Happy Reading ✨
Tolonglah orang yang membutuhkan pertolonganmu. Niscaya Tuhan juga akan ikut menolongnya dan dirimu.
~Indah Aurelia
...............................🖤🖤🖤...........................
Indah berjalan kearah halte. Dia melihat jam yang melingkar di tangan kirinya.
Sepertinya kali ini dia akan terlambat. Ketika sebuah angkot akan melintas di hadapannya, dengan cepat Indah melambaikan tangan berharap agar angkot tersebut berhenti.
Saat angkot itu berhenti, dengan cepat pula Indah naik. Indah duduk berhimpitan, karena penumpang yang sangat banyak.
Indah Sekarang sangat khawatir. Apa dia bisa untuk tidak terlambat? Indah berdoa agar tidak ada hambatan lagi dijalan dan ia segera sampai.
Mata Indah membulat, saat tidak sengaja dia melihat seorang lelaki bertampang preman sedang mengambil sesuatu dari tas seorang nenek.
Indah bimbang, di satu sisi ingin menolong, tapi disisi lain dia tak punya keberanian. Dia menunggu, berharap ada orang yang melihat kejadian ini. Akhirnya lelaki itu berhasil mengambil dompet sang nenek.
Entah mengapa, nenek itu melihat kedalam tas nya. Dan betapa terkejutnya nenek tersebut melihat dompetnya telah raib. Nenek itu pun menangis tersedu-sedu.
"Dompet saya hilang!" Jerit nenek tersebut seraya menangis. Seluruh penumpang angkot pun menatap sang nenek.
"Ada apa nek?" Tanya seorang perempuan berpakaian dinas. Sepertinya dia seorang guru.
"Dompet saya hilang, tadi saya sudah membawanya." Jawab nenek tersebut.
"Mungkin nenek lupa bawa kali." Celutuk seorang wanita paruh baya dengan membawa tas jinjing anyaman berwarna kuning.
"Tidak mungkin. Saya mengingat jelas, tadi saya sudah memasukkan dompet itu kedalam tas." Ujar nenek itu serius.
"Kayaknya dompet nenek dicuri deh." Ujar seseorang disebelah perempuan paruh baya itu.
"Huaaa ... bagaimana ini?" Jerit nenek tersebut sembari menangis. Seseorang yang berdekatan pun memberi semangat agar nenek itu tak menangis lagi.
Indah frustasi. Akhirnya dia yang tak kuat pun akhirnya membeberkan semua kejadian yang dia lihat.
"Balikin dompet nenek ini!" Seru Indah.
Reflek, semua orang yang tadinya melihat kearah sang nenek kini beralih ke dirinya. Sang preman pun menegang saat aksinya diketahui oleh orang.
"Apa maksudmu anak kecil?"
"Tidak usah berbohong! Saya nampak dengan jelas. Saya tidak rabun!"
"Oh, jadi lu nampak aksi gue?"
Preman itu pun menodongkan sebilah pisau kepada Indah. Semuanya pun berteriak ketakutan. Preman itu menyuruh semua penumpang untuk menyerahkan harta berharga pada dirinya. Tak ada yang berani melawan, karena dia membawa pisau, yang bisa saja mencelakai seseorang.
"Berhenti!" Seru preman tersebut kepada sang sopir.
Lalu preman itu bangkit sembari memegang tangan Indah. Tak lupa dia juga meletakkan pisau tersebut di leher Indah.
Indah menangis, kenapa niat baiknya menjadi Boomerang untuknya. Ketika preman itu dan Indah turun, lalu dia memberi isyarat untuk pergi. Indah sudah tak tau lagi nasibnya seperti apa.
Pisau itu pun diturunkan dan disimpan oleh sang preman. Kemudian dia menarik Indah dengan paksa. Tiba-tiba tubuh preman itu pun terpental jauh dan dia reflek melepaskan genggaman tangan Indah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indah [SELESAI]
Teen Fiction-Kehidupan Dirinya Tak Seindah Namanya- Kehidupan yang dijalani Indah berbanding terbalik dengan namanya. Keluarga harmonis tidak ada pertengkaran, itu lah yang didambakannya. Disekolah dibully, di rumah menyaksikan pertengkaran kedua orang tua past...
![Indah [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/227288084-64-k802690.jpg)