"Sampai bertemu lagi." ucapku sambil tersenyum. Thea balas tersenyum, sangat manis membuatku tidak ingin melepaskannya. "Aku duluan yaa Jose." bisiknya menyadarkan bahwa aku harus melepaskannya. Aku mengangguk dan membiarkan ia melanjutkan langkahnya menyusul Tata yang sudah lebih dulu tidak terlihat.
***
Aku masih memanjakan diriku di bawah selimut, masih enggan untuk keluar dari kenyamanan ini, masih terasa lelah. Pikiranku melayang memikirkan kejadian kemarin malam, dengan terpaksa aku harus mengakui bahwa aku tidak menyukai keramaian kepada orang yang baru aku kenal. Pria itu benar-benar membuatku terhipnotis, tidak membuatku takut sama sekali, aku merasa aman berada di dekatnya. Seperti magnet yang terus menarikku untuk mendekat.
Aku merasa heran terhadap diriku, bagaimana bisa aku merasa aman dekat dengan seorang pria, terlebih lagi pria ini belum aku kenal lebih dari 24 jam. Aku memejamkan mata menepis semua pikiranku tentang malam itu. Aku memutuskan untuk keluar dari selimut hangatku dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi, aku butuh mengguyur diriku agar tidak terus memikirkan pria yang belum sehari aku kenal tersebut.
Sore ini aku akan menemui teman-teman kuliahku. Reuni kecil bersama sahabat-sahabat dekatku semasa mengenyam pendidikan. Aku mempersiapkan diriku untuk bertemu mereka sore ini. Untungnya acara hari ini hanya sekedar makan malam bersama teman dekat, bukan reuni akbar yang akan membuatku berada di keramaian lagi. Aku muak jika dalam dua hari harus menghadiri acara yang penuh orang.
Selesai mandi, aku mendengar ketukan dipintu apartemenku. Sambil melangkah menuju pintu aku terus berpikir siapa yang berkunjung, karena sepertinya aku tidak memiliki tamu hari ini dan tidak ada janji pada siapapun. Tiba di depan pintu apartemenku, aku sedikit mengintip dari lubang kecil di pintu. Aku membuka pintu setelah mengetahui siapa gerangan di depan sana.
"Belum ada sehari kita berpisah dan kamu sudah ada di dalam ruang tamu ku." ujarku refleks ketika Tata sudah duduk manis di ruang tamuku. Aku tidak merasa memiliki janji dengan Tata hari ini, karena memang aku memiliki janji reuni dengan teman kuliahku.
"Aku hanya ingin mengunjungimu, Thea. Apakah tidak boleh?" celoteh Tata masih tetap asik duduk dan memegang ponselnya.
"Mengapa tidak menginap saja semalam?" tanyaku, semalam aku sudah menawarkan untuk menginap, namun Tata menolak mengatakan bahwa ia takut suaminya sudah pulang dari perjalanan dinas. Ah aku lupa memberitahukan bahwa Tata sudah menikah setahun yang lalu hanya saja belum dikaruniai anak atau mungkin memang Tata menundanya karena suaminya lebih sering berada di belahan bumi lain daripada di rumah bersama Tata. Dengan kedatangan Tata hari ini aku yakin suaminya itu belum di rumah.
"Kau pasti sudah menduganya bukan? Al belum pulang!" jelas Tata, penjelasan yang sebenarnya tidak kubutuhkan. "Temanin aku makan siang Thea." tambahnya. Aku melirik jam dinding di ruang tamuku, sekarang baru mau jam 12 sepertinya tidak masalah jika aku keluar sebentar dengan Tata. Toh aku janjian masih sekitar jam 5 sore dengan teman-temanku.
"Baiklah, tapi aku harus bertemu teman-temanku sore ini. Antar aku setelahnya, oke?" Tata hanya mengangguk menanggapi keinginanku. Aku beranjak menuju kamarku, mengganti pakaianku dan sedikit memoles wajahku agar tidak terlihat pucat. Kusambar ponsel dan tasku, lalu kembali menghampiri Tata di ruang tamu.
"Aku sudah siap." kami beranjak meninggalkan apartemenku, aku sudah memastikan bahwa apartemenku aman dan menguncinya. Tata mengajakku makan di daerah yang dekat dengan janjian ku dengan teman-teman, supaya memudahkan diriku daripada harus menghadapi macetnya Jakarta nanti.
Restauran Abura Soba memang pilihan paling tepat. Sudah beberapa bulan aku tidak makan siang bersama Tata. Jika suaminya sedang disini Tata lebih banyak menghabiskan waktu bersama suaminya. Suami Tata sangat posesif, kalau saat sedang meninggalkan Tata dia akan meninggalkan segudang aturan, salah satunya ya Tata hanya bisa bertemu orang-orang yang diperbolehkan suaminya. Alfonso, suami Tata menghindari skandal, pengusaha sepertinya paling malas berurusan dengan wartawan. Entah karena ia memang menyayangi Tata atau karena nama baiknya. Teman dan kerabat Tata tidak banyak, Tata bisa dengan bebas menemuiku dan Grace, namun karena Grace sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya maka tidak ada pilihan selain bersama denganku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is Healing
RomansaTakdir cinta tidak pernah salah. Berkali-kali pun kau terjatuh karena cinta, takdir cintamu akan tetap datang. Seperti malaikat penyembuh yang menyembuhkan lukamu dari 'jatuh cinta' yang lalu. Menyembuhkan kesakitan dari lukamu di masa lalu. Takdir...
