21

1.2K 54 0
                                        

Keadaan begitu ramai didalam kantin. Berbicara keras bahkan berteriak disana. Tertawa lepas seperti orang yang tak tahu malu.

Cewek dengan tubuh mungil dengan tinggi badan pas pasan tengah menyantap mie ayam yang dia pesan bersama temannya yang sudah menjabat sebagai sahabat.

"Vana hari minggu kita otw gimana?" Kiara mengajukan saran kepada Vana. Karna dia merasa bosan dirumah, akhirnya dia mengajak Vana untuk berpergian.

"Kalo gue ada waktu!" Jawabnya sambil minum es teh miliknya.

Kiara mendesis," sok sibuk banget deh lo! Paling kerjaanya cuma makan tidur doang!" Juteknya.

"Bodo amat!"

Tiba tiba suara keributan terdengar dari arah pintu. Semua murid yang tengah menikmati jam istirahatnya pun seketika terkejut dan langsung berlari mengerubungi asal usul suara itu, begitu juga dengan Vana dan Kiara.

"Eh eh apaan tuh?" Tanya Kiara.

"Nggak tau!" Jawab Vana tanpa melihat Kiara.

"Cepet cepet liat!!" Ajaknya.

Mereka berdua pun berlari menerobos keramain itu. Setelah berhasil berdiri dipaling depan, Mereka terkejut yang mendapati Raffi sudah babak belur oleh Brian.

Tatapan Brian begitu sengit menatap kearah Raffi, nafasnya yang memburu bahkan tanganya mengepal kuat.

"Berhenti cari masalah sama Bimo kalo nggak mau berurusan sama gue!!!" Tegas Brian kepada Raffi.

Tak ada jawaban, Raffi masih sibuk mengelap darah yang keluar dari sudut bibir Raffi.

"Lo denger gue Anjing!!" Brian kembali mencengkram kerah baju milik Raffi secara kasar.

Bukanya murid murid meleraikan mereka malah hanya menonton dipinggiran.
Akhirnya Vana berjalan kearah mereka.

"Stoooppp!!!!" Teriak Vana keras sampai membuat dua mahkluk itu menatapnya.

"Nggak usah ikut campur masalah gue!!" Teriak Brian bahkan sampai membuat Vana terkejur karna suara itu.

"Woyy!!! Kalo mau ribut masalah pribadi jangan disini! DASAR GOBLOK!!!" balas Vana.

Cewek itu benar benar tidak merasa takut dengan Brian, bahkan dengan keadaan cowok itu yang sedang sangat kacau ini.
Brian melepas cengkramanya pada Raffi, kemudian mendekati Vana.

"Kalo lo bukan cewek, udah abis lo sama gue!" Tajamnya, kemudian berlenggang pergi meninggalkan kerumunan para murid disana.

Kiara langsung mendekati Vana.
"Van, Van, itu kenapa si Brian?"

"Penasaran? Gue juga penasaran!" Balas Vana.

"Emang ada masalah apa sama Raffi?"
"Penasaran? Gue juga penasaran!"

"Ih, nyebelin lo Van!" Kiara cemberut.

Sedangkan Vana berjalan mendekati Raffi untuk membawanya menuju UKS.

"cepet bangun!! Nggak usah lebay!" Jutek Vana kepada Raffi.
Cowok itu kemudian Bangkit perlahan, lalu dengan cepat Raffi mengalungkan tanganya pada leher Vana.

Vana melirik." Apa apan nih!! Nggak usah modus! Cepet jalan sendiri, gue ikutin dari belakang!" Dia menyingkirkan Tangan Raffi secara kasar.

"Yah Van, gue kesusahan jalan nih, kan gue lagi kesakitan!"

"Yang kena tonjok muka lo bukan kaki lo! Jadi nggak usah modus! Cepet jalan atau gue tinggal!"

"Iya iya" Raffi tersenyum kearah Vana kemudian berjalan mendahului cewek itu.

"Em Van, gue kekelas dulu ya!" Kiara langsung berlari meninggalkan Vana tanpa menunggu jawaban dari cewek itu.

