20. Dimensi Tinta Cumi-cumi

9.4K 1.2K 342
                                        

Peringatan⚠️⚠️
Part ini pendek. Kalo gak suka, vote aja.
Tantangan : 399 komentar untuk next part. Biar nambah lama wkwk

Kuvvi membaringkan tubuhnya di atas kasur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kuvvi membaringkan tubuhnya di atas kasur. Kamarnya yang nampak seperti kapal pecah baru saja ia bereskan. Kalau saja Mamanya tak memiliki hobi mengomel, tentu saja ia akan membiarkan kamarnya berantakan.

Ia melirik jam di dinding yang berbentuk spongebob itu, jarum pendek baru menunjukkan pukul tujuh malam. Mau tidur, tapi terlalu cepat, kalau ia tidur di jam seperti ini bisa dipastikan ia akan terbangun pukul sepuluh malam nanti. Dan kalau mau lanjut tidur, pasti akan susah. Mau makan malam, tapi ia sedang puasa makan malam. Mungkin lebih baik ia melakukan hal yang lebih bermanfaat, seperti nge-spam Ansel.

"Mana dah tuh HP?" Kuvvi mencari benda pipih itu di   tempat tidurnya.

"Nah ini dia!" Ia menemukan ponsel berlogo Samsul itu di bawah bantal gulingnya yang sudah tidak ada busanya lagi. Bantal yang sejak ia kecil sudah menemaninya. Berbagai bau tertempel pada sarung bantal yang sudah terlihat kusam itu. Pernah, seminggu yang lalu, Mama Kuvvi diam-diam mengambil bantal itu lalu mencucinya, tapi bukan ucapan terimakasih yang Mama Kuvvi terima, melainkan aksi mogok makan anaknya.

Kuvvi nyaris tidak pernah ngambek pada Mamanya, tapi kalau berhubungan dengan bantal kesayangannya, ia rela mogok makan. Bukan apa-apa, kalau bantal itu dicuci, bau khas bantal yang dijaga bertahun-tahun itu akan hilang. Berganti dengan bau molto ultra sekali bilas.

Saat ini, tak ada yang ingin cewek berkuncir satu itu lakukan selain membuka aplikasi berwarna hijau dengan logo gagang telepon lalu membuka chat terakhir yang masih bercentang dua dan belum berwarna biru.

Saat ini, tak ada yang ingin cewek berkuncir satu itu lakukan selain membuka aplikasi berwarna hijau dengan logo gagang telepon lalu membuka chat terakhir yang masih bercentang dua dan belum berwarna biru

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sticker minum jamu dulu yang Kuvvi kirim sekitar lima belas menit yang lalu, mendapat perlakuan yang sama, tidak dibaca apalagi dibalas. Ia pun memutuskan untuk memilih jalan terakhir, spam.

WhatsApp

Si anu

An

DIMENSI (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang