***
Melihat keano yang sudah meninggalkan pekarangan rumah nya, Kanaya menutup gerbang rumah nya tersebut, Keano mengantarkan nya lebih dulu lalu Kekasihnya itu akan mengantar Luna, karena jarak rumah Kanaya lebih dekat dari sekolah dibandingkan Luna, sebenarnya Kanaya tuh cemburu walaupun gak banyak sih. Namanya juga liat pacar jalan sama cewek lain, walaupun cuma sebatas sahabatnya saja.
Kanaya menutup pintu rumah nya, dengan wajah yang sangat tidak bersahabat. Membuat dua orang paruh baya yang melihat itu hanya mengelengkan kepala saja, anak nya sudah bertambah dewasa.
"Baru pulang Nak?" suara itu, suara yang sangat Kanaya rindukan. Suara Bunda nya, Kanaya mendongak dan tak lama berlari kearah kedua orang tua nya yang sedang duduk santai, memang tujuannya untuk menyambut Putri tunggalnya pulang dari sekolah.
"Kok gak bilang mau pulang sih, Yah, Bun." Kanaya sudah memeluk keduanya dengan erat, rindu sekali pada Ayah dan Bunda nya ini.
"Kejutan buat anak cantiknya Ayah," Damian mengelus lembut rambut Kanaya, memang beberapa bulan ini dirinya sedang sibuk dengan menumpuknya kerjaan di Kantor. Membuat nya sedikit sibuk dan tak bisa menghabiskan waktu bersama sang Putri tercinta.
"Nay, jadi terharu loh Yah."
"Manja nya kumat deh," Desi mengelus surai lembut putrinya itu.
"Jarang kan Bunda sama Ayah ada waktu banyak buat Naya,"
"Maaf ya sayang, kalau Ayah sama Bunda jarang meluangkan waktu buat Naya. Tapi yang harus Naya tau ini semua untuk masa depan Naya," mendengar penuturan Damian, Naya jadi merasa bersalah padahal kedua orang tua nya selalu memikirkan diri nya, bagaimana kedepan nya agar hidup Kanaya tercukupi. Tapi Naya yang tinggal menerima saja masih suka mengeluh karena selalu ditinggal sendiri.
"Maafin Naya ya,Yah, Bun."
"Gakpapa sayang, kami paham, yang pasti Naya harus selalu ingat. Ayah dan Bunda sayang sekali sama Naya, Naya adalah nafas Ayah dan Bunda, kebahagiaan Naya adalah tujuan hidup kami." Naya sudah menangis tersedu didalam pelukan Damian dan Desi, Naya merasa bersalah karena sempat kecewa pada mereka, padahal kenyataan nya Damian dan Desi menjadikan Kanaya tujuan utama hidup mereka. Naya sangat mencintai kedua orang tua nya.
***
Keano mengetuk jemari nya pada stir Mobilnya, mengikuti alunan lagu yang sedang berputar melalui radio di Mobilnya, Keano ingat ini adalah lagu tahun 2000 an, dan lagu tersebut merupakan salah satu lagu favorite kekasih nya Kanaya, karena beberapa kali atau bisa dikatakan sering kali gadisnya itu menyanyikan bait pada lagu tersebut. Suara itu mengalun indah membuat Keano yang tidak mengetahui lagu itu, jadi menyukai lagu penuh makna itu.
Luna berdeham tapi Keano seperti nya tidak mendengarkan nya, membuat Luna geram dan Luna pun memegang lengan Keano. Keano yang mendapatkan sentuhan itu dengan refleks langsung menghempaskan tangan Luna.
"Sorry Lun, semenjak sama Kanaya, gue emang gak terbiasa nerima sentuhan langsung gitu,"
Selalu saja gadis sialan itu, pikir Luna.
"No, apa gak bisa lagi dimulai dari awal?" Tanya Aluna memandang sendu Keano, berharap saat menatap Keano. Luna masih bisa melihat pancaran itu dari kedua mata Keano.
Keano menghela nafas, dan menepi untuk memberhentikan Mobil nya. Tentang Rasa itu sepertinya saat ini waktu yang tepat untuk menjelaskan pada Luna, bahwa semua tidak lagi sama. Semua bisa berubah dengan bergulirnya waktu, rasa itu sudah tidak ada. Keano sadar saat menyukai Luna dulu itu murni adalah perasaan seorang Kakak yang ingin melindungi adiknya, beda saat bersama Kanaya, saat bersama Kekasihnya itu Keano selalu merasa detak jantung nya berdegup dengan cepat, Keano merasa malu ketika Kanaya memandang Keano dengan wajah polos nya. Dan semua hal itu tidak Keano rasakan saat dirinya menyukai Luna dahulu, seiring berjalannya waktu Keano sadar dia hanya ingin melindungi Luna. Karena dari kecil mereka selalu bersama sehingga rasa ingin melindungi sebagai Kakak muncul di diri Keano. Dan mungkin sekarang Luna salah mengartikan perhatian itu, membuat dirinya harus bertindak tegas, karena Keano pun tidak ingin membuat Luna berharap akan dirinya, jika boleh jujur Keano memang sudah tergila gila pada Kanaya, dan Keano tidak ingin ada salah paham untuk hubungan nya dengan Kanaya dengan adanya kehadiran Aluna kembali dihidup nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
KANO
Fiksi RemajaBerawal dari niat Keano balas dendam kepada gadis bernama Kanaya,yang sudah membuat sahabatnya patah hati. Keano berpikir menjadikan Kanaya sebagai kekasih dan memperlakukan Kanaya dengan tidak baik,akan membuat Kanaya menyerah! Nyatanya Keano yang...
