Chapter 18

1.3K 149 18
                                        

Selamat Membaca !!!!

***

Dava mengambil banyak foto dirinya dan Dania di taman belakang, mulai dari memfoto taman, tangan mereka yang saling bertaut dengan menampilkan cincin berlian di jari manis Dania hingga foto mereka berdua yang saling bersandar. Lalu semua foto itu Dava posting di instragram dan di kirimkan dalam grup yang isinya Rapa CS.

“Kenapa langsung di matiin ponselnya?” heran Dania begitu Dava kembali memasukan ponselnya ke dalam saku celana.

“Sengaja, biar mereka semua penasaran.” Dava tertawa setelahnya.

“Jail deh,” tinjuan pelan Dania berikan di lengan tunangannya itu, lalu ikut tertawa bersama.

Sejujurnya Dania masih sulit mempercayai ini, tapi jika pun ini memang mimpi indahnya, Dania berharap tidak di bangunkan dari tidurnya.

“Besok kamu ikut aku, ya,”

“Ke mana?” Dania kembali menoleh pada laki-laki di sampingnya.

“Ke suatu tempat yang aku jamin kamu akan suka,” Dava mengukir senyum, lalu menyampirkan rambut Dania yang menghalangi wajah cantiknya ke belakang telinga. “Besok aku jemput jam delapan.”

“Pagi banget,”

“Kenapa memangnya? Kamu belum bangun?” tanya Dava mengerutkan keningnya.

Dania menggelengkan kepala. “Bukan gitu, tapi … ada pekerjaan yang belum aku selesaikan.” Ucapnya ragu.

“Besok minggu, sayang!” Dava menjawil hidung mungil tunangannya.

Blush. Pipinya menghangat mendengar panggilan sederhana yang Dava berikan. Terdengar biasa memang, tapi efek bagi hatinya sungguh luar biasa.

Dania yang sudah lama tidak mendengar panggilan itu dari seorang laki-laki selain ayah dan adiknya tentu saja merasa berdebar. Hatinya yang selama ini kosong dan dingin menghangat seketika.

“Tapi aku terbiasa menghabiskan minggu dengan kerja.” Cicit Dania pelan, meringis pelan begitu mengingat harinya yang membosankan.

“Mulai saat ini tidak akan lagi, karena aku akan paksa kamu untuk menghabiskan waktu bersamaku. Bukan hanya minggu, tapi setiap harinya. Kamu mau ‘kan?”

Mengangguk, adalah jawaban yang Dania berikan. Toh, mana mungkin dirinya menolak ajakan sang pangeran yang menyelamatkannya dari kesedihan? Dania tidak ingin lagi menyia-nyiakan hari-harinya yang berharga.

Meskipun kepergian Mike belum dapat sepenuhnya Dania relakan, tapi kehadiran Dava tak akan pernah dirinya abaikan. Karena bagaimanapun, masa lalu sudah berlalu begitu pun kesedihannya. Kini biarkan kebahagian datang menghampiri yang akan Dania sambut dengan senang hati.

🍒🍒🍒

Sejak pukul enam pagi Dania sudah bangun dari tidurnya dan langsung membantu sang mama menyiapkan menu untuk sarapan.

Sejak dulu sebenarnya Dania paling tidak bisa berdiri di dapur, bukan karena alergi, tapi karena memang ia tidak bisa memasak. Dan hari ini Dania berusaha untuk membantu walaupun sang mama sudah melarang.

Mama-nya itu masih saja trauma membiarkan putri pertamanya berada di sekitaran kompor dan penggorengan, karena saat di Singapura dulu, Dania hampir membakar dapur rumah mereka. Beruntung kekasihnya dulu tidak mengharuskan Dania menguasai itu, tapi entah dengan calon suaminya yang sekarang.

Teng nong ...

“Kak, lebih baik kamu buka pintu deh, lihat siapa yang datang.” Titah Devi saat mendengar bel berbunyi, sekaligus berusaha mengusir putrinya dari dapur.

Welcome My HappinessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang