Lagi mood nulis nih jadi ya aku nulis lagi nih ya.
Vote keberapa kalian hmm? Jan lupa target tetep 200 vote dan komen 120 ya baru bisa lanjut.
Happy reading ❤️💜
••••
Mencium gadis itu tidak akan membuat Seokjin berhenti untuk mencadu lagi apa lagi hormonnya sudah terangsang seperti ini, hanya karena berciuman dan rasa bibir gadis itu yang manis saja sudah membuat hormonnya bangun kembali.
Jisoo Yang hanya menggunakan kaos hitam dan di dalamnya tidak menggunakan bra memudahkan Seokjin untuk melancarkan aksinya apa lagi Jisoo tidak menggunakan celana, hanya celana dalam karena kaos itu sudah menutupi bagian bawahnya.
Lelaki itu lantas menarik celana dalam Jisoo dan menyingkirkan cupcake di atas meja dan membaringkan gadisnya di sana. Dia lantas merangkak naik dan mulai bertamu secara perlahan. Jisoo hanya mampu memicingkan matanya karena lagi-lagi benda itu memasuki pusat tubuhnya dengan kurang ajar dan menyebabkan rasa nyeri.
Seokjin sendiri hanya dapat mengerang sambil mencumbu leher gadisnya, sesekali tangannya menelusup di balik kaos Jisoo dan menangkup dadanya. Seokjin juga mengelus pelan paha Jisoo untuk mengalihkan rasa sakitnya.
Kaki Jisoo pun sudah bergerak ke sana ke mari karena melakukan hal ini di atas meja sampai-sampai kursi pun terjatuh karena tendangan kaki itu. Seokjin hanya dapat membungkam mulut Jisoo Yang tengah mengagal dengan mulutnya sambil terus bergerak semakin cepat.
"Engghhh--ahh--uuhh-"
"Ouwwhh hahh kenapa shhh kenapa makin sempit saja hmm?" Tanya Seokjin heran sambil bergerak makin dalam dan menyentuh titik nikmat gadisnya. Jisoo kembali mendesah di buatnya, mendesah nikmat.
"Ahhh-- yahh shh di situu ahh--"
"Di sini hmm?"
Jisoo hanya mengangguk dan Seokjin terus saja bergerak menumbuk titik nikmatnya.
"Oowwhh faster ahhh---"
"Aakhhhh shh--"
Kedua orang itu hanya dapat mendesah panjang kala melakukan pelepasan, Jisoo hanya memejampam matanya sambil membuka mulutnya dan menikmati sisa-sisa rasa nikmat Yang terasa sampai ubun-ubun sambil memeluk pria di atas tubuhnya.
Seokjin sangatlah kurang ajar, selesai mencium gadis itu dan bertanya Yang bukan-bukan dia lantas menerjangnya lagi seperti malam tadi dan Yang lebih parah mereka melakukannya di atas meja makan, sangat tidak etis.
Seokjin memungut kaosnya dan memperbaiki kaos baju Jisoo serta memasangkan lagi celananya. Untuk Jisoo karena gadis itu hanya memakai pakaian dalam jadi Seokjin hanya memungut pakaian dalamnya saja.
"Pesanan ayam goreng dan topokki anda sampai!" Dari depan pintu terdengar seorang kurir menekan bel rumah. Mereka makin buru-buru memperbaiki baju Yang acak-acakan. Untung saja mereka sudah selesai melakukannya, kasian kurir itu nanti mendengar desahan mereka sambil menunggu di depan.
"Aku tidak tahu kenapa kau selalu jadi canduku girl? Kau sangat nikmat sekali." Seokjin tersenyum sambil menyekat keringat Jisoo di dahinya dan menarik tangannya sehingga gadis itu kini terduduk. Sekali lagi Jisoo tak menjawab dan memasang wajah datar sedatar papan, Seokjin sudah biasa menghadapi tingkah dingin dan gengsi perempuan ini. Seokjin pun melangkah ke arah pintu untuk mengambil pesanannya
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SCENT (JinSoo)
أدب الهواةSetiap hari kita tidak lepas dari aroma, aroma adonan kue yang baru keluar open, aroma rumput yang baru saja di potong, aroma buku baru yang ada di toko buku atau perpustakaan, bahkan aroma bau sampah yang baru dibuang. Jisoo, mahasiswa tataboga ata...
