"Kamu, salah satu definisi bintang kebahagiaanku."
HESPER
Now playing music ;
Though, I Love You - Chen Exo
(author sering update nih, spam komen dong gais wkwk baik deh ugh)
Hari ini, Tara tak langsung pulang ke rumah. Dia berniat untuk ke perpus, memilih buku story teling juga belajar speaking menggunakan komputer perpustakaan. Ditemani Shaletta yang selalu pulang sangat sore di perpus ini. Dipilihnya beberapa buku story telling, ditaruhnya buku buku itu di meja.
Shaletta menggelengkan kepalanya, baru kali ini dia melihat Tara mau berkutat menghafal bahasa inggris. "Lo abis makan apaan? Tumben amat, biasanya lo lebih ke bahasa indonesia, mau beralih ceritanya?"
Diliriknya Shaletta sekilas, tak mau memakan waktu, Tara memakai headseat komputer dan mulai belajar speaking kata per kata dalam cerita yang akan dia bawakan. Menulis pengucapaannya di buku tulis. Dia harus bisa menguasai speaking kata per kata dari awal sampai akhir hari ini.
Waktu terus berlalu, hari semakin sore dan matahari akan segera pergi, tapi Tara masih berkutat di satu paragraf terakhir yang belum dia tulis pengucapannya. Shaletta baru selesai piket, ini sudah cukup sore, biasanya dia pulang sekitar jam segini. Namun, Tara masih belum selesai.
"Ta ... udah ayok, pulang, gue mau ngunci perpustakaannya."
"Duh, lima menit lagi deh Sha. Satu paragraf lagi ini tanggung."
Lima menit berlalu, Shaletta kembali mengajak Tara pulang. Tara kembali bernego lima menit lagi, sampai akhirnya Shaletta capek sendiri. Diberinya kunci perpustakaannya pada Tara, "Ntar lo taro di meja bu Islan. Gue duluan, semangat Ta. Bye!"
Shaletta meninggalkannya seorang diri. Awalnya, Tara biasa saja. Dia terlihat enjoy belajar speaking di perpustakaan, daripada harus menguras kuotanya. Pintu perpustakaan berdecit, Tara menengok. Pintunya terbuka tanpa ada orang yang masuk ke dalam perpustakaan.
Tara yang berada di dekat jendela tiba tiba merasa merinding kala melihat bayangan hitam yang berlalu sangat cepat dari jendela. Tara mulai berkomat kamit mengucap doa, tinggal satu kata lagi. Cepat cepat dia menyelesaikannya. Setelah mematikan komputer tiba tiba pintu tertutup sendiri padahal gak ada angin kencang.
Diteguknya saliva yang terasa berat. Diambilnya remote Ac dan dimatikannya Ac-Ac di sana. Bayangan hitam itu kembali lewat dari jendela. Bulu kuduk Tara berdiri, cepat cepat dia membawa buku dan tasnya.
Dibukanya pintu perpustakaan berkali kali. Nihil, sama sekali tak terbuka. Tara memukul pintu itu berkali kali, "Woi buka woi! Gak usah main main ya! Gue gak takut sama setan!"
Tak ada jawaban. Hening. Tara kembali membuka pintu yang akhirnya terbuka, segera dia mengunci pintu dam langsung kabur dari perpustakaan tanpa memperdulikan sepatunya yang masih tertinggal di rak sepatu.
Tara baru tersadar saat dia keluar dari ruang guru, "Anjir sepatu gue masih di sana, lagi," gumamnya.
Tara bisa saja pulang tanpa sepatu, tapi dia trauma terkena paku seperti waktu itu. Tara memutuskan untuk berlari dan mengambil sepatunya. Namun, rak sepatu sudah kosong. Di mana sepatunya?
Tiupan angin tiba tiba terasa di belakang telinga Tara yang sedang mencari sepatunya di seluruh rak. Dia menengok ke belakang, namun tak ada siapa-siapa, dia kembali menghadap depan, dan berniat berlari, "Altara?" heran Tara saat mendapati Altara yang berada di depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HESPER (SELESAI)
Teen Fiction[BEBERAPA PART DIPRIVATE, FOLLOW DULU BARU BISA BACA] ⚠️UDAH SELESAI⚠️ Kita memang sama. Memiliki sinar cahaya. Namun, apa kita bisa merangkai rasi bersama? Bintang bisa redup kapan saja. Dan, faktanya dia memang benar benar sedang meredup. Apakah b...
