Happy Reading ✨
Aku bisa menjadi sosok pacar, sahabat, kakak, bahkan ayah sekali pun untukmu. Karena aku ingin kesepian mu hilang setelah bertemu denganku.
~Abiyan Danish Thana
....................................🖤🖤🖤.................................
Indah turun dari tangga dengan balutan seragam putih abu-abu nya. Dahulu saat tidak ada Amalia, Indah selalu sarapan dan membuat makanannya sendiri. Tapi, pagi ini dia menemukan pemandangan yang sangat dia dambakan. Di meja makan sudah ada Ayah kandungnya, nenek, beserta mamanya yang sedang menghidangkan makanan pagi ini.
"Pagi Indah," sapa Arman.
"Pagi juga, yah." Indah duduk di sebelah ayahnya.
"Kok Angga belum turun-turun ya, mas?" Tanya Amalia.
Arman menggeleng, dia melihat jam yang melingkar di tangannya. "Gak tau nih."
"Biar mas panggil dulu ya." Arman pun bangkit dari tempat duduknya. Namun, dicegah oleh Amalia. "Gak usah mas, biar Indah aja."
Amalia menoleh, "Indah, panggil kakak kamu!"
"Kamarnya dimana ma?" Tanya Indah sembari mengerutkan keningnya. "Disebelah kamar kamu lah."
"Oke ma." Indah pun bangkit, berlari kearah tangga dan naik menuju kamar sang kakak. Indah mengetuk pintu kamar itu. Tak butuh waktu lama, pintu pun terbuka menampilkan Angga dengan balutan seragam yang sama dengan dirinya. Namun, sedikit berbeda karena simbol di seragam Angga menunjukkan dia bersekolah di SMA Nusantara.
"Apa?" Tanya Angga dengan wajah datarnya.
"Di panggil sama mama. Disuruh sarapan bareng." Ujarnya lalu berbalik ingin pergi. Tapi, tangannya dicegah oleh Angga.
"Lo pergi sekolah naik apa? angkot?" Tanya Angga dan Indah menggeleng. "Terus?"
"Sama temen." Dalam lubuk hati Indah yang paling terdalam, dia sangat ingin mengakui Abi sebagai pacarnya. Tapi tidak sekarang, mungkin dalam waktu dekat ini, Indah akan memperkenalkannya dengan keluarga barunya.
Angga menyipitkan matanya. "Cowok?" Indah menganggukkan kepalanya. Angga melirik sinis kearah Indah. "Hati-hati, pacaran bagus-bagus."
"Kak Angga sok tau, ih." Cibir Indah.
Angga memutar bola matanya malas. "Mana ada yang namanya cowok cuma dianggep temen." Balas Angga dengan nada yang meremehkan.
"Terserah kakak deh. Dasar bawel!" Seru Indah sembari menatap tajam ke Angga.
Angga berkacak pinggang, "Bawel-bawel gini, gue kakak lo!"
"Iya-iya, udah turun cepetan." Pungkas Indah dan langsung turun kebawah diikuti Angga yang hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan adiknya itu.
🖤🖤🖤
Mereka pun makan dengan hikmat, hanya ada suara dentingan sendok yang terdengar. Ponsel milik Indah berdering dengan layar bertuliskan nama Abi❤️. Indah pun dengan cepat menyelesaikan makannya.
"Yah, ma, Indah pergi ke sekolah dulu ya." Pamitnya sembari mencium tangan kedua orang tuanya. Tak lupa dengan nenek dan Angga. Walaupun tangannya masih bergetar saat menyalami Angga. Tapi harus dipaksa, pikirnya. Karena Angga sekarang adalah kakaknya.
Indah langsung menyambar tas yang berada di sofa ruang tamu dan langsung bergegas keluar dari rumahnya. Saat Indah membuka pintu, Abi sudah ada di hadapannya. "Kok banyak mobil, Ndah?"
Indah tersenyum, "ntar aku kasih tau sama kamu. Yang jelas aku lagi bahagia."
"Wah, ada apa nih?" Tanya Abi bersemangat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indah [SELESAI]
أدب المراهقين-Kehidupan Dirinya Tak Seindah Namanya- Kehidupan yang dijalani Indah berbanding terbalik dengan namanya. Keluarga harmonis tidak ada pertengkaran, itu lah yang didambakannya. Disekolah dibully, di rumah menyaksikan pertengkaran kedua orang tua past...
![Indah [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/227288084-64-k802690.jpg)