Happy Reading ✨
Merelakan adalah cara terbaik dalam mencintai mu.
~Meyra Alifah
....................................🖤🖤🖤................................
Rara dan Indah tengah berjalan-jalan di salah satu mall di kota Bandung. Sudah hampir 1 jam mereka mengelilingi mall ini, masuk ke sebuah toko baju lalu melihat-lihat tanpa membelinya. Indah mendengus kesal. Kakinya sudah lelah dari tadi.
"Ra, kamu mau beli apaan sih? Dari tadi muter-muter, masuk toko terus keluar lagi." Celutuk Indah.
"Gak ada." Jawabnya dengan santai. Indah menepuk pelan dahinya.
Indah melotot, lalu menoleh kearah Rara. "Apa! Ra, kaki aku udah sakit loh kamu ajak keliling dari tadi." Ujar Indah menaikkan suaranya.
Rara menyengir sambil menggaruk kepalanya. "Hehehe, maaf. Yaudah kita ke cafe yang kemarin dibilang temen gue yuk!"
Mereka kembali berjalan, memutari mall ini mencari dimana keberadaan cafe tersebut. Indah menghentikan langkahnya. "Tunggu... aku capek banget nih!" Katanya tersengal.
"Ah, iya gue juga." Timpal Rara sambil berjongkok. Rara melirik ke sekitar. Matanya berbinar ketika melihat seorang satpam yang tengah berdiri memantau di dekat lift. Rara bangkit diikuti oleh Indah, lalu mereka berjalan kearah satpam tersebut.
"Pak, cafe Antariksa yang pegawainya ganteng-ganteng dimana ya?" Tanya Rara ngos-ngosan.
Indah membulatkan matanya, lalu menyenggol tangan Rara. "Ish... bikin malu!"
"Biar gak salah hehehe," paparnya.
Satpam itu terkekeh pelan sambil menutup mulutnya. "Mbak-mbak ini mau makan apa mau liat pegawainya?" Tanya satpam itu sambil tersenyum ramah.
"Saya sih mau makan pak, kalo dia gak tau," ujar Indah sembari mengedikkan bahunya.
"Eh, saya dua-duanya pak!" Sahut Rara.
"Oh iya-iya. Mbak-mbak ini tinggal lurus trus belok ke kanan. Nah, cafenya berada di sebelah kiri mbak." Jelas satpam itu sambil menunjukkan arah jalannya.
"Jauh gak pak?" Tanya Indah.
"Enggak kok mbak." Indah dan Rara pun mengangguk-angguk mengerti.
"Makasih ya pak!" Seru Rara.
"Iya, sama-sama mbak." Indah mengangguk, mereka pun berjalan mengikuti arah yang di ucapkan satpam tersebut. Benar kata satpam tersebut. Lokasi cafe Antariksa tak jauh dari tempat mereka bertanya.
Mereka masuk ke dalam cafe dan langsung di sambut oleh salah satu pegawainya. Dan ya, Rara kegirangan sekarang. "Ndah, sumpah gue bakal setiap hari kesini. Cogan semua cuyy!"
Indah melirik sinis kearah Rara, "biasa aja tuh, gantengan juga Abi."
"Dasar bucen!" Cibir Rara.
"Biarin." Sahutnya lalu menjulurkan lidahnya.
Seorang pria tampan dengan dengan menggunakan topi berwarna hitam serta kaus hitam bertuliskan Antariksa di belakang bajunya. "Mau pesan apa mbak?"
"Kalo pesan mas nya boleh gak?" Tanya Rara yang membuat Indah melotot.
Indah mencubit pelan lengan Rara, "Awww ...," "
"Serius!" Geram Indah.
Rara menyengir, "Eh iya-iya. Ice cappucino, lo?"
"Samain aja"
"Ice cappucino nya 2 mas."
"Oke, ice cappucino nya 2 ya, mbak." Pegawai itu pun berbalik pergi. "Eh-eh mas!" Cegah Rara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indah [SELESAI]
Teen Fiction-Kehidupan Dirinya Tak Seindah Namanya- Kehidupan yang dijalani Indah berbanding terbalik dengan namanya. Keluarga harmonis tidak ada pertengkaran, itu lah yang didambakannya. Disekolah dibully, di rumah menyaksikan pertengkaran kedua orang tua past...
![Indah [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/227288084-64-k802690.jpg)