keano, menyebalkan Renata terus merutuki Kanaya, kalau bukan karena gadis udik itu Keano tidak mungkin marah seperti itu.

"Gue bakalan buat perhitungan Kanaya!"

Terkadang Keano bingung dengan dirinya sendiri,dia sering menyakiti Kanaya,tapi tidak suka jika ada yang menyakitinya. Karena bagi Keano. Kanaya itu mainannya dan dia tidak suka berbagi mainan dengan siapapun.

oOo

Naya dan Balita berjalan menuju Kantin,untuk mengisi perut yang sudah kosong karena mereka baru selesai menyelesaikan tugas dari Ibu Bety yang super semok itu, disepanjang jalan Balita hanya mengumpat Guru tersebut dengan kata-kata kasar.

KANOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang