Happy Reading ✨
Memilikimu bukan suatu keharusan. Tapi mencintaimu selalu, itu kewajiban. Aku tidak marah saat dirimu bahagia tanpa ku, karena aku tahu di balik kepedihan yang sekarang aku rasakan, akan ada masanya Tuhan menggantikan posisi dirimu dengan orang yang lebih tepat.
~Bayu Erlangga
................................🖤🖤🖤...........................
Setelah kepergian Abi, Indah pun mengambil sebuah buku pelajaran. Dari pada bosan, mending dia belajar, pikirnya. Dia mulai membaca-baca materi kemarin. Dia membolak-balikkan bukunya, sesekali dia mencorat-coret di buku tersebut menggunakan pensil.
Darr, tubuhnya tersentak kala mendengar gebrakan tersebut. Dia menoleh mendapati Anjani beserta siswi kelasnya berkacak pinggang dihadapannya.
"Kenapa?"
"Sok cantik banget lo, deket-deket sama Abi! Denger ya, lo itu gak PANTES!" Seru Anjani.
Rasanya air mata di pelupuk sudah ingin Indah tumpahkan. Namun, dia harus tahan. Meskipun dia lemah, dia tak boleh memperlihatkan kelemahannya. Jika di bully, ya dirasakan saja. Tak mampu membalas karena lemah, dan tak mau menangis karena harus terlihat kuat. Akhirnya, diam adalah jalan yang terbaik.
Tapi, apakah benar dia tak pantas untuk Abi? Tak pantas berdampingan dengan Abi? Dan seluruh alasan Tak Pantas menghantui otaknya.
Anjani berdecak, "bisu lo? Apa baru sadar lo gak pantes?"
Semua orang tertawa melihat Indah yang terdiam. Namun, bukan Indah namanya jika dirinya tak di bully habis-habisan. Salah satu dari mereka dengan lancang menarik rambut milik Indah.
"Aaa ... lepas!"
"Hah? Apa? Bukannya lo bisu?" Semuanya kembali tertawa. Indah hanya berusaha untuk melepaskan tarikan dari mereka. Sampai akhirnya ketua kelas menghentikan semuanya. Dia sangat bersyukur, setidaknya selamat kali ini. Tapi dimana Abi, kenapa bukan dia yang datang. Apa benar yang dikatakan semua orang kalau dirinya tak pantas?
"Udah-udah! Kenapa sih, kalian selalu aja nge-bully dia? Sirik?" Cerca Akmar.
Anjani melotot. "Hah? Sirik kata lo?"
"Untuk apa kita sirik sama dia? Jelas kita lebih-lebih dari dia." Sahut Ila, yang tak terima saat Akmar berkata bahwa mereka sirik dengan Indah.
"Jadi, apa tujuan kalian nge-bully dia?" Tanya Akmar sembari melirik mereka bergantian. Tapi semuanya malah diam, membisu. Wajah Anjani kini merah padam, menahan gejolak amarah pada Akmar.
"Kenapa diam? Berarti kalian emang sirik!"
"Hah? Apaan sih lo, Mar. Belain dia terus! Jangan-jangan lo suka." Indah terkejut bukan main, bayangkan ucapan Anjani bisa membuat semuanya salah faham.
"Urusan gue suka sama dia atau enggak, sama sekali bukan urusan lo! Dari dulu gue udah berusaha acuh saat kalian nge-bully dia. Tapi lama-lama kalian gak bisa di diemi. Kalian harus di tindak!"
"Ayo, Ndah!" Akmar mengajak Indah untuk mengikuti dirinya di belakang. Indah pun bangkit. Saat melewati Anjani, dia dengan sengaja menyenggol bahu Indah. Untung saja dia tak oleng dan jatuh.
Mereka pun berjalan dengan Indah di belakang menyusul Akmar. Indah sama sekali tak tau Akmar akan membawa dirinya kemana. Tapi dia yakin, Akmar pasti bertujuan baik.
Tapi tetap saja Indah sangat penasaran. Akhirnya, dia pun memutuskan untuk bertanya. "Mar?"
Akmar berhenti dan berbalik, dia menaikkan alis matanya sebelah. "Ini kita mau kemana ya? Takutnya, ntar Pak Bagas masuk."
KAMU SEDANG MEMBACA
Indah [SELESAI]
Teen Fiction-Kehidupan Dirinya Tak Seindah Namanya- Kehidupan yang dijalani Indah berbanding terbalik dengan namanya. Keluarga harmonis tidak ada pertengkaran, itu lah yang didambakannya. Disekolah dibully, di rumah menyaksikan pertengkaran kedua orang tua past...
![Indah [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/227288084-64-k802690.jpg)