Tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Ruby, seorang gadis yang anti sosial seperti dirinya, akan berkencan dengan seorang pria tampan dan populer di kampusnya seperti Alex. Semuanya seperti mimpi, apalagi bagi seorang Ruby Maxwell.
Hari-hari Ruby di kampus menjadi lebih hidup dari biasanya. Tidak sedikit orang yang menyapanya di lorong maupun di kelas. Bisa dikatakan, kini Ruby begitu terkenal. Popularitasnya di kampus naik dengan pesat begitu Alex menjadi kekasihnya.
Kini, Ruby pun tak segan-segan untuk menghabiskan waktunya bersama Alex di taman, kafetaria, maupun di perpustakaan. Ia sudah terbiasa dengan tatapan membunuh para penggemar fanatik Alex. Ruby sudah tidak peduli lagi dengan itu semua. Selama bersama Alex, ia merasa dunia hanya milik berdua.
Hari ini, Ruby sudah berjanjian dengan Alex untuk bertemu dengannya di perpustakaan. Bukan untuk menjalankan hukuman ataupun merapikannya, namun untuk pergi ke suatu tempat yang sudah dijanjikan oleh Alex.
Ruby sangat bersemangat setiap Alex akan mengajaknya ke suatu tempat. Lelaki itu selalu penuh dengan kejutan. Dan Ruby selalu menyukainya. Mungkin itu adalah salah satu faktor mengapa ia bisa menyukai Alex.
Bel pergantian kelas pun sudah berbunyi. Ruby bergegas merapikan seluruh barang-barang dan memasukkannya ke dalam tasnya. Ia sudah tidak sabar untuk menanti kejutan lainnya dari Alex.
"Rubs, kau mau kemana? Kenapa tergesa-gesa?" ujar Casey yang duduk di sebelahnya. Ia bahkan masih mencatat penjelasan Mr. Green yang ada di papan tulis.
"Ada kejutan yang sedang menantiku. Sampai nanti, Case!" ujar Ruby. Gadis itu pun meletakkan handphone di saku celana jeans-nya dan bergegas menuju perpustakan.
-----------
Perpustakaan
Hari sudah menjelang sore. Alex duduk di kursi kayu itu, menunggu kedatangan Ruby. Ia berjanji akan mengajak gadis itu ke suatu tempat. Alex bahkan sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Ia ingin memberi Ruby sebuah kejutan lainnya. Tak lama berselang, ia merasakan seseorang datang dari arah belakang dan menyentuh punggungnya.
"Akhirnya kau datang ju….." ujar Alex terkejut. Ia kehilangan kata-kata ketika melihat sosok yang berdiri tepat di belakangnya.
"Apa kau sudah lama menungguku, huh?" ujar Bianca bersandar di salah satu rak buku. Tatapannya datar. Entah apa yang sedang dilakukannya di sana dan bagaimana ia bisa mengetahui bahwa Alex berada di sana.
"Apa yang kau lakukan disini, B?" ujar Alex ketus. Ia tidak menyangka jika Bianca-lah yang muncul di hadapannya.
"Aku ingin menemuimu. Itu saja." ujar Bianca berjalan mendekati Alex. "Apakah aku tidak boleh menemuimu?"
Alex hanya terdiam. Ia tidak membalas kata-kata Bianca. Matanya mengikuti kemana Bianca bergerak. Bianca pun menarik kursi di sebelah Alex dan duduk dengan santainya.
"Kau berubah, Alex. Aku lebih menyukai dirimu yang dulu. Apakah kau tidak ingat masa-masa indah kita?" ujar Bianca sambil menyisir rambut Alex dengan jarinya yang lentik.
"Sebaiknya kau pergi, B. Aku sedang tidak ingin diganggu." ujar Alex menatap Bianca dengan dingin. Alex pun terlihat tidak nyaman dengan ulah Bianca.
"Apa yang gadis itu lakukan sehingga kau menjadi dingin padaku seperti ini?" ujar Bianca sinis. Ia bahkan segan untuk menyebut nama Ruby.
Alex tahu gadis yang dimaksud Bianca adalah Ruby. Ia terdiam sejenak. Alex menatap Bianca dengan lekat. Alex berusaha membaca permainan macam apa yang sedang Bianca mainkan. Ia juga mencoba mencari akal agar Bianca pergi dari tempat itu sebelum Ruby datang.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Stars and You
RomanceRuby Maxwell, seorang gadis dengan kehidupan yang rumit, berusaha untuk 'tidak terlihat' di kampusnya. Ia hanya ingin menyelesaikan studinya, sesuai dengan keinginan ibunya. Namun semua itu berubah ketika ia harus berurusan dengan lelaki populer di...
