Proviso

1.9K 60 3
                                        

"Kau benar-benar ingin aku menunjukkannya?" Suara Jose melunak, kali ini aku berani menatapnya. Aku menganggukkan kepalaku dengan yakin. "Baiklah. Tapi aku punya syarat!"

***

Aku tidak percaya dengan syarat yang diajukan oleh Jose. Ia benar-benar membuatku berpikir dua kali untuk memaksakan kehendakku. "Jika kau ingin tahu apa yang kuinginkan selama ini, aku ingin memiliki hubungan D/s 24/7 denganmu. Itu artinya kau akan disini sepanjang waktu, melakukan task yang aku berikan setiap hari. Jika kau tetap mengingikannya, ambil cuti 3 hari, aku akan melakukan training agar kau menjadi submissive yang sempurna untukku, dan syaratku selama 3 hari trainingmu, kau tidak boleh mengalami panic attack mu dan tidak menggunakan safe wordsmu. Jika gagal, aku tidak akan melanjutkan hubungan kita dalam bentuk apapun." aku berusaha mencerna setiap kata-kata yang dilontarkan oleh Jose barusan. Ia menginginkan aku menjadi submisif sepenuhnya.

Aku masih menimbang untuk melakukannya atau biarkan ini berjalan seperti ini, dengan semua yang Jose katakan aku sadar bahwa tidak ada cinta untukku, dia hanya menyukai aku yang menurut padanya. Aku sudah terlalu nyaman dengannya, ada hal dalam dirinya yang menarikku untuk ingin terus bersamanya. Aku tidak ingin mengatakan ini cinta. Aku belum pernah benar-benar merasakan cinta kepada seseorang. Bahkan ketika aku sudah pernah menikah aku tidak mencintai mantan suamiku. Aku tidak memiliki cinta untuk papa dan mamaku, tidak juga untuk Tata. Sebesar apapun aku menyayanginya, aku pernah membencinya karena tidak pernah mendapatkan apa yang Tata dapatkan.

"Tidak perlu berpikir terlalu keras sayang." ujar Jose setelah beberapa menit membiarkan aku berkutat dengan pikiranku yang terus mencerna ucapannya. Aku takut jika aku mencintai pria posesif ini dan aku hanya jatuh cinta sendiri tanpa di cintai. Perilakunya membuat semua wanita ingin dimiliki olehnya, dilindung, di berikan kenyaman yang tiada tara.

"Aku setuju." ujarku membuat Jose terkejut, bahkan aku tidak kalah terkejutnya dengan Jose, aku bahkan tidak menyangka akan melontarkan hal tersebut secepat ini. 

"Kau masih punya kesempatan untuk berubah pikiran sayang." Jose membalas ucapanku dengan mengelus kepalaku lembut. "Kau tau, kau berhasil membuatku menahan semua keinginanku hanya supaya aku tidak membuatmu takut dan pergi." ucapannya seakan memberikan kuperingatan padaku bahwa setelah ini bisa saja aku tidak akan bersamanya.

Aku masih terdiam, namun aku tidak akan mundur. Aku akan tetap melanjutkan ini.

"Mengapa aku tidak boleh menggunakan safe words ku, sir?" tanyaku penasaran dengan syarat yang dia berikan. Jose menatapku tersenyum dengan smirk khasnya. 

"Aku tidak akan melewati limitmu, Thea. Aku tidak akan melukaimu, jika kau menggunakan safe words mu untuk hal-hal yang bahkan tidak kau ketahui apakah itu yang kau takuti seperti wax play kita kemarin, berarti kau tidak sepenuhnya percaya kepadaku." penjelasan Jose sekali lagi membuatku berpikir apakah sebenanrnya aku tidak memercayai pria ini. Aku bahkan sepertinya sudah menaruh seluruh hidupku dalam pegangan tangannya.

"I trust you, sir." ucapku tulus namun sangat lirih, namun Jose memiliki pendengaran yang tajam, bukan hanya tatapannya yang tajam. "Then you can prove it now." ujarnya di luar prediksiku. Ia sudah menyetujui keinginanku. "Jika kau tidak akan berubah pikiran. Ambillah cuti lagi. Kita akan mulai trainingnya hari rabu. Aku akan membiarkan kau mempersiapkan diri dua hari ini." lagi-lagi ucapannya di luar prediksiku. Sekarang aku mulai bimbang apakah aku bisa mengikuti syaratnya atau aku yang akan ditinggalkan nantinya.

***

Aku sudah kembali ke dalam kamar di apartemenku. Jose memulangkanku setelah kami selesai makan malam. Ia menyerahkanku sebuah map yang berisi kesepakatanku dengannya. Aku masih belum bernyali membuka map tersebut. Masih kubiarkan map itu tergeletak di atas meja riasku. Aku merebahkan tubuhku, memikirkan kembali semua permintaanku. Namun ini sudah setengah jalan untuk aku putar balik, jadi aku tetap bertekad akan menyelesaikan apa yang aku mulai. 

Love is Healing Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang