Sore sudah menampakan batang hidungnya saat warna jingga di langit sudah kelihatan. Jisoo baru saja berkunjung ke restoran keluarganya, membantu sedikit walau tidak terlalu pro seperti Namjoon.
Gadis itu duduk disalah satu bangku taman sambil meminum es kopi dan membaca sebuah novel yang baru dia beli beberapa minggu lalu.
"Daniel dan Jihyo sudah pulang duluan, ah lebih baik kau disini dari pada menjadi lalat untuk mereka berdua Kim Jisoo." monolognya sendiri sambil menyeruput kopi yang menyegarkan itu.
Saat lagi asik-asiknya meminum kopi dan membaca novel Jisoo sangat kaget saat tiba-tiba sebuah tangan yang lebar menepuk kepalanya.
"Kelihatannya sendiri adalah hobimu ya Jisoo, dari SMA Saem selalu melihatmu sendiri."
Jisoo kaget dan menatap tajam ke arah Seokjin. "Dan kelihatannya menggangguku itu juga hobimu ya Seokjin Seonsaengniem."
Jisoo mendengus kesal sambil menatap ke arah dosennya yang tengah tersenyum menyebalkan.
"Ck setiap laki-laki yang aku kenal kenapa menyebalkan sih? Appa bahkan Namjoon Oppa juga sama menyebalkannya dengan dosen sialan ini." Jisoo bergumam tak jelas dengan wajah masamnya. Dia lantas mengabaikan Seokjin dan terus membaca novelnya.
"Ngomong-ngomong apakah tugas yang aku berikan tadi saat kampus sudah kau kerjakan?" tanyanya lagi dan tidak tahu malunya duduk di samping Jisoo serta meminum kopinya. Sangat tidak tahu malu.
"Saem aku mau sendiri, aku akan kerjakan tugasnya malam nanti, tapi aku mohon Saem aku mau sendiri dulu." Jisoo menutup bukunya dengan malasnya dan menatap jengah ke arah Seokjin setelah dia berhasil mengambil kembali kopi miliknya.
"Wah ayolah. Kau itu murid kesayangan Saem, aku sangat rindu padamu Soo- ya," senyuman diwajah Seokjin tambah menyebalkan. Jisoo sendiri nampak jengah menatapnya, dia selalu digoda dan di siksa oleh gurunya sedari SMA. Tugas yang diberikan benar-benar banyak.
Jisoo segera berdiri, mengungkung bukunya dan membawa cup kopinya dan berlalu meninggalkan Seokjin.
Jisoo bisa mendengar dengusan kasar dari lelaki itu dan setelahnya Jisoo segera pergi.
"Arghh menyebalkan sekali! Dia itu merusak mood sekali sih!" Jisoo mengerang di balik sebuah gang sempit dekat tong sampah besar.
Dia kesal, kesal setengah mati dan sangat kesal.
"Aaegghh merusak suasana saja padahal kan aku sedang asik membaca novelku!"
Jisoo terus menggeram dan menendang tong sampah sampai akhirnya.
Duar
Jisoo mengeluarkan sedikit tenaga dan listrik pun keluar dari tangannya membuat berantakan dan membuat kebakaran kecil disana.
"Astaga, aku harap tidak ada orang. Uggh kekuatan sialan ini kenapa keluar disaat seperti ini sih?!" kesalnya sendiri dan menendang kembali kotak sampah disampingnya.
"Awww aigoo sakit sekali kakiku, sepatuku juga lecet." Jisoo berteriak sembari memegangi kakinya sendiri sambil melompat kecil, rasa sakit dikakinya itulah penyebabnya.
"Apakah masih sakit?"
Deg
Jisoo kaget, sangat kaget. Suara familiar itu berdenging ditelinga Jisoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SCENT (JinSoo)
Fiksi PenggemarSetiap hari kita tidak lepas dari aroma, aroma adonan kue yang baru keluar open, aroma rumput yang baru saja di potong, aroma buku baru yang ada di toko buku atau perpustakaan, bahkan aroma bau sampah yang baru dibuang. Jisoo, mahasiswa tataboga ata...
