-Kehidupan Dirinya Tak Seindah Namanya-
Kehidupan yang dijalani Indah berbanding terbalik dengan namanya. Keluarga harmonis tidak ada pertengkaran, itu lah yang didambakannya.
Disekolah dibully, di rumah menyaksikan pertengkaran kedua orang tua past...
Hari paling bahagia tentunya melihat seseorang yang kita cintai itu juga mengatakan cinta, dan bukan sebuah candaan.
Cinta itu rumit jika kita yang merumitkan. Tapi cinta itu menjadi simpel karena kita selalu menyelesaikan masalah dengan berkomunikasi dengan baik dan tidak ada diantara mereka yang keras kepala.
Indah dan Abi berjalan di lorong sekolah dengan beriringan, serta senyuman yang selalu mengembang. Jantungnya berdegup kencang. Dia sangat senang kali ini, bisa mempunyai cinta pertama. Dan Abi lah pemiliknya.
Abi sesekali mencuri pandang kearah Indah, begitu juga sebaliknya. Abi sangat bahagia, setelah sekian lama rasa cinta itu menghilang, akhirnya dia datang juga.
"Pulang sama aku ya?" Indah mengangguk.
Mereka pulang bersama dengan menggunakan mobil milik Abi, karena motor miliknya sedang diservice.
"Ndah. Coba gini!" Perintah Abi dengan mencontohkan apa yang dia suruh.
Indah pun menuruti dengan memberikan telapak tangannya. Tiba-tiba dengan cepat Abi menautkan keduanya. Lalu membawanya tepat ke depan wajahnya kemudian menciumnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ishh ... apaan sih!" Indah memukul pelan lengan Abi, sedangkan Abi hanya tertawa.
Abi melihat semburat merah di pipi Indah. Dia langsung membawa tangan mereka ke pipi Indah lalu berkata, "cie salting!" Goda Abi.
Saat Indah ingin melepas tautan tangan mereka, Abi malah semakin mengeratkan nya. Dia menoleh kearah Indah lalu menggelengkan kepalanya.
"Jangan dilepas." Pintanya.
Akhirnya jari-jari mereka masih saja bertautan sampai di rumah Indah. Sebenarnya Abi tak rela melepaskannya. Namun, dia juga tak mungkin menahannya.
"Jangan lupa makan, minum, dan yang penting bernafas!" Serunya.
"Ishh ... kamu pikir aku pengen mati apa!" Kesal Indah. Abi dengan gemas langsung mencubit pipi Indah.
"Uwuu pacar ngambekkan ternyata." Indah berusaha melepaskan cubitan Abi dari pipi Indah.
"Sakit tau." Ujar Indah seraya menggosok-gosokkan telapak tangannya di pipinya. Mungkin untuk menghilangkan sedikit rasa sakit, atau blushingkarena Abi.
"Yaudah aku pulang." Abi menarik badan Indah mendekat kepadanya lalu dengan cepat Abi mencium keningnya. Indah mematung. Seakan ada aliran listrik yang mengalir ditubuhnya. Jantungnya berpacu abnormal.