-Kehidupan Dirinya Tak Seindah Namanya-
Kehidupan yang dijalani Indah berbanding terbalik dengan namanya. Keluarga harmonis tidak ada pertengkaran, itu lah yang didambakannya.
Disekolah dibully, di rumah menyaksikan pertengkaran kedua orang tua past...
Cinta itu mudah datang dan pergi. Cinta juga mudah merubah keadaan yang awalnya sahabat sekarang menjadi musuh. ~Meyra Alifah
..................................🖤🖤🖤................................. Abi masih tetap merangkul tubuh Indah. Dia sangat khawatir sekarang. Keadaan Indah sangat kacau. Sejak tadi dia hanya menangis. Abi frustasi melihatnya. Betapa menyedihkannya Indah sekarang.
Ketika sampai di parkiran, dia berhenti di depan sebuah mobil. Kemudian, Abi mengeluarkan ponselnya dari saku bajunya. Dia berusaha menghubungi seseorang. Namun dia kembali mematikannya ketika Fandi dan Bayu mendekati mereka.
"Bay, pinjem mobil lo dong. Gua mau ngaterin Indah pulang. Ntar lo pulang naik motor gue aja." Bayu mengangguk, dia mengeluarkan sebuah kunci dari kantongnya lalu menyerahkannya kepada Abi.
"Indah kita pulang ya?" Indah mengangguk. Abi tau, Indah sekarang sangat shock karena kejadian tadi. Abi pun membukakan pintu untuk Indah. Setelah Indah masuk Abi menutupnya kembali.
"Gua duluan yak!" Pamit Abi kepada keduanya. Mereka pun mengangguk dan sedikit menyingkir dari mobil yang di kendarai oleh Abi.
Mobil itu pun mulai berjalan dan keluar dari area sekolah. Indah masih tetap bungkam dan Abi sangat khawatir kepadanya. Tak butuh waktu lama mobil milik Abi pun masuk ke pekarangan rumah Indah. Sebelum turun, Abi memegang tangan Indah. Kini dia sudah tak menangis lagi. Reflek Indah menoleh mendapati Abi yang tengah tersenyum kepadanya. Namun, Abi tak mendapatkan balasannya sedikit pun.
Abi pun turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Indah lalu merangkul Indah berjalan menuju ke dalam rumahnya.
"Indah!" Abi dan Indah pun menoleh kebelakang saat seseorang itu memanggil namanya. Dia mendekat, melirik Indah dari atas sampai bawah.
"Siapa yang ngelakuin?" Tanya Rara. Saat Abi ingin menjawab, Indah langsung memegang tangan Abi kuat. Agar Abi tidak mengatakan yang sebenarnya. Abi menoleh menatap wajah Indah. Dia menggeleng dengan keras.
"Enggak, Ndah. Kali ini mereka gak bisa di biarin." Ujar Abi meyakinkan Indah.
"Vita, Vita yang ngelakuin ini semua. Lo tau dia kan? Dan jangan lupa dengan Lisa dan sepupunya itu. Mereka membully Indah setiap hari." Lanjut Abi.
Rara terkejut bukan main, kejadian lalu terulang kembali. "Tapi, yang lebih parahnya. Vita sekarang berteman dengan Lisa dan sepupunya itu untuk membully Indah hari ini."
"Gak apa-apa gimana? Ini apa?" Tanya Rara seraya melihat sobekan baju Indah yang tersingkap di balik seragam milik Abi.
"Baju lo, aishh astaga. Ini keterlaluan." Ujar Rara sembari mengintip dibalik seragam milik Abi.
"Ra ... jangan bilang mama ya," tangkas Indah. Rara menghela, dia sangat mengerti keadaan sepupu sekaligus sahabatnya itu. "Yaudah, sekarang kita masuk dulu."
Mereka pun masuk ke dalam rumah, "Bi, lo tunggu sini ya. Indah biar ganti baju dulu sama gue." Abi mengangguk. "Ayo, Ndah."
Indah dan Rara pun naik ke lantai 2 menuju kamar Indah dan meninggalkan Abi yang berada di ruang tamu sendiri.
Dikamar Indah, Rara dengan cepat mengintrogasi Indah. Dia ingin pengakuan langsung dari dirinya. Indah hanya menghela. "Udah lah, Ra."
"Enggak bisa, Ndah!" Indah mendekat kearah Rara yang duduk di pinggir ranjangnya.
Indah mulai menjelaskan apa yang terjadi. "Vita pengen aku menjauh dari Abi. Tapi, aku gak mau, makanya mereka giniin aku. Kalo soal Lisa ... masih kurang jelas. Tapi Lisa itu sepupunya Sarah. Kamu tau Sarah kan?" Rara terlihat berpikir.
"Sarah yang pernah di ceritain Tante Lia itu?" Tanya Rara dan Indah pun mengangguk.
"Nah, Sarah menjauh dan benci sama aku, karena Agam. Ternyata Agam suka sama aku. Tapi, aku gak tau persis. Hanya saja saat mereka ketangkap basah sama Abi lagi ngebully aku, Abi pernah bawa-bawa nama Agam. Katanya Agam suka sama aku. Dan aku percaya, karna saat itu wajah Sarah langsung berubah. Ditambah lagi, Sarah pernah nyebut aku jalang, perebut saat aku nanya ke dia tentang kesalahan aku." Jelas Indah.
Rara menggeleng pelan tak percaya dengan apa yang terjadi sekarang. Begitu rumit, "gak nyangka yah, cinta dapat dengan cepat merubah segalanya. Orang yang dulunya dekat dengan kita, sekarang telah menjauh. Orang yang dulu kita anggap sahabat, sekarang sudah menjadi musuh terbesar kita."
"Makanya, waktu itu aku pernah nanya sama kamu, Ra. Kamu suka gak sama Abi? Karena aku takut kejadian Sarah dan aku terulang kembali antara aku dan kamu."
Rara memegang kedua bahu Indah. Dia tersenyum lalu berkata, "tenang aja, gue gak suka kok sama Abi. Lebih cocok gue anggap adik dia tuh."
Indah tersenyum. Dia sangat bersyukur mempunyai sepupu seperti Rara. Sosok yang dapat menggantikan posisi sahabat di hidupnya. Indah sangat menyayangi Rara. Walaupun Indah anak semata wayang, tapi Indah mempunyai Rara sebagai sosok kakak dalam hidupnya. Walaupun overprotektif, pikirnya. . . . . . . . . . . . . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarahkatuh Selamat pagi, siang, sore, malam Hayhay semuanya👋
Seperti biasanya jangan lupa untuk vote dan komen yakk!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jangan lupa juga untuk follow ig wattpad aku ya<3 Follback? DM aja