Happy Reading ✨
Seseorang yang terlihat bahagia itu, belum tentu benar-benar bahagia.
~Indah Aurelia
..............................🖤🖤🖤.............................
Sejujurnya dengan keberadaan Abi dan Rara membuat Indah senang. Setidaknya dia tidak sendirian di rumah. Jangan tanya dimana keberadaan Arham dan Amalia, Indah sama sekali tidak mengetahuinya. Arham yang Indah tau, adalah seorang pemabuk dan penjudi. Sedangkan Amalia selalu sibuk berkerja demi keluarga ini.
Indah pun mengajak mereka ke ruang tamu. "Kalo lo kesepian dateng aja ke rumah gue, Ndah," ujarnya.
Indah menghela nafas, "Iya deh Ra,"
"Emang orang tua lo kemana?" Tanya Abi. Indah hanya menggeleng.
"Kalo lo gak mau cerita gak apa-apa kok, ntar kalo udah siap lo bisa cerita sama gue. Gue kan calon pacar lo." Abi dan Rara tertawa, sedangkan Indah hanya mencebikkan bibir.
"Btw kalian cocok tau," ujar Rara, kemudian kembali tertawa.
"Enggak," tolak Indah
"Iya deh,"
Setelah itu, Rara pun bangkit, "Yaudah, gue mau buat minum dulu ya." Rara sudah dianggap putri di keluarga ini, maka dari itu dia tidak sungkan untuk memasak atau sekedar membuat minuman di dapur rumah Indah.
"Aku aja Ra, kamu kan tamu." Cegah Indah.
Rara mendengus, "Perasaan tante Lia aja udah anggap gue anaknya, kok lo masih anggap gue tamu sih,"
"Eh ... enggak gitu maksudnya," sela Indah.
"Udah lah Ndah, gue aja yang buat." Indah pun menghela nafas sembari mengangguk.
Rara tersenyum kemenangan, kemudian beralih menatap pria itu, "Abi semangat PDKT-nya!" Seru Rara.
Abi hanya tersenyum simpul, jangan bilang itu luput dari perhatian Indah. Bahkan banyak perempuan diluar sana rela mengorbankan apa saja demi sebuah senyuman Abi. Tetapi, justru Indah mendapatkannya dengan mudah.
"Btw rumah lo bagus," ujarnya membuka pembicaraan.
"Kamu kenapa bisa kesini?" Tanya Indah to the point.
"Awalnya gua janjian sih sama Rara, ya meet up biasa, bukan kencan haha. Trus dia ngajakin gua ke rumah sepupunya. Gua sih gak tau awalnya kalo lo itu sepupu Rara, jadi ya gua iyain,"
"Trus kalo kamu tau aku sepupunya Rara, kamu gak mau dateng kesini gitu?" Entah dapat kekuatan dari mana Indah mampu bertanya seperti itu, apa dia benar-benar mengharapkan Abi? Siapa yang tau, jika dia tidak mengatakannya sendiri
"Bukan gitu, kalo gue tau kan. Gue bisa bawain martabak untuk calon mertua," canda Abi.
"Abi, gak dimana-mana kamu hobi banget ya bercanda gitu," kesal Indah.
"Iya-iya maaf, justru bercanda itu bikin asik tau." Ujar Abi.
"Iya, tapi kamu becanda nya bawa-bawa pacar, mertua lah, nikah lah kayak kemarin. Kalo orang anggap serius gimana?" Balas Indah.
"Ya gak gimana-gimana," sahutnya sembari mengedikkan bahu.
"Terserah kamu deh." Menyerah, Indah sudah menyerah menghadapi sifat Abi yang selalu saja bercanda. Kini dia sangat kesal dan membuang pandangannya ke arah lain. Disisi lain Abi, tersenyum gemas.
"Hey kayaknya asik banget gue denger ngobrol nya. Ikutan dong, ganggu gak sih?" Tanya Rara yang baru saja datang dari arah dapur.
"Enggak kok,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Indah [SELESAI]
Fiksi Remaja-Kehidupan Dirinya Tak Seindah Namanya- Kehidupan yang dijalani Indah berbanding terbalik dengan namanya. Keluarga harmonis tidak ada pertengkaran, itu lah yang didambakannya. Disekolah dibully, di rumah menyaksikan pertengkaran kedua orang tua past...
![Indah [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/227288084-64-k802690.jpg)