Happy Reading ✨
Kebahagiaan sesungguhnya itu adalah keluarga.
~PohonBeringin123
..............................🖤🖤🖤.............................
Indah keluar dari kamar mandi setelah mengganti bajunya dan berjalan menuju kearah Rara yang sedang berbaring di ranjangnya sembari memainkan ponsel miliknya.
Ceklek, pintu terbuka menampilkan sosok Abi yang sedang tersenyum canggung diambang pintu. Rara dan Indah pun reflek menoleh, setelahnya Rara bangkit dari ranjang dan berjalan kearah Abi dengan wajah kesalnya.
"Emang gak ada akhlaknya lo ya! Main buka-buka pintu kamar anak gadis tanpa permisi." Hardik Rara sembari melirik dirinya dari atas sampai bawah.
Abi melotot, lalu kembali cengengesan. Setelahnya dia merubah wajahnya menjadi datar. "Lagian gua bosan nunggu dibawah, mana gak dikasih minum lagi. Jadi gua samperin lah, mana tau kalian lagi nge- prank ninggalin gua sendiri dibawah. Soalnya nunggu yang gak pasti gak enak tau." Protes Abi dan sedikit memelankan suaranya di kalimat terakhir sembari melirik Indah.
Indah menyunggingkan sedikit senyumnya. "Curhat om?" Ejek Rara.
Indah berjalan mendekati keduanya. "Udah-udah, sekarang kita turun. Ntar aku yang buatin minum untuk kamu."
Mereka pun berbalik dan mulai berjalan menuruni anak tangga. Rara dan Abi berlalu kearah ruang tamu, sedangkan Indah berbelok kearah dapur untuk membuatkan minuman untuk keduanya dan juga untuk dirinya.
Setelah selesai, Indah pun keluar dengan membawa nampan berisi beberapa gelas yang berisi minuman berwarna kuning itu. Kemudian, dia meletakkan di meja tempat mereka semua duduk.
"Diminum, Bi." Ujarnya mempersilakan. Abi pun meminumnya, tampak dari wajah Abi yang berubah dan sulit di artikan.
"Kenapa, Bi?" Tanya Indah.
Abi menggeleng, "ah, enggak kok." Jawabnya. Disisi lain, Rara mengambil gelas yang berisi minuman itu dan mulai menenggaknya. Mata Rara membulat, dia sesekali menjulurkan lidahnya sebagai respon tubuhnya.
"Ini minuman apa sih, Ndah? Asem banget." Cibirnya sembari meletakkan kembali minumannya. Indah melirik kearah Abi yang sedang tertawa melihat Rara. Indah berinisiatif untuk mencicipi minuman yang telah dibuatnya.
Indah memejamkan matanya dan membukanya kembali. Kemudian, Indah kembali meletakkan minumannya.
"Abi ... kenapa kamu gak bilang sih?" Tanya Indah. "Siniin minumannya," Indah mengulurkan tangannya.
Abi menggeleng, lalu kembali meneguknya. "Ini enak kok, manis. Tapi, kalo minumnya sambil liat muka kamu."
Rara menjulurkan lidahnya seperti ingin muntah saat Abi berkata seperti itu, "sorry, sorry aja ya, Ndah. Gini nih, biasanya ciri-ciri buaya." Sindir Rara.
"Jomblo jangan sirik!" Balas Abi lalu kembali meneguk minumannya.
Indah menggeleng dan menatap iba kepada Abi. "Ishh ... gak usah dipaksain. Siniin minumnya!"
"Enggak, ya enggak. Enak kok," Abi menenggak habis minuman asam itu sembari menatap wajah Indah.
"Nah, habiskan? Aku bilang apa, kalo liat muka kamu tuh bawaannya jadi manis. Sampe-sampe diabetes." Ungkap Abi sembari tersenyum.
Indah menggelengkan kepala setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya. "Oh iya, berarti aku sama dong kayak virus. Selalu bikin sakit orang yang ada di dekatnya. Apalagi saat liat muka aku."
KAMU SEDANG MEMBACA
Indah [SELESAI]
Fiksi Remaja-Kehidupan Dirinya Tak Seindah Namanya- Kehidupan yang dijalani Indah berbanding terbalik dengan namanya. Keluarga harmonis tidak ada pertengkaran, itu lah yang didambakannya. Disekolah dibully, di rumah menyaksikan pertengkaran kedua orang tua past...
![Indah [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/227288084-64-k802690.jpg)