Aku suka ngakak baca komenan kalian 🤣😂 tapi maaf belakang ini jarang bales komen) habis nulis tuh aku langsung ngerjain tugas jadi gak sempet lagi. Padahal jujur aku pengen banget bales komenan kalian :"(
Chap terakhir, :( semoga kalian bisa move on sama nih book ya
Vote yg banyak gak mau tau!
Aku namatin juga pas banget 17-an ya wkwk. Kebetulan libur dan gak belajar guys makanya sempet
Happy reading 💜❤️
***
"Jisoo!"
Sambil berteriak Seokjin terus mencari keberadaan sang gadis yang menghilang di telan keramaian kota.
"Sial! Kenapa aku begitu bodoh?!" makinya pada diri Sendiri. Seokjin benar-benar merasa bodoh. Sangat bodoh karena termakan omongan Sana dan malah tertarik untuk menjalih hubungan dengan wanita ular itu.
Sesampainya di perempatan jalan Seokjin melihat Jisoo yang nampak menangis sesenggukan sambil memegang perutnya yang sudah sedikit buncit.
"Kim Jisoo!" mendengar namanya di sebut membuat Jisoo kaget sendiri. Wanita itu lantas berlari ke barat dan naik ke dalam sebuah taxi.
"Sial!" Seokjin mengumpat tak ayal tadi itu nyaris saja dia mendapatkan Jisoo.
Sedangkan di dalam taxi Jisoo hanya dapat tertunduk lesu sambil menghapus bercak air matanya. Dia sudah cukup sakit hati mendengar penuturan Seokjin yang membentaknya dengan kata murahan.
Ya, Jisoo berpikir dia sangatlah murahan sampai-sampai setiap Seokjin menyentuhnya Jisoo tidak dapat melawan dan menurut saja bahkan menikmatinya sehingga sekarang dia tengah hamil. Itu semua karena kesalahannya yang tidak bisa menjaga diri.
"Maaf nona ingin di antar ke mana?" tanya sang sopir taxi.
"Aku mau ke sungai han." tanpa menaruh curiga dan tidak mau ikut campur lebih jauh akhirnya sopir taxi itu pun mengantar Jisoo ke tujuan yang dia mau.
"Jika memang jalan satu-satunya aku menghilang dari dunia maka aku akan melakukannya."
****
"Bagaimana?" Jinyoung menghampiri Seokjin yang berjalan sempoyongan ke arahnya. Seokjin lantas menggeleng sambil menatap ke arah bawah.
"Aku gagal, aku gagal menjaga orang yang aku cintai." Seokjin kembali menangis dan terduduk sambil berlutut di tanah.
Jinyoung yang melihatnya lantas mengulurkan tangan. "Bangun pecundang. Belum terlambat untuk mencari keberadaannya." hibur Jinyoung.
Lelaki itu lantas menatap ke atas dan bangkit secara perlahan. Seokjin menghapus bercak bening pada matanya dan nampak mulai semangat.
"Kau benar, belum terlambat."
Jinyoung mengelus senyum perlahan lalu kedua lelaki itu pun bergegas lari ke arah mobil.
"Tidak, pakai motor saja, hari ini kelihatannya kota akan macet." imbuh Seokjin lagi.
"Begini saja, kau pakai mobilmu dan aku pakai motorku." ucap Seokjin. Hari ini pun Seokjin terpaksa memakai sepeda motornya karena mobilnya sedang ada di bengkel.
Jinyoung lantas setuju dan mereka mencari Jisoo secara berpencar.
"Ah sial mereka belum menyerah juga." namun tanpa Seokjin mau pun Jinyoung, di sebalik mobil hitam di bawah pohon nampak Sana yang menggunakan hoodie hitam tebal beserta kaca mata hitammya mengintai pergerakan kedua pria itu sambil memakan snacks.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SCENT (JinSoo)
FanfictionSetiap hari kita tidak lepas dari aroma, aroma adonan kue yang baru keluar open, aroma rumput yang baru saja di potong, aroma buku baru yang ada di toko buku atau perpustakaan, bahkan aroma bau sampah yang baru dibuang. Jisoo, mahasiswa tataboga ata...
