🎶Vierra-Bersamamu🎶
Happy Reading ✨
Aku harap kau akan selalu ada untukku. Aku juga berharap kaulah jawaban atas doa-doa ku selama ini.
~Indah Aurelia
...............................🖤🖤🖤............................
I
ndah tengah duduk dipinggir ranjangnya sembari membuka buku-buku pelajarannya. Kini tubuhnya sudah agak baikan setelah beristirahat dari siang sampai maghrib tadi. Kata dokter, dia hanya kelelahan, dan hanya perlu istirahat total. Kini dia hanya sendiri di rumah. Amalia belum pulang dari kantor dan Arham yang tak pulang sejak 3 hari yang lalu.
Indah membuka ponselnya melihat-lihat album lama. Dia tersenyum simpul mendapati sebuah foto dirinya dengan Sarah. Indah tidak kesal sedikit pun, hanya ada rasa kecewa. Kenapa dia tidak bertanya terlebih dahulu kepada dirinya tentang kejadian sebenarnya.
Indah mulai menangis kembali. Mengingat tentang masa-masa dimana eratnya hubungan persahabatan mereka namun kalah dengan rasa cinta. Kenapa cinta harus ada jika selalu membuat orang merasakan sakit?
Tiba-tiba ponselnya berdering dan menampilkan nomor yang tidak dia kenal. Indah pun mengangkatnya, siapa tahu itu nomor telepon milik Arham.
"Halo"
"Hay, gimana udah baikan?" Tanya seseorang di sebrang sana.
Indah mengernyit, "Siapa ya?"
"Tebak dong," balasnya sembari tertawa.
Indah menghela, dia sangat malas sekarang. Ini juga bukan waktunya untuk bercanda.
"Maaf sepertinya salah sambung"
Ketika Indah ingin meng-klik layar ponselnya, tiba-tiba suara itu menghentikannya. "Tunggu."
"Ini gua, Abi."
"Abi?" Beo Indah.
"Iya. Lo gimana? udah baikan?" Tanya Abi.
"Hm, udah."
"Besok jangan sekolah dulu, istirahat aja biar cepet sembuh, oke!" Perintah Abi. Sejujurnya dia tidak suka berada di rumah, ia sangat bosan. Walaupun di sekolah selalu dibully. Tapi tidak begitu membosankan, karena ia bisa belajar.
"Tapi---"
"Gak ada tapi-tapian. Tidur sekarang, udah tengah malam gini kamu belum tidur." potong Abi cepat.
"Tapi, ini masih jam 10 Abi. Belum tengah malam," jelas Indah. Bagaimana bisa Abi menyebut ini tengah malam, padahal jarum jam masih menunjuk ke angka 10.
"Sama aja."
Indah berdecak, "Beda tau."
🖤🖤🖤
Indah sedang menyantap sarapan paginya di meja makan bersama Amalia. Kali ini ibunya memasak nasi goreng dengan telur dadar diatasnya. Tak lupa diberi 2 iris timun dan 1 iris tomat. Walaupun tak seindah makanan di restoran, tapi perlu disyukuri bukan.
"Jangan lupa minum obatnya, Ndah."
"Hm."
"Mama mau ke kantor, kamu hati-hati ya. Jangan kemana-mana! Kalo papa kamu pulang, segera hubungi mama, oke!" Perintahnya, lalu segera bangkit dari kursi tak lupa mencium kening putrinya itu lalu pergi dan hilang di balik pintu kayu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indah [SELESAI]
Teen Fiction-Kehidupan Dirinya Tak Seindah Namanya- Kehidupan yang dijalani Indah berbanding terbalik dengan namanya. Keluarga harmonis tidak ada pertengkaran, itu lah yang didambakannya. Disekolah dibully, di rumah menyaksikan pertengkaran kedua orang tua past...
![Indah [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/227288084-64-k802690.jpg)