Makasih udah berjuang buat gue, jangan tinggalin gue, ya?
-Al
-Happy Reading-
Waktu terus berjalan, teman-teman lamanya sudah kembali ke kota yang sebelumnya mereka tempati untuk melaksanakan wisuda yang hari ini Dina lakukan.
Hari ini, perjuangannya selama 7 semester lamanya terjawab sudah dengan gelar sarjana yang akan disandangnya.
Dirinya sudah siap dengan seragam khas wisuda tak lupa dengan topi beruntai tali yang terpasang di kepalanya. Polesan make up natural itu membuatnya tampak semakin berkilau di hari yang spesial ini.
Serangkaian acara wisuda yang digelar di gedung megah itu berlangsung dengan lancar, Dina sangat bahagia kala acara wisuda selesai. Dina langsung memeluk kedua orang tuanya lalu mengucapkan terima kasih atas semua kasih sayang dan doa yang telah diberikan.
Tak lupa Dina meminta doa untuk kesuksesannya di masa depan. Sesi foto berlangsung sangat ramai, para mahasiswa yang baru saja resmi lulus itu melemparkan topi wisuda mereka sebagai tanda kelulusannya.
Setelah selesai berfoto dan mengucapkan selamat kepada beberapa teman kampusnya, serangkaian acara juga telah diselesaikan. Dina akhirnya pulang kerumah bersama orang tua dan adiknya, Desty.
Di perjalanan, Desty tiba-tiba memberikan pertanyaan yang membuat Dina terdiam.
"Kak,"
"Apa?"
"Abang Al udah lama nggak main, emang masih lama banget ya abang Al kuliahnya? Kenapa nggak bareng kakak aja sih biar bareng, kan jadi bisa main sama Desty."
Sang mama yang mengerti jika pertanyaan yang ditanyakan Desty membuat Dina bingung akhirnya membantu mengalihkan pembicaraan.
"Desty, kan abang Al jauh kuliahnya, jadi ngga bisa main dulu. Lagian abang Al mau disana mungkin karena mau cari temen baru, pengalaman baru, ntar juga balik."
Desty hanya mengangguk mengerti lalu meminjam ponsel milik mama untuk main game.
• C S K •
Sudah seminggu setelah acara wisudanya, kini sudah waktunya Dina untuk menjalankan rencananya menyusul Al ke luar negeri. Izin sudah didapatkan dari kedua orang tuanya juga orang tua Al sendiri. Wisuda Al akan digelar pada minggu depan, namun Dina sengaja berangkat lebih awal agar bisa menemui Al lebih dulu.
Hari ini jadwal keberangkatannya, keluarga Al berserta keluarganya mengantar Dina hingga bandara. Juga teman-temannya yang juga menyempatkan diri untuk mengantarnya.
"Lo udah kabarin Al kalo mau kesana?" Tanya Kenisha sesaat sebelum keberangkatan Dina.
Dina menggeleng, "Kan ceritanya mau bikin surprise."
"Iya deh yang paling co cwiitt, bucin banget deh." Ledek Nailla menyahut yang dibalas colekan dari Dina.
"Ekhem, Nai, ada mantan tuh, ngga mau reunian gitu?"
"Rese ya lo, lagian ngga ada dah acara reunian segala, ngga penting."
"Siapa tau kan bisa nostalgia, deket lagi, ntar jadi klop lagi, bali—"
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Satu Kelas [Completed]
Teen FictionJatuh cinta. Dua kata penuh makna itu sering kali terjadi di masa remaja. Itulah yang dirasakan Dina dan Al, namun mereka berdua terjebak dalam cinta yang rumit. Perasaan yang sama-sama dipendam karena gengsi, dan salah paham malah membuat keduanya...
![Cinta Satu Kelas [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/176041370-64-k952345.jpg)