Bab 18 - Panas

150 16 0
                                        

Happy Reading ✨

Yang baik belum tentu baik, dan yang jahat belum tentu jahat. Pandai-pandailah dalam berpikir agar kamu mengetahui kenyataannya.
~PohonBeringin123
...............................🖤🖤🖤............................

Indah tengah berjalan menuju ruang guru untuk mengambil buku-buku yang disuruh oleh Pak Miko. Indah berjalan perlahan, namun dia mendengar suara yang tak asing bagi dirinya. Indah berhenti dan berusaha menguping.

"Pokoknya lo harus berhasil!" Setelah mengatakan itu, sosok yang tak terkena cahaya itu pergi. Yang ia lihat hanya Lisa.

"Astaga, apa yang akan mereka lakukan?" Gumam Indah.

Indah pun kembali berjalan. Setidaknya sekarang dia sudah tau Lisa telah merencanakan sesuatu. Walaupun Indah tak tahu apa itu. Maka, dia harus berhati-hati kedepannya.

Indah mengetuk pintu ruang guru, "Permisi pak?"

"Dari kelasnya Pak Miko?" Tanya salah satu guru lelaki paruh baya.

"Iya Pak"

"Ini buku-buku yang harus kamu bawa." Ujar guru itu seraya menunjuk kearah tumpukan buku. Dengan 1 buku yang sangat tebal.

"Hm, ya."

Indah mengangkat tumpukan buku ditangannya. Dia berjalan dengan sangat pelan dan hati-hati karena buku yang ia bawa terlalu banyak sehingga menghalangi pandangannya. Indah terjatuh ketika tidak sengaja menginjak kulit pisang. Bukunya terlempar dan berhamburan. Tapi, ada yang aneh dari kulit pisang itu, dia berwarna merah.

Bukannya ingin buruk sangka, tapi sebelumnya Indah juga sudah mendengarkan apa yang orang itu katakan pada Lisa bukan. Namun, saat itu dia tak tahu Lisa berbicara dengan siapa.

Bayu terlihat jalan di lorong yang sama dengan Indah. Dia melihat seorang perempuan berjalan dengan buku yang tertumpuk tinggi, sehingga dia tidak bisa melihat wajah perempuan itu. Bayu reflek berlari ketika sosok itu menginjak kulit pisang. Sekuat apapun Bayu lari, dia juga tak dapat menghentikan agar perempuan itu tak jatuh.

Perempuan itu jatuh terduduk dan semua buku-buku nya terlempar tak karuan, akhirnya Bayu tau dia adalah Indah.

"Lo gak apa-apa?" Indah menggeleng.

"Gue bantu ya?" Tawarnya lalu Indah mengangguk karena kondisinya yang tak memungkinkan membawa buku sebanyak itu lagi.

"Btw, makasih." Bayu mengangguk.

Mereka pun berjalan beriringan kembali kekelas, dengan sebagian buku di tangan Indah, sebagian lagi ada pada Bayu.

"Sahabat gue suka sama lo. Jadi tolong jaga hatinya, jangan sampai lo ngecewain dia." Ujar Bayu tiba-tiba.

Indah mengernyit, "Abi?"

"Hm" Indah terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya.

Setelah itu, tak ada satupun dari mereka yang berbicara, hanya hening yang ada sampai mereka masuk ke dalam kelas. Ketika itu, kelas sangat ricuh karena Pak Miko membuat sedikit lawakan, sehingga seluruh isi kelas tertawa. Pak Miko pernah ikut audisi SUCA 2018 di Sekolah Tinggi kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung. Tapi mungkin ada yang lebih lucu dari dari Pak Miko, oleh sebab itu dia tak lolos ke Jakarta.

Tapi tertawaan Abi seketika berhenti ketika dia melihat pujaan hatinya berdekatan dengan sahabatnya itu. Jika saja Abi tak tahu isi hati sahabatnya, mungkin dia tak terlalu cemburu seperti ini, namun nasi sudah menjadi bubur. Perkataan sang sahabat membuatnya khawatir.

"Pak, ini bukunya." ujar Indah kepada Pak Miko yang sedang memberikan candaan kepada murid-muridnya.

"Oh iya, letakkan saja di meja." Balasnya.

"Oh ada kamu Bay?" Tanya Pak Miko ketika melihat Bayu ikut meletakkan buku-buku yang seharusnya Indah semua yang bawakan.

"Iya Pak Mik." Balas Bayu.

"Ada apa kemari?" Tanya Pak Miko.

"Hanya ingin membantu Indah Pak."

Pak Miko menyipitkan matanya lalu bertanya, "Wah jangan-jangan, kamu pacarnya Indah?"

Ketika Bayu ingin menjelaskan, sudah terlebih dahulu dipotong oleh seorang laki-laki berkulit kuning Langsat dengan headband di kepalanya."Pak, yang belakang panas Pak."

"Siapa? Kamu?"

Laki-laki itu menggeleng keras, dan menunjuk Abi. "Itu pak, pojokan!"

Semua mata beralih menatap Abi, sedangkan Abi tetap fokus pada satu wajah, yaitu Indah.

"Waduh iya kayaknya." Sindir Pak Miko.

"Udah kayak singa kelaparan." Lanjutnya dengan suara pelan sembari mengangkat tangannya lalu membuat setengah lingkaran dengan jarinya kemudian diletakkan di sebelah pipi kiri.

Bayu yang tau keadaan temannya sekarang pun berinisiatif untuk pergi dari kelas ini.

"Yaudah, saya permisi dulu, Pak." Pamitnya, dan Pak Miko pun mengangguk. Setelah itu dia beralih menatap Indah seraya memberi pamit kepadanya.

"Gue pamit, Ndah. Inget pesan gue!" Abi melotot. Pesan apa yang dimaksudkan Bayu? Apakah mereka sudah resmi pacaran? Atau Bayu menghasut Indah agar ia tak mau lagi berdekatan dengan dirinya?

Berbagai spekulasi mengenai Bayu dan Indah bermunculan di kepala Abi. Namun ia tetap sabar dan selalu sabar. Apa yang ia pikirkan juga belum tentu benar adanya.

Indah mengangguk, "Iya, makasih."

Setelah Bayu pergi, Indah pun permisi untuk kembali duduk ditempatnya. "Pak, saya boleh duduk kan ya?"

"Silahkan, terima kasih sudah membantu." Ucap Pak Miko.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Assalamualaikum Warahmatullahi WabarakatuhSelamat pagi, siang, sore, malamHayhay temen-temen 👋

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat pagi, siang, sore, malam
Hayhay temen-temen 👋

Apa kabar kalian?

Seperti biasa jangan lupa untuk vote dan komen yakk!
Aku tunggu loh-,-

Jangan lupa juga untuk follow Ig wattpad aku yang followersnya tak seberapa ini yakk!Follback? Dm aja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa juga untuk follow Ig wattpad aku yang followersnya tak seberapa ini yakk!
Follback? Dm aja

Salam dari Pohon👽
Wattpad : PohonBeringin123

Indah [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang