Don't forget to give me some star before.
"Kita sekalian checkout, setelah sarapan aku mau melanjutkan apa yang kita lakukan di kamar mandi tadi." bisik Jose di telingaku membuat pipiku memerah.
***
Sudah hampir satu bulan berlalu sejak Jose melamarku dengan meminjam hari spesial Grace dan Matt. Aku sudah tinggal bersamanya sekarang. Ia menjual apartemenku dan memindahkan semua barang yang aku perlukan ke rumahnya dan membiarkan barang sisanya seperti furniture tetap disana. Karena menurutnya itu tidak di butuhkan.
Aku sempat menolak ketika ia minta tinggal bersama, karena di negaraku hal tersebut bukan termasuk hal yang wajar. Namun dengan sifatnya yang tidak mau dibantah aku mengalah dan memutuskan untuk menuruti keinginannya.
Akhirnya kami berdua sepakat bahwa aku akan tetap menjadi submisifnya, semua itu atas permintaanku. Aku sadar bahwa aku menikmati dominasinya, semua aturan yang ia berikan dan semua kontrol darinya untukku. Aku meminta padanya untuk tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi orang lain karena mencintaiku. Akupun harus belajar mencintai apapun yang ia lakukan kepadaku. Aku menyadari bahwa ketika Jose menghukumku karena aku melakukan kesalahan bukan karena Jose ingin menyiksa atau menyakitiku.
Aku tidak lagi punya pikiran negatif tentangnya karena aku tahu bahwa aku memilikinya seutuhnya. Aturan mutlak yang pasti dia berikan adalah mengenai makananku dan ditambah dengan siapa aku bergaul. Jose merupakan pria yang sangat posesif dan sangat pencemburu.
Ponselku bergetar menandakan ada pesan masuk untukku. Aku membuka pesan tersebut dan tersenyum membacanya.
Aku akan menjemputmu jam 5 sore. Jangan buat aku menunggu, kita akan keluar makan malam. Love you!
Pesan dari Jose memang selalu berhasil membuatku senyam senyum sendiri. Dengan cepat aku mengiriminya balasan.
Yes, sir. Love you too.
Aku menyimpan kembali ponselku dan menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat. Memilih memakan makan siangku di meja kerja agar tidak perlu membuang waktu dijalan menuju tempat makan. Aku masih berkutat dengan beberapa laporan proyek yang harus aku laporkan minggu ini, aku sangat bangga dengan kerjaku sebulan ini, kembalinya Jose seperti kembalinya warna dalam hidupku. Aku harus menikmati pekerjaanku saat ini. Sesuai kesepakatanku dengan Mr. Posesif, aku akan berhenti bekerja setelah menikah dengannya, ia ingin aku berada pada radarnya, tidak lagi sibuk dengan urusan pekerjaan.
"Ms. Stacy, Mr. Samuel mencari anda." suara sekertaris atasanku terdengar dan membuyarkan fokusku pada laporan yang masih sedikit berantakan.
"Thank you Ms. Velve. Aku akan menemuinya." ujarku sambil merapikan berkas dan menyimpan file dokumen yang sedang aku kerjakan di laptopku. Aku bangkit dari dudukku dan mengikuti Alicia Velve untuk menemui atasanku itu. Alicia mengetuk pintu Kevin Samuel, atasanku sekaligus bossnya.
"Masuk!" terdengar suara Kevin dari dalam ruangan. Alicia masuk lebih dulu dan aku mengikutinya. "Tinggalkan kami, Alicia. Terima kasih." usai mengatakan demikian Alician meninggalkan ruangan dan hanya tinggal aku berdua dengan atasanku.
"Ada apa anda mencari saya, Mr. Samuel?" tanyaku sopan padanya. Kevin menatapku sambil tersenyum, aku tahu bahwa ia memiliki kabar baik untukku.
"Congratulation, Thea! Client happy with your proposal and strategy to their employer branding." ujarnya membuatku mengembangkan senyum bahagiaku. Setelah beberapa kali proposalku di tolak oleh klien karena menurut mereka strategi yang aku berikan sangat sampah dan tidak akan bisa menjual ke publik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is Healing
RomanceTakdir cinta tidak pernah salah. Berkali-kali pun kau terjatuh karena cinta, takdir cintamu akan tetap datang. Seperti malaikat penyembuh yang menyembuhkan lukamu dari 'jatuh cinta' yang lalu. Menyembuhkan kesakitan dari lukamu di masa lalu. Takdir...
