Bab 5 - Lagi Demo

234 44 49
                                        

Happy Reading ✨

Pertengkaran itu tak akan membuat masalah selesai, malah semakin menambah masalah.
~PohonBeringin123

.................................🖤🖤🖤.............................

Indah sedang berada di kamarnya bersama Rara----sepupu Indah. Mereka sedang menonton drama yang lagi hits saat ini. Apalagi kalau bukan "The World Of The Marriage", drama yang memuncaki rating tertinggi di industri pertelevisian Korea, yang mengalahkan rekor sebelumnya yaitu "Sky Castle".

"Ih emang nih cewek gak ngotak banget ya! Bikin kesel deh." Teriak Rara saat sedang melihat adegan di layar laptop milik Indah.

"Ra, aku tuh mirip banget ya kayak anak laki-laki itu, jadi anak broken home." Celutuk Indah. Rara yang sadar maksud Indah pun langsung menutup laptop itu dan berhambur memeluk Indah.

Indah yang mendapatkan pelukan tiba-tiba pun mengaduh kesakitan, "Ra, sakit tau!"

Dengan segera, Rara pun melepas pelukannya. "Ehh iya, maaf." Rara pun memegang kedua tangan Indah.

"Lo jangan sedih, rumah tangga itu memang pasti ada pertengkaran di dalamnya. Dan lo harus ngerti situasi mereka." Jelas Rara.

Indah pun menunduk, "Tapi kenapa mereka bertengkar setiap hari, apa mereka gak anggap aku ada? Aku bisa gila dengerin pertengkaran mereka terus, Ra" Indah pun menangis, begitu miris kehidupannya.

Rara tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Mereka pun berpelukan menyalurkan kekuatan. Rara sebenarnya ingin sekali mengeluarkan Indah dari neraka ini. Memang benar, menurut Rara rumah ini sama seperti neraka. Tidak peduli ada siapa di rumah ini, Arham dan Amalia tetap bertengkar.

🖤🖤🖤

Indah memasukkan buku-buku yang berada di atas meja ke dalam tasnya, tak lupa Hoodie biru Abi yang telah rapi, setelah dia cuci dan dilipat, kemarin. Dia melihat dirinya sekejap di cermin. "Sudah rapi," gumamnya. Indah pun keluar dari kamarnya sembari menyandang tas di punggungnya. Dia menuruni anak tangga. Tapi, tiba-tiba saja terdengar suara seperti kaca yang jatuh. Dengan segera Indah pun turun, melihat ke arah dapur.

Betapa banyak pecahan beling di lantai. Ditambah suara ricuh pertengkaran ayah dan Ibunya.

"Kamu udah gak bisa kasih nafkah, malah menghamburkan uang saya. Dimana otak kamu?" Jerit Amalia.

Prang

Gelas yang ada di meja pun jatuh dan beling kaca pun berserakan dilantai. "Saya itu suami kamu! Sopan seharusnya!" Bentak Arham.

Jatuh sudah air mata Indah melihat pertengkaran seperti ini. Harusnya mereka mengerti situasi sekarang, masih pagi, dan anak mereka juga ada dirumah. Indah muak, dia pun pergi ke sekolah tanpa sarapan. Rasanya sakit, hatinya berdenyut melihat pertengkaran orang tuanya.

Heran, kenapa orang tua sekarang tidak bisa menghargai anaknya. Apa hebatnya bertengkar di depan anak? Tidak ada bukan? Malah mereka akan membuat anak mereka mengalami tekanan batin, merusak psikis anak. Kenapa mereka egois sekali. Apa salahnya berbicara baik-baik, saling introspeksi, evaluasi diri sendiri. Dengan bertengkar, bukannya selesai malah semakin runyam. Apa yang anak dapatkan dibalik pertengkaran orang tua? Depresi!

Indah pun menyeka air matanya ketika sampai di pinggir jalan. Dia sedang menunggu angkutan umum untuk ke sekolah.

Tin tin tin

Indah [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang