Chapter 38

1.1K 62 13
                                        

Sudah tiga hari berlalu sejak insiden di festival lampion yang diadakan di tepi pantai itu. Insiden itu menyebabkan luka-luka ditubuh Ruby masih terasa sakit hingga kini. Sudah tiga hari pula Ruby tidak melihat sosok Jake McKinsey di sekitar kampus.

"Apa kau sedang bercanda?" ujar Casey. Matanya membelalak, tampak hampir keluar dari tengkoraknya.

Ruby tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia hanya menggelengkan kepalanya untuk menjawab Casey. Baru hari ini Ruby memberanikan diri untuk menceritakan semuanya pada Casey. Itu pun karena Casey tidak sengaja melihat luka di lengan Ruby. Kini, mereka berdua sedang berjalan menuju perpustakaan.

"Wah, Jake memang luar biasa." ujar Casey sambil bertepuk tangan. "Tapi apa kau tahu, Rubs? Aku selalu merasa Jake menyukaimu  lebih dari sekedar teman."

Ruby menghentikan langkahnya. Ia menatap ke arah Casey. Ruby terheran-heran mengapa Casey tidak pernah memberitahunya mengenai tingkah aneh Jake selama ini. Casey menyadari Ruby menghentikan langkahnya. Ia pun menghentikan langkahnya juga dan membalas tatapan Ruby.

"Apa? Ada apa?" ujar Casey bingung sambil mengangkat kedua bahunya.

"Mengapa kau tidak pernah mengatakannya padaku, Case? Maksudku, mengenai tingkah aneh Jake padaku." ujar Ruby.

Casey menghela nafasnya dengan panjang. Ia tampak tidak percaya dengan pertanyaan Ruby.

"Aku tidak tahu apa kau lupa atau tidak mendengarkan perkataanku. Tapi, yang jelas, aku sudah mengatakannya padamu di kafetaria." ujar Casey.

Ruby memiringkan kepalanya. Matanya menjelajah ke segala arah, berharap mengingat sesuatu yang dikatakan oleh Casey waktu itu di kafetaria.

"Benarkah?" ujar Ruby ragu.

Casey memutar kedua bola matanya. Tangannya memegang kepala. Casey merasa jengkel pada Ruby. Sahabatnya ini memang terkadang memiliki sifat pelupa.

"Ah, sudah kuduga kau akan melupakannya." ujar Casey. "Tapi, sesungguhnya aku tidak percaya sampai detik ini, Jake akan melakukan semua hal itu padamu. Pria itu terlihat sangat baik."

"Jangankan kau, aku saja tidak percaya." ujar Ruby sambil menghela nafas.

Ruby dan Casey sama-sama mengerutkan kedua alis mereka. Mata kedua gadis itu tampak kosong sambil menerawang jauh.

"Hmm..bagaimana kau bisa melepaskan dari dari Jake, Rubs?" ujar Casey sambil menatap Ruby.

"Alex datang entah darimana. Ia menarik Jake dan memukuli pria itu hingga babak belur." ujar Ruby.

"Apakah itu benar? Alex memang keren. Ia selalu ada di saat kau membutuhkannya, Rubs." ujar Casey.

Ruby mengangguk. Ucapan Casey ada benarnya. Alex selalu ada untuk Ruby. Di saat Ruby sedang menghadapi kesulitan, Alex selalu muncul untuk membantu Ruby.

"Kau tahu, Alex sungguh-sungguh menyukaimu." ujar Casey sambil merangkul Ruby dengan hangat.

Ruby membalas ucapan Casey dengan senyuman. Adegan-adegan Alex membantu Ruby sekelebat terlintas di kepala Ruby. Kepingan demi kepingan, muncul di ingatan gadis itu.

"Ngomong-ngomong soal Alex..." Casey menyiku pelan tubuh Ruby.

Ruby tersadar dari lamunannya. Ia pun menoleh ke arah Casey dengan tatapan bertanya-tanya. Lalu, Ruby mengikuti arah tatapan sahabatnya itu.

Tampak dari jauh, Alex berjalan di tengah taman. Membelah lautan manusia yang sedang memenuhi taman siang itu. Para gadis yang berada di sana tidak melepaskan pandangannya dari sosok Alex. Beberapa dari mereka saling berbisik mengenai ketampanan pria itu. Bahkan beberapa dari kumpulan gadis-gadis tampak tercengang. Liur mereka terlihat hampir saja menetes.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 18, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

The Stars and YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang