Happy Reading ✨
Sekuat-kuatnya manusia, ia pasti butuh tempat sandaran dan tempat untuk mencurahkan semua isi hatinya.
~Indah Aurelia
..............................🖤🖤🖤............................
Fandi dan Bayu melangkahkan kaki mereka menuju kantin untuk membeli minuman. Bayu meminta izin kepada Fandi agar dia menunggu didepan kantin, sedangkan Fandi yang membeli minumannya.
Bayu pun menunggu Fandi sembari memainkan ponselnya. Dia bersandar di dinding kantin. Namun, tiba-tiba saja sosok perempuan yang tingginya mungkin sebahunya menabrak dirinya. Bayu sudah tau itu perbuatan sekelompok perempuan, yang kini sedang tertawa menatap perempuan itu. Kemudian dia meminta maaf dan Bayu memaafkannya.
Bayu menatap wajahnya, sepertinya tidak asing Bayu. Saat Bayu ingin berkenalan dengannya, dia sudah terlebih dahulu pergi dari hadapan Bayu.
Bayu ingin mengejarnya, namun tepukan dari Fandi membuatnya terhenti. "Nih punya lo," Fandi menyerahkan 1 botol soda kepada Bayu.
"Liatin apa sih lo tadi?"
"Bukan siapa-siapa,"
"Oke, yaudah yok ke kelas"
Mereka pun berjalan keluar kantin menuju kelas mereka, yaitu 12 IPA 5. Bayu sedari tadi diam, memikirkan siapakah gerangan yang menabraknya tadi. Cantik, pikirnya.
Disisi lain, Indah berjalan dengan begitu cepat menuju toilet, dia ingin meluapkan kekesalannya di sana. Dia memasuki salah satu kamar mandi, dan menangis sejadi-jadinya di sana. Kenapa harus menangis? Indah harus menjadi pribadi yang kuat. Tapi pernah gak sih kalian berpikir, sekuat-kuatnya manusia, dia juga butuh tempat sandaran, tempat mencurahkan semua isi hatinya. Tapi, dia sama sekali tidak memperoleh tempat yang tepat. Alhasil, seperti inilah jadinya.
🖤🖤🖤
Suasana kelas pagi ini sangat ricuh, ada yang menjelma sebagai idol dadakan dan bernyanyi di atas meja guru serta beberapa orang yang duduk di lantai sebagai para penggemarnya, ada yang sedang bergosip ria, ada pasukan bucin 24/7 yang sedang pacaran di pojok ruangan, dan ada juga para gamers yang sedang bermain game di ponselnya sembari teriak-teriak tidak jelas. Begitu juga dengan Abi. Sekarang dia tengah mabar bersama Wildan dan yang lainnya.
Tidak sengaja pandangan Abi jatuh pada kursi kosong disebelahnya. Dia melirik jam yang melingkar di tangan kirinya. Sekarang tepat pukul 08:00. Tapi, mengapa Indah tak kunjung datang, bagaimana jika guru yang terkenal killer itu datang sebelum Indah.
"Lo kemana?" Gumamnya.
Tiba-tiba saja suara bariton dari Pak Bagas menghentikan semua aktivitas dikelas. "Tidak punya sopan santun kalian!" Bentaknya.
"Saya hanya datang sedikit terlambat, sudah seperti ini kelakuan kalian," semua yang mendengarnya pun kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.
"Gak cocok kalian di cap sebagai kelas terbaik di sekolah ini! Lebih bagus kelas ini dibubarkan saja, tidak punya sopan santun kalian. Naik ke atas meja guru! Kalian pikir, sudah hebat seperti itu?" Semua terdiam, tidak ada yang berkutik. Pak Bagas memanglah guru muda nan tampan, begitu banyak yang menyukainya. Namun semua terkalahkan dengan sifat pemarahnya.
Tok tok tok
Ceramah Pak Bagas kali ini terganggu ketika mendengar suara ketukan pintu. Pak Bagas paling tidak suka jika ada yang mencelanya saat ia sedang marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indah [SELESAI]
Teen Fiction-Kehidupan Dirinya Tak Seindah Namanya- Kehidupan yang dijalani Indah berbanding terbalik dengan namanya. Keluarga harmonis tidak ada pertengkaran, itu lah yang didambakannya. Disekolah dibully, di rumah menyaksikan pertengkaran kedua orang tua past...
![Indah [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/227288084-64-k802690.jpg)