Happy Reading ✨
Kuatnya seseorang tak bisa kau jengkali. Karena ada masanya sosok kuat itu, menjadi sosok yang lemah disatu masalah.
~Indah Aurelia
...............................🖤🖤🖤............................
"Ini buat lo."
Indah menoleh melihat Bayu yang menyodorkan sebuah botol air mineral. Tak ada alasan buat Indah menolak botol air tersebut. Dia sangat lelah, setelah 4 kali mengulang bernyanyi untuk penampilan di event Hari Guru.
Indah mengambil botol minuman itu sembari berujar, "Makasih."
Bayu pun duduk di samping Indah. Sembari melihat-lihat notes miliknya. Setelah itu Bayu menutupnya.
"Lo pulang bareng siapa?" Tanya Bayu.
Saat Indah ingin menjawab pertanyaan Bayu, Abi sudah memotongnya lebih dahulu.
"Hay, Ndah. Udah selesai?" Tanya Abi.
Indah mengedikkan bahu lalu menoleh kearah Bayu.
"Bay, ada yang mau di sampaikan lagi gak? Soalnya aku mau pulang."
"Enggak kok, Ndah. Semuanya udah selesai."
Indah menganggukkan kepalanya. "Oh iya, aku pulang duluan ya, Bay."
"Gua juga duluan Bay!" Sahut Abi.
Bayu tersenyum, "Iya, kalian hati-hati."
Bayu menoleh kearah Indah, sembari memegang bahu Indah.
"Ndah, jangan lupa harus tetep fit kita bakal latihan seminggu ini."
Indah tersenyum. "Iya, Bay. Kamu juga hati-hati."
Mereka pun berjalan keluar dari ruang seni. Abi menggenggam tangan Indah. Jaga-jaga saja, takut Indah di culik, pikirnya.
Abi sedikit heran, karena sejak tadi Indah selalu saja diam. Padahal biasanya dia paling banyak berbicara. Mulai berkata pelan-pelan atau Abi, kamu dari mana? Tapi, sekarang Indah sama sekali tidak berbicara. Dia sering diam, dan sekarang lihat lah dia termangu. Abi melirik Indah sesekali. Dia bingung, apa dirinya ada berbuat salah, makanya Indah selalu saja bungkam.
"Indah?"
Indah tetap diam menatap ke luar jendela, dia tak menoleh sedikit pun. Sepertinya dia melamun.
"Indah, kamu kenapa?" Tanya Abi lagi sembari menepuk pelan bahu Indah.
"Ehh, hah? Gak apa-apa kok."
Abi meletakkan tangannya di pundak Indah, lalu berkata. "Kalo ada apa-apa, ngomong sama aku. Untuk apa aku ada disini, kalau bukan untuk menjadi tempat senang dan susah nya kamu."
"Makasih ya Abi."
"Tapi, apa yang aku rasakan semua berkaitan dengan kamu. Aku gak mungkin ngomong semua yang aku rasakan." Lanjutnya dalam hati.
Abi tersenyum. Dia pun menggenggam sejenak tangan Indah, lalu kembali meletakkan tangannya di setir mobil.
Pikiran Indah kalut. Pikiran tentang pantas dan tak pantasnya dirinya mendampingi Abi selalu terngiang-ngiang di kepalanya. Tapi yang dikatakan mereka sedikit benar, pikirnya. Indah menggeleng keras. Dia harus tetap berpikir positif. Mungkin ini memang ujian pertama untuk hubungan mereka.
Indah pun mengambil ponsel yang berada di dalam tas nya. Dia harus fokus untuk membangun keeratan hubungan mereka. Mereka tidak boleh putus, hanya karena cibiran orang. Indah pun memilih membaca novel online agar dapat mengalihkan pikirannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indah [SELESAI]
Novela Juvenil-Kehidupan Dirinya Tak Seindah Namanya- Kehidupan yang dijalani Indah berbanding terbalik dengan namanya. Keluarga harmonis tidak ada pertengkaran, itu lah yang didambakannya. Disekolah dibully, di rumah menyaksikan pertengkaran kedua orang tua past...
![Indah [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/227288084-64-k802690.jpg)