******

Brian and Kiara pov

Langkah Kiara memelan saat memasuki rooftop sekolah, ditemukanya Brian yang sedang berdiri dibalkon dengan tangan yang mencengkram kuat pagar disana.

Kiara meninggalkan Vana memang tujuanya untuk mengikuti Brian karna cowok itu sedikit terluka dibagian pelipisnya membuat Kiara Khawatir.

Cewek itu melangkah mendekat.
Tiba tiba suara berat Brian terdengar membuat Kiara sedikit terkejut.

" ngapain lo kesini?!" Tanya Brian karna dia tau Kiara mengikutinya tadi.

Kiara berdiri disebelah Brian.
"Gue khawatir sama lo. Tadi sempet gue liat pelipis lo luka"

"Sini Biar gue obatin!" Sambungnya.

"Nggak usah sok perhatian! Sama sahabat sendiri aja belum bisa!" Ucapnya yang melirik sekilas kearah Kiara.

"Bri gue kan udah minta maaf soal itu. Lagian juga waktu itu posisi gue lagi ketakutan, jadi gue nggak bisa bantu Vana"

"Terus giamana sama Vana? Lo pikir dia nggak ketakutan? Dia itu lebih ketakutan dari pada lo!"

Kiara membuang nafasnya kasar.
" kenapa lo sekarang lebih mbela Vna bahkan nglindungin dia?" tanya Kiara dengan nada sedikit keras itu.

"gue itu kadang iri sama dia, banyak orang orang disekitar dia yang mau berteman sama dia, bahkan nglindungin dia, tapi lagi lagi Vana tolak, sampe mereka yang berjuang buat Vana jadi benci sama Vana! terutama lo!!"

Kiara menyampingkan tubugnya hingga berhadapan dengan Brian.

" lo juga berubah Bri. Lo itu bukan cowok yang gue kenal dulu, cowok yang selalu dingin,jutek,kasar sama cewek. Tapi sekarang, semenjak lo kenal Vana,semuanya lenyap seketika!"

Brian membalikan badan agar berhadapan dengan cewek itu.
" cuma lo satu satunya cewek yang ngomentarin perubahan gue, cuma lo satu satunya cewek yang nggak terima sama perubahan gue, dan cuma lo satu satunya cewek yang selalu ngurusin kehidupan gue. Dan gue minta, berhenti cari tau apa masalah yang sedang gue hadepin sekarang ini!"

Kiara bungkam.
" sana masuk kelas, kasian Vana!!" dan saat itu juga Brian pergi berlalu untuk membolos sekolah.

disisi lain Vana tengah membersihkan luka Raffi dengan tanganya sendiri, mengelap darah yang tersisa dengan lembut, membuat kedua manik coklat itu terus menatapnya tak percaya.

Hari ini, Vana menolongnya bahkan sampai mengobati lukanya, kejadian yang langka bukan?

"jangan liat gue sama tatapan lo yang kurang ngajar itu!" celetuk Vana karna mulai merasa risih dengan tatapan yang Raffi berikan pada dirinya.

Raffi mengedipkan kedua matanya berulang kali, kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"heheheh maaf. Lagian lo tumben tumbenan gini baik sama gue?" balasnya.

Tangan Vana berhenti dari pergerakan kemudian menekan luka lebam di bagian pelipis Raffi dengan keras hingga membuat cowok itu meringis.

"gue itu serba salah ya di mata lo? maunya apa sih hah?!!! udah mending gue tolongin, eh malah banyak Bacod! nyesel gue nolong orang kayak lo!!" Vana beranjak dari sana kemudian keluar.

Raffi mencoba mengejar Vana sambil memegangi lukanya yang parah itu.
"VAN, VANA!!!" teriak Raffi

Hallo my readers author..
Gimana? Ada yang nggak sabar pengin tau kelanjutan ceritanya, authot update lagi nih.

Maap yee kalo masih banyak Typo.
Jangan lupa tinggalin jejak oke:v

Lope yu💕

The Cruel Girl [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang