Suara jernih musik disebuah restoran mewah terdengar sangat nikmat. Tapi, tidak untuk kedua pria yang berwajah hampir mirip satu sama lain.
Ya, sudah sekitar 30 menit mereka saling tatap dengan tajam. Entah apa yang sedang mereka lakukan hingga makanan yang tersaji apik tepat didepan tidak dilirik sedikit pun.
"Kau masih saja seperti Hyung mu. Suka bermain wanita." Kata Baekhyun dengan nada intimidasi.
"Sepertinya, kau sudah melupakan kejadian 5 tahun lalu." Kata Taehyung dengan smirk.
"Isaekki (bajingan ini). Jangan mengungkitnya lagi."
Taehyung hanya tertawa ringan, terkesan meledek kakak keduanya dan menggelengkan kepala nya perlahan.
.
.
Aku baru saja selesai dari kamar mandi. Saat ku lihat bibir ku memerah akibat perlakuan tidak menyenangkan Taehyung tadi. Kami melakukan adegan ciuman sepihak itu cukup lama hingga membuat bibirku mati rasa.
Dari depan toilet, aku bisa melihat tatapan tidak bersahabat dari Taehyung dan kakak keduanya. Sepertinya hubungan mereka memang tidak baik.
Aku berjalan sambil menyembunyikan bibir merah ku dengan menggunakan telapak tangan ku. Suasana yang sedikit menegang membuatku canggung berada diantara kakak-beradik ini.
"Kau sudah selesai?" Kata Taehyung dengan senyum lebar menatapku yang duduk disebelahnya.
Ku sunggingkan senyum terpaksa dan langsung menundukkan kepala guna menutupi bibirku yang memerah.
"Aku tahu hubungan kalian sangat dekat tapi, tolong jangan melakukan hal semacam itu lagi di kantor." Kata Baekhyun menatapku, tapi tidak ku lihat karena terlalu malu dengan kondisi bibir merah seperti ini.
"Berhenti ikut campur urusan kami." Kata Taehyung penuh penekanan.
"Dasar bocah ini. Dan satu lagi. Pernikahan kalian hanya menghitung hari tapi, aku bahkan belum mengenal calon ipar ku. Jadi,..bisa perkenalkan dirimu?" Kata Baekhyun diselingi senyum kemenangan.
Taehyung yang melihat itu sontak menatap ku dengan tatapan meminta jawaban atas perintah Baekhyun tadi.
"Aku.."
"Chagi, jika itu sulit tidak usah dijawab." Kata Taehyung sambil menggenggam tangan ku erat, sepertinya dia tidak memperbolehkan untuk mengatakan identitasku.
"Kalau tujuan mu hanya untuk membuka tempat introgasi, kami akan pergi dulu." Kata Taehyung yang mau berdiri sambil masih menggenggam tangan ku.
"Nanti malam akan ada e-mail dari Woochan Entertainment untuk mengajukan proyek kerja sama. Sebagai pemimpin proyek kurasa kau harus menerima nya." Jelas Baekhyun dengan wajah datar.
"Eumm, itu semua adalah keputusanku. Jangan buatku menjadi pembantu mu yang akan selalu menuruti permintaan mu, Kim Baekhyun." Kata Taehyung tanpa memasang wajah bersahabat.
Aku bisa merasakan Taehyung menarik ku dari restoran itu dan segera saja ku lepas genggaman tangan nya. Karena terlalu emosi dengan perbuatannya yang tidak ada hentinya membuatku marah.
"Kau marah? Sedari tadi kau menundukkan wajahmu. Apa terjadi sesuatu?" Tanya Taehyung dengan nada khawatir sambil memegang kedua bahuku.
Ku hempaskan pegangan tangannya dan mulai mengangkat kepala ku, hingga wajah kami berdekatan dengan jarak cukup dekat.
"Bibirmu..." Kata Taehyung yang terkejut melihat bibirku yang memerah dan terkesan sedikit bengkak.
"Aish, kau baru sadar perbuatan mu?! Hari ini aku ada perkumpulan dengan anak jurusan. Kenapa kau melakukan itu lagi?!!" Bentak ku sambil memegang bibirku yang masih sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
What Is Love? K.T.H
FanfictionPertemuan kita memang takdir termanis untuk ku. Semua mendeskripsikan bagaimana Tuhan memberikan banyak kepercayaan untuk menjaga mu. Cast: - Kim Taehyung - Bong (Y/N) ------ Update: tiap hari SELASA✨ -Jenna Park-
