EXTRA PART

1.9K 69 24
                                        

Satu tahun berlalu kini cewek yang sudah berumur 18 tahun itu sedang menjalankan kuliah di salah satu universitas terkenal di Belanda, Vrije Universiteit Amsterdam.
Vana memasuki fakultas Bisnis, dia sengaja memilih jurusan tersebuta agar nantinya mampu menjalankan Bisnis milik kedua orang tuanya dengan baik.

Bahkan cewek itu juga sudah populer di Universitasnya.
Semua orang mengenalnya bahkan mengaguminya. Apalagi kini Vana sudah berubah menjadi sosok yang baik dan sopan kepada semua orang.
Tidak heran jika banyak teman temanya bahkan dosen membangga banggakan dirinya.

"Vana, Kelvin nyariin kamu" panggil seseorang dari belakang.
Cewek itu menoleh.

"Anya? Kamu dari mana?" Tanya Vana sambil mendekati Anya. Salah satu teman sejurusanya.
Cewek itu tersenyum," habis dari warung kecil di pojok. Aku ketemu Kelvin tadi, terus nyariin kamu" balas Anya.

Kelvin adalah teman Vana dari fakultas Sains. Cowok pintar dan juga mandiri.
Masalah Kelvin, memang dia menyukai Vana dari awal mereka tidak sengaja bertemu.
Bahkan Kelvin sudah pernah menyatakan cinta dengan Vana.

Tapi Vana malah menolaknya dengan baik. Untuk masalah Hati memang Vana belum bisa membuka untuk kedua kalinya. Bukanya tidak mau, tapi Vana hanya ingin menemukan waktu yang pas saja bila sudah saatnya. Pasalnya dia tidak ingin dikecewakan lagi.

"Aah, iya iya. Aku kesana dulu, bye bye!" Cewek itu berjalan menemui Kelvin.

*****

Lain sisi dengan Brian. Cowok itu juga melanjutkan kuliah usai lulus satu tahun yang lalu.
Dan tepatnya dia berkuliah di Jerman, negara yang bertetangga dengan Belanda.
Dia berkuliah di Universitas Berlin. Dan memasuki fakultas Tekhnologi.

Cowok tertampan di Universitas tersebut, Bahkan dia pernah menjadi model, mewakili Universitasnya tersebut. Tidak heran jika banyak Cewek yang menyukainya seperti saat SMA dulu.

Tapi karna sikapnya yang dingin dan jarang senyum itu, membuat beberapa orang juga tidak menyukainya.
Terserah saja, Brian tidak peduli dengan semua itu.

Cowok itu tengah berjalan dengan seorang mahasiswi disampingnya yang begitu cantik.
Namanya Grisela. Cewek pintar berasal dari fakultas kesehatan, sudah lama dia ingin dekat dengan Brian tapi begitu sulit bagi Grisela, perasaan Brian sulit ditebak menurutnya, bahkan hatinya begitu dingin.

"Emmm, Bri aku__

"Saya ada kelas" ucap Brian kemudian melangkah cepat meninggalkan Grisela yang termenung, kemudian menghela nafas berat.

"Yayayaya, Alasan klasik yang sering kamu ucapin setiap kali aku mau ngajak makan siang" Grisela geleng geleng kepala, kemudian ikut melangkah menuju kelas kesehatan untuk praktik.

Author pov

Entahlah jauh jauh hari keduanya sudah berjanji dengan diri sendiri tidak akan membuka hati untuk sembarang orang.
Jujur kali ini Vana akan memilih laki laki yang benar benar serius denganya, bukan bermain dalam hubungan.

Author pov and

Cewek itu tersenyum manis, saat tatapanya bertemu dengan Kelvin, keduanya melangkah mendekat.

"Nyari aku?" Tanya Vana.

"Mau ngajak makan siang" ucapnya, dan diangguki oleh cewek itu.

Lalu tatapan Kelvin beralih menatap jemari Vana,  tanganya perlahan mendekat kearah tangan mungil itu, berniat untuk menggenggamnya.
Namun pandangan itu pun tak luput dari manik biru Vana.

Detik selanjutnya Vana menjauhkan tanganya dari tangan Kelvin dengan cepat.
Kelvin langsung mendongak menatap Vana sambil menelan salavinanya sendiri.

"Emmm, a_aku bisa jalan sendiri" ucapnya canggung kemudian berjalan lebih dulu.

Kelvin menatap punggung Vana yang sudah agak jauhan itu, kemudian tersenyum miris.

"Kenapa sampe sekarang kamu belum bisa buka hati buat aku sih Van?" Gumamnya.
Tak ingin berlarut dengan pikiranya Kelvin langsung berlari menyusul Vana.

●●●●●

Vana menghela nafas berat, setiap jam kuliah sudah habis pasti dia akan berjalan jalan ketaman untuk sekedar menyegarkan otak.
Sesekali pikiranya masih memikirkan tentang masa lalunya, yang tak lain adalah Brian.

Bagaimana keadaanya sekarang? Apa dia masih menjalin hubungan dengan sahabat baiknua Kiara? Atau jangan jangan mereka sudah menikah?

Selalu seperti itu. Vana hanya memikirkan itu semua, harapannya adalah dia bisa bertemu Brian kembali walaupun hanya 1 detik.
Ia akui, dia sangay menyesal karna telah meninggalkannya dulu, tapi bagaimana lagi? Egonya begitu tingga hingga mengambil keputusan secara mendadak.

"Bulan depan kampus bakal ada pertemuan sama kampus universitas Berlin, dari pihak kampus sendiri mereka menyebarkan berita untuk bekerja sama dan berbagi ilmu dengan kampus tersebut. Aku harus sering sering baca buku" dia membuka tutup buku paket yang ada ditanganya, siapa tau dari kampus tersebut akan menguji coba mahasiswa dan mahasiswi dari kampusnya, jadi dia harus pandai.

Yang mau extra part, author baru bisa bikin.
Menurut kalian, kalo mereka bersatu lagi gimana? Atau kalo nggak bersatu dan berpisah selamanya juga gimana? Cocokan yang mana hayo?

The Cruel Girl [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang