To Be His Submissive (2)

5.9K 95 7
                                        

ALERT 21+!!!

"Kau akan melawan ketakutanmu Thea, atau itu akan terus menghantuimu. Jika kau percaya padaku, kau akan mencobanya." aku tahu ini sebuah perintah, aku sudah memutuskan untuk mencobanya. Mungkin kedepannya Jose tidak akan berhenti melakukan seperti tadi. "did i make myself clear, baby?"

"Yes, sir."

***

Aku sudah kembali kepada aktivitasku, aku tetap bekerja di weekdays dan menjalankan hariku seperti biasa. Jose mulai sering menjemputku di kantor dan mengantarkanku pulang. Ia melakukan janji mencoba menjalin hubungan normal denganku sebagai sepasang kekasih. Mengajakku makan malam bersama, menjemputku dan membiarkan aku menjalani hidupku seperti biasa. Ia tidak mengekangku, hanya saja he still keep me in line. Sesuai dengan aturan yang dia berikan.

Aku mulai menikmati peranku sebagai kekasih dan submisifnya. Ia memperlakukanku dengan baik. Sejak kejadian di rumahnya, ia memintaku untuk menginap setiap akhir pekan, bukan sebuah permintaan sebenanrnya itu sebuah perintah dan aku menyetujuinya.

"Kita akan kemana malam ini, sir?" tanyaku ketika sudah masuk ke dalam mobil. "Makan malam seperti biasa." jawabnya. Lalu suasana kembali hening. Aku hanya memperhatikan keluar jendela mobil dan pikiranku melayang entah kemana sampai akhirnya aku merasakan tangan Jose sudah berada di dalam rok spanku dan mobilnya sudah berhenti dan terparkir. "Sebelum turun, aku mau kau melepaskan celana dalammu." bisiknya, suaranya yang rendah terdengar sangat seksi di telingaku. Aku membelalakan mata, terkejut atas permintaannya. Jose tidak pernah melakukan hal seperti ini di tempat umum. "Tapi kita akan makan malam Jose." ujarku pelan dan menundukkan kepalaku. "Lakukan Thea, aku tidak suka mengulang apa yang aku perintahkan." suaranya terdengar sedikir marah. Aku enggan melawannya, perlahan aku menaikkan sedikit rokku dan menarik lepas celana dalamku lalu menyerahkannya pada Jose. Jose menerimanya dan menyimpannya kedalam saku jasnya. Setelah itu ia keluar dari mobil dan menghampiri kursi penumpang membukakan aku pintu. Kami memasuki restoran yang sudah ia pesan untuk makan malam ini. Aku sangat gugup dan memerhatikan sekitarku, saat ini aku merasa seperti tidak memakai apapun pada bagian bawah tubuhku, seakan aku setengah telanjang saat ini.

"Berlakulah seperti biasa, atau kau senang jadi pusat perhatian banyak orang?" bisiknya ketika kami sedang berjalan menuju meja yang sudah Jose pesan. Meja ini terletak di ujung agak belakang restoran yang langsung terhubung dengan danau di belakang resoran ini. Pemandangan dari meja yang Jose pesan sangat indah. Jose mempersilakanku duduk dan seperti biasa dia sudah memesankan apa yang akan aku makan dan apa yang akan aku minum. Ia melarangku melewatkan makan malam, menurutnya aku sudah sangat kekurangan gizi.

"Apa saja yang kau lakukan hari ini, baby?" tanyanya setelah pelayan sudah meninggalkan kami berdua untuk menyiapkan pesanan kami. "Seperti biasa sir, bekerja, meeting, tidak banyak yang aku lakukan hari ini. Hanya saja karena sedang ada projek yang akan di garap oleh teamku, seminggu ini melelahkan untuk menyusun strategi." ujarku menjawab pertanyaannya. "How bout you, sir?" ku mebalas pertanyaannya.

"Very good." jawabnya singkat. Ia jarang menceritakan bagaimana pekerjaannya hanya memberitaukan apakah hari ini baik, atau suasana hatinya sedang buruk dan lain-lain. Setelah menjawab pertanyaanku, aku merasakan tangan Jose mulai menyentuh area kewanitaanku, aku sedikit terkejut dan sedikit merapatkan kakiku memblok akses untuknya. Ia menantapku dengan tajam "Lebarkan kakimu Thea." bisiknya. Perlahan tanpa melawan aku melebarkan kakiku dan dia mulai memainkan jari-jarinya pada clitku dan aku mulai merasa turn on. Aku merasa bagian bawahku mulai basah. Perlahan aku merasa jari Jose mulai masuk kedalam vaginaku dan aku menahan desahanku. Aku mulai merasakan kupu-kupu berterbangan diperutku dan aku tahu aku akan segera datang, namun harapanku sirna ketika Jose membisikkanku perintah yang akan membuatku frustrasi. "Do not cum until I give you permission." mendengar itu aku menahan mati-matian untuk tidak cum ditangannya. Ketika ia melihat aku sudah sangat tidak tahan, Jose mengeluarkan tangannya dari rokku ia membersihkan tangannya dengan tissue dan membiarkan aku frustasi karena tidak dapat menyelesaikan kebutuhanku.

Love is Healing Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang