Setiap hari kita tidak lepas dari aroma, aroma adonan kue yang baru keluar open, aroma rumput yang baru saja di potong, aroma buku baru yang ada di toko buku atau perpustakaan, bahkan aroma bau sampah yang baru dibuang.
Jisoo, mahasiswa tataboga ata...
Sekali lagi di sini aku tegasin sama kalian buat vote dan komen, cuma sekedar vote kah susah banget? Aku cuma lihat jumlah pembaca yg udah seribu lebih tpi yg vote cmn nembus 100 doang
Dan satu lagi, tolong follow akun aku juga ya biar aku semangat nulisnya, okehh.. terus jg akun instagramku, kalau instagram yg minta followback langsung DM aja akunya ya. Klik link di profil aku ya!!
Dan aku juga mau promosiin story baru aku yang lokal version, semoga suka ya sama kisah receh mereka
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ok cukup basa basinya, kalian siapa akan kebngstn Jin tomang hmm?? 🌚
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
○●○●
Jisoo sama sekali tidak bisa fokus selama kelas Mr. Vernon berlangsung setelah bisikan yang Seokjin berikan padanya tadi, sedangkan Sana dan Seulgi nampak bolos dalam mata kuliah Mr. Vernon, entahlah ada apa dengan mereka.
Apakah Seokjin akan benar-benar ke rumahnya malam ini? Oh ayolah jika iya dia takut Seokjin akan liar lagi, apa lagi dia mau menggunakan Jisoo sebagai alat untuk memuaskan nafsunya karena dia tidak akan menelan obat pengendali nafsunya lagi untuk melatih diri. Yang benar saja?! Saat Seokjin meminum obat itu saja dia benar-benar kasar bergelut di atas ranjang, bagaimana jika dia malah tidak menggunakan obat itu? Yang ada nanti badannya remuk semua karena kegiatan ranjang bersama Seokjin.
"Sial kenapa pikiranku kotor sekali." Jisoo mengelengkan kepala dan benar-benar nampak pucat sekarang, dia juga kenapa mencium Seokjin seperti itu? Hahh bisa-bisa dia benar-benar tidak bisa berjalan besok pagi kalau begini.
"Jisoo hei Jisoo." Gadis itu agak kaget saat Jihyo memukul pelan bahunya.
"Mr. Vernon memanggilmu." Bagai ada cambuk yang mengenai punggungnya Jisoo segera melihat ke depan dan kaget bukan main saat Mr. Vernon sudah menatapnya dengan pandangan tajam.
"Oke kita lihat, apakah kau menyimak atau tidak tuan putri." Jisoo kembali meneguk salivanya saat Vernon menyuruhnya untuk ke depan dan menjelaskan resep makanan yang dia jelaskan sedari Jisoo melamun.