Chapter 23

1.3K 138 20
                                        

Happy reading, guys!

***

Hari pertama di Singapura, Dania mengajak tunangannya berkeliling mengunjungi tempat-tempat indah yang dirinya rindukan.

Meskipun Dania yakin calon suaminya itu tidak asing dengan negeri singa ini, Dania tetap menarik Dava dari satu tempat ke tempat lainnya, dari pagi hingga malam menjelang.

Sama sekali Dava tidak mengeluh lelah atau pun bosan, laki-laki tampan itu mengikuti ke mana pun calon istrinya ingin pergi. Ia malah justru lega setiap kali melihat senyum yang terukir di bibir Dania.

Mendengar cerita mengenai keterpurukan wanita itu selama empat tahu belakangan ini membuat hati Dava bergerak untuk membahagiakan calon istrinya itu, menghapus kesedihannya dengan tawa, dan mengganti kenangan masa lalu perempuan itu dengan masa depan yang lebih indah, bersamanya.

“Mau ke mana lagi sekarang?” tanya Dava menatap lembut tepat di mata indah yang tengah berbinar milik Dania.

“Makan deh kayaknya, perut aku udah keroncongan.” Dania menjawab seraya memberikan cengirannya yang menggemaskan, membuat Dava tidak tahan untuk mencubitnya.

Setelahnya, sepasang manusia yang sedang jatuh cinta itu pergi menuju restoran untuk mengisi perut mereka yang tengah kelaparan. Dan Nasi Ayam Hainan-lah yang menjadi tujuan keduanya, Dania rindu makanan terkenal itu, sementara Dava hanya mengikuti saja keinginan sang tunangan.

Namun nyatanya tidak hanya makanan itu saja yang menjadi menu yang di inginkan Dania, karena setelahnya, Kepiting Saus Singapure pun menjadi tujuan Dania selanjutnya.

Dava sempat tercengang dengan porsi makan calon istrinya, tapi tak urung ia tertawa, memaklumi kerinduan gadisnya pada makanan dari negara yang menjadi tempatnya tumbuh dewasa.

“Ah, kenyang.” Dania menghempaskan punggungnya pada sandaran kursi, mengusap perutnya yang terasa penuh.

“Aku kira kamu niat nambah, loh, Yang.” Kata Dava terkekeh pelan.

“Gak sanggup lagi aku, besok aja deh di lanjut.” Dania ikut tertawa setelahnya, dan mereka berdua memutuskan untuk kembali ke hotel, mengistirahatkan tubuhnya yang lelah sebelum besok menemui sahabat-sahabatnya yang amat Dania rindukan.

***

Dania bangun lebih siang dari biasanya. Saking lelahnya ia sampai alarm yang di setel pukul tujuh pagi tidak sama sekali Dania dengar. Dan di bangunkan oleh ponselnya yang bergetar menandakan adanya sebuah panggilan masuk, di ikuti suara bel yang terus di bunyikan membuat Dania tidak bisa melanjutkan tidurnya yang terasa singkat.

Dava-lah yang ternyata ada di balik semua itu, dan menyebalkannya pria itu sama sekali tidak merasa bersalah atas apa yang dilakukannya. Malah justru meminta Dania segera mandi dan bersiap untuk sarapan dan melanjutkan tujuan meraka datang ke negeri singa ini.

Mau tidak mau, pada akhirnya Dania menurut walau dalam keadaan bibir cemberut. Dan disinilah mereka berada saat ini, Flock Café. Tempat dimana Dania sudah janjian dengan sahabat-sahabatnya yang sudah lama tidak ia temui.

Kehebohan langsung terjadi begitu keempat perempuan itu bertemu, dan Dava hanya bisa menggelengkan kepala. Ternyata sahabat Dania tidak jauh berbeda hebohnya dengan Ratu, Queen dan keempat teman perempuan lainnya. Selain itu Dava pun di buat cemburu dengan adanya teman-teman Dania yang laki-laki, Dava tidak suka saat dimana mereka memberikan pelukan kerinduan.

Meskipun hanya sebatas teman, tetap saja Dava tidak suka dan tidak akan pernah rela. Dania tunangannya, calon istrinya, tidak ada seorang pun yang boleh menyentuh miliknya. Seposesif itu seorang Dava Arfiandi.

Welcome My HappinessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang