Setelah otak dibuat bercabang selama ujian, murid sekolah perlu dibuatkan acara sekolah yang menyenangkan pada saat class meeting seperti berbagai perlombaan yang bisa me-refresh otak kembali.
Faktor class meeting inilah salah satu yang menyebabkan para pelajar datang ke sekolah setelah ujian. Di SMA Kumbang, class meeting dilaksanakan selama satu minggu.
Dalam satu minggu tersebut, sekolah sudah berasa seperti sedang mengadakan Asian Games. Masing-masing perwakilan dari kelas berjuang untuk memenangkan pertandingan. Walaupun hadiahnya hanya berupa piala dan pena standar, inti dari class meeting ini adalah kekompakkan kelas.
Acara ini dianggap sebagai perayaan sebelum mereka menginjakkan kaki ke universitas. Karena katanya, kuliah tidak seenak sekolah.
Biasanya acara-acara di class meeting itu cuma diikuti oleh beberapa murid saja. Sisanya, kalau tidak berghibah di kelas sambil buat tik tok, ya melipir ke Mal. Maka dari itu, OSIS SMA Kumbang mengadakan acara yang fresh, seru dan segar tentunya kekinian.
Tidak hanya lomba futsal, musikalisasi puisi, tarik tambang, kebersihan kelas, dan lomba pada umumnya, pihak OSIS juga mengadakan perlombaan yang jarang diadakan di sekolah-sekolah.
Seperti, jompetisi DOTA. Karena sekarang pihak sekolah mulai terbuka soal games, akhirnya kompetisi games ini bisa digelar. Sebenarnya kompetisi games ini sudah dari dulu ingin diadakan, tapi belum mendapat izin kepala sekolah. Tahun ini, karena banyak yang minta, akhirnya diajukan kembali dan ACC.
Mereka memanfaatkan lab komputer sekolah karena selain spesifikasi komputernya sudah tinggi, servernya juga besar dan kuat. Bahkan, ada murid yang dengan senang hati meminjamkan laptopnya. Para murid terutama murid laki-laki menyambut hal ini dengan gembira. Termasuk Ansel, Awe, Ejak, dan anggota (PBB) Perserikatan Brave Boy ikut memeriahkan perlombaan ini. Biasanya mereka sangat tidak tertarik mengikuti class meeting.
Selanjutnya, menuruti tren, diadakan kompetisi video Instagram kocak antar kelas. Jadi, tiap kelas diminta untuk membuat tim yang masing-masing bikin video kocak lima belas detik, lalu di-post di Instagram dengan #classmeetingmemangpenting. Temanya juga tentang kehidupan sekolah. Kuvvi, Sunnia, Bella, dan Budi mengikuti kompetisi ini, meski tidak menang, karena mereka tidak kocak, tapi receh :)
Cerita di videonya begini, ada empat anak SMA (Kuvvi, Sunnia, Bella, dan Budi). Mereka membawa bekal masing-masing nasi bungkus coklat ala warteg ke sekolah. Kuvvi membawa nasi dengan lauk sambal tempe, Sunnia dengan lauk ayam kampung goreng, Bella dengan lauk telur pindang, dan Budi dengan lauk sambal dan lalapan. Dan waktu istirahat, mereka berempat pergi ke kantin untuk makan bersama dengan cara makan ngeliwet.
Garing, kan kontennya? Memang, makanya tidak menang.
Hampir separuh warga sekolah menonton video-video itu pada sesi pemutaran. Dan semuanya tertawa terpingkal-pingkal melihat beragam kekonyolan yang ditampilkan.
Lomba anti mainstream terakhir, diadakan liga Standup Comedy juga dengan tema kehidupan sekolah. Tiap kelas diminta mengirim satu perwakilan saja. Guru atau karyawan sekolah pun ada yang ikutan juga. Bertempat di lapangan SMA Kumbang.
Acara semakin seru ketika artis lokal jadi guest star open mic, Ardit Erwandha. Entah bagaimana anak OSIS bisa mengundangnya, mungkin ada orang dalem, Allah SWT. Ardit juga menjadi juri bersama Pak Putu. Perlombaan ini adalah yang paling ramai diminati. Bukan diminati pesertanya, tapi penontonnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIMENSI (Completed)
Ficção Adolescente[FOLLOW SEBELUM MEMBACA♡] Dulu, ketika dompetku kecopetan, aku berdoa supaya uang bergambar monyet di dalamnya digunakan untuk kebaikan. Lalu, saat aku kehilangan ponsel esia hidayahku, lagi-lagi aku berusaha mengikhlaskannya. Aku pernah merasakan...